Xiaomi Rilis HyperOS 3 Berbasis Android 16, Ini Deretan Fitur dan Pembaruannya

Xiaomi rilis hyperos 3 berbasis android 16, ini deretan fitur dan pembaruannyaXiaomi rilis hyperos 3 berbasis android 16, ini deretan fitur dan pembaruannya
Xiaomi Rilis HyperOS 3 Berbasis Android 16, Ini Deretan Fitur dan Pembaruannya

INBERITA.COM, Xiaomi secara resmi mengumumkan peluncuran sistem operasi terbaru mereka, HyperOS 3, yang dibangun di atas Android 16.

Sistem ini dijadwalkan mulai meluncur untuk pengguna di Tiongkok pada pertengahan Oktober 2025, dengan perangkat pertama yang akan menerima pembaruan adalah Xiaomi 15 dan Redmi K80.

Proses peluncuran akan dilakukan secara bertahap, mencakup berbagai lini perangkat mulai dari ponsel, tablet, jam tangan pintar (smartwatch), hingga televisi pintar (smart TV) yang memenuhi kriteria pembaruan. Xiaomi menargetkan distribusi pembaruan ini selesai pada Januari 2026.

HyperOS 3 pertama kali diperkenalkan Xiaomi pada 28 Agustus 2025 di Tiongkok. Sistem operasi ini dirancang untuk menggantikan versi sebelumnya dengan membawa peningkatan performa, efisiensi, dan integrasi ekosistem yang lebih baik.

Xiaomi juga memastikan bahwa sistem baru ini akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih halus dan fungsional secara menyeluruh.

Salah satu sorotan utama dari HyperOS 3 adalah peningkatan pada performa dasar sistem.

Xiaomi mengembangkan sistem ini menggunakan teknologi HyperCore, yang diklaim dapat menghemat konsumsi daya perangkat hingga 10 persen dan mengurangi beban CPU sebesar 4 persen. Tingkat kehilangan frame (frame loss rate) juga disebut berkurang sebesar 18,9 persen.

Kecepatan akses aplikasi mengalami peningkatan sebesar 21 persen, sementara pengalaman gaming ditingkatkan melalui peningkatan frame rate hingga 15 persen dan latensi respons sentuh yang lebih rendah hingga 9 persen.

Selain itu, lebih dari 100 animasi sistem turut dioptimalkan demi memberikan pengalaman visual yang lebih lancar.

Kecerdasan buatan juga mendapatkan pembaruan signifikan. Asisten digital Super XiaoAi kini mampu mengenali konten layar dan memberikan respons berdasarkan konten tersebut.

Pengguna dapat menandai atau melingkari elemen tertentu di layar untuk melakukan aksi cepat, seperti pencarian informasi, terjemahan, atau berbagi konten.

Salah satu fitur visual baru yang mencuri perhatian adalah Xiaomi Super Island.

Fitur ini memungkinkan pengguna memantau notifikasi dan aktivitas aplikasi secara real-time, dengan pendekatan yang mirip dengan Dynamic Island milik Apple, namun dengan kapabilitas tambahan yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi.

Super Island mendukung hingga tiga panel mini secara bersamaan, menawarkan multitasking dengan jendela kecil, dan kemampuan drag and drop konten ke aplikasi yang kompatibel. Didukung oleh wallpaper dinamis berbasis AI, fitur ini terintegrasi dengan lebih dari 70 layanan.

Desain antarmuka juga mendapat sentuhan baru dalam HyperOS 3. Ikon-ikon kini tampil lebih cerah, dengan bentuk membulat dan estetika yang lebih lembut. Bilah status didesain ulang dan menampilkan animasi yang lebih halus.

Xiaomi juga memperkenalkan desain “kaca cair”, berupa latar belakang transparan buram yang memberikan kesan premium tanpa mengurangi performa sistem. Elemen ini diterapkan pada berbagai bagian antarmuka seperti bilah pencarian dan menu pengaturan.

Tak hanya itu, aplikasi panggilan kini hadir dengan tampilan baru, sedangkan aplikasi Galeri diperbarui dengan kemampuan pengelompokan foto otomatis, pengenalan wajah hewan peliharaan, dan sistem pengorganisasian konten visual yang lebih canggih.

Dalam upaya memperkuat konektivitas lintas perangkat, Xiaomi turut menghadirkan integrasi ekosistem yang lebih luas.

Melalui HyperOS 3, perusahaan merilis aplikasi desktop khusus yang kompatibel dengan macOS dan iPadOS, memungkinkan aplikasi Android berjalan secara mulus di perangkat Apple.

Pengguna macOS dapat membuka hingga tiga jendela aplikasi seluler, sementara pengguna Windows bisa membuka hingga enam jendela sekaligus.

HyperOS 3 juga memungkinkan pengguna membuka kunci ponsel Xiaomi menggunakan Touch ID pada perangkat Apple, serta menyinkronkan notifikasi seperti panggilan, SMS, dan pesan aplikasi antara perangkat Xiaomi dan Apple.

Transfer file dan streaming media antara kedua ekosistem kini menjadi lebih praktis dan efisien.

Dari sisi keamanan, Xiaomi menambahkan berbagai fitur baru untuk memperkuat perlindungan data.

Termasuk di antaranya adalah autentikasi dua faktor untuk akun multi-perangkat, sistem pelacakan perangkat yang tetap aktif meski dalam kondisi mati atau offline, serta enkripsi data yang lebih kuat. Xiaomi mengadopsi algoritma post-quantum cryptographic untuk meningkatkan keamanan data pribadi pengguna.

Sistem privasi di HyperOS 3 juga diperkuat dengan fitur-fitur seperti pengaturan izin aplikasi yang lebih ketat, kontrol terhadap pengumpulan data oleh aplikasi pihak ketiga, manajemen ID iklan, serta sistem yang mencegah pelacakan tersembunyi.

Peluncuran HyperOS 3 ini sekaligus menandai langkah ambisius Xiaomi dalam memperluas jangkauan sistem operasinya secara global, menyusul rencana peluncuran internasional yang dijadwalkan pada September 2025 mendatang.

Dengan berbagai pembaruan ini, Xiaomi berupaya menghadirkan sistem operasi yang tidak hanya canggih, namun juga ramah pengguna dan siap bersaing dengan ekosistem lainnya di pasar global.(fdr)