Wow Gokil! Pencetus Bobibos Ungkap Pengembangan Serum Battery, Teknologi Baterai Mobil Listrik yang Diklaim Tak Perlu di-Charge!!!

INBERITA.COM, Setelah namanya ramai dibicarakan publik berkat terobosan bahan bakar nabati Bobibos berbasis jerami, pendiri PT Inti Sinergi Formula, Muhammad Ikhlas Thamrin, kembali memunculkan gagasan yang tidak kalah mengejutkan.

Kali ini, ia mengungkap proyek pengembangan baterai mobil listrik yang diklaim tidak memerlukan proses pengisian daya (charging) seperti kendaraan listrik pada umumnya.

Ide ini langsung memancing rasa penasaran banyak pihak, mengingat tantangan terbesar adopsi kendaraan listrik selama ini adalah kebutuhan infrastruktur pengisian dan durasi charging yang memakan waktu panjang.

Ikhlas menjelaskan bahwa proyek pengembangan baterai tersebut sudah berjalan cukup lama dan kini memasuki fase yang lebih serius. Ia menyebut risetnya telah menghasilkan sebuah konsep teknologi penyimpanan energi terbaru yang mereka namai “Serum Battery”.

Riset ini dikembangkan bersama tim internal sebagai bagian dari misi besar mereka untuk menghadirkan kemandirian energi nasional.

“Kami sudah melakukan riset baterai juga, dan alhamdulillah sudah siap tahap kedua,” ujar Ikhlas saat ditemui di Bogor, Selasa (11/11/2025).

Ia memastikan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana, melainkan penelitian teknis yang telah melalui sejumlah tahapan awal dan kini siap dilanjutkan ke fase berikutnya.

Ikhlas menjelaskan bahwa Serum Battery dirancang untuk bekerja berbeda dari baterai kendaraan listrik yang digunakan secara luas saat ini.

Sebagian besar baterai kendaraan listrik masih mengandalkan pengisian daya melalui terminal listrik eksternal, entah itu fast charging, home charging, atau fasilitas pengisian umum.

Menurutnya, mekanisme itu menjadi kendala besar bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik karena membutuhkan waktu pengisian yang lama dan ketersediaan infrastruktur yang belum merata. Serum Battery, kata Ikhlas, dikonsepkan untuk mengatasi hambatan ini.

“Ke depan kami punya visi menciptakan mobil listrik yang tidak perlu di-charge,” ujarnya optimistis. Meski demikian, ia belum mengungkap detail teknis mengenai metode kerja Serum Battery.

Ia hanya menyebut bahwa teknologi tersebut dirancang agar mampu menghasilkan atau memulihkan energi secara mandiri selama kendaraan beroperasi, sehingga sumber daya tidak bergantung pada pengisian eksternal.

Meskipun penjelasan teknis belum dibuka ke publik, konsep baterai yang mampu mengisi dan memulihkan tenaga secara mandiri jelas memberi gambaran bahwa Serum Battery diarahkan menjadi sebuah terobosan besar.

Jika benar berhasil direalisasikan, konsep ini berpotensi mengubah cara dunia memandang sistem penyimpanan energi kendaraan listrik.

Ikhlas menegaskan bahwa pengembangan Serum Battery masih dilakukan secara internal dan belum memasuki tahap uji publik. Namun ia memastikan bahwa tahapan riset yang telah berlangsung menjadi landasan kuat untuk melangkah ke fase selanjutnya.

“Tahap kedua sudah siap dieksekusi,” katanya, menandakan bahwa timnya siap membawa penelitian ini ke perkembangan yang lebih terukur.

Teknologi Serum Battery ini juga disebut sebagai kelanjutan dari visi besar Bobibos, yakni menciptakan energi yang mandiri, ramah lingkungan, dan dapat diakses masyarakat.

Setelah memperkenalkan biofuel berbahan dasar jerami—yang sempat viral karena dijanjikan sebagai sumber energi murah—mereka kini membidik sektor kendaraan listrik yang tengah mengalami pertumbuhan pesat baik secara global maupun nasional.

Ikhlas menilai bahwa pengembangan teknologi baterai tanpa charging dapat menjadi solusi untuk menghilangkan hambatan utama adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Infrastruktur charging yang masih terbatas, ketergantungan pada pasokan listrik, serta durasi pengisian yang dianggap mengganggu aktivitas pengguna menjadi alasan kuat untuk mencari alternatif teknologi baru. Dengan Serum Battery, ia berharap semua kendala tersebut dapat diatasi.

Jika proyek ini berhasil mencapai tahap produksi dan terbukti layak secara teknis maupun komersial, maka Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara yang memiliki teknologi penyimpanan energi paling revolusioner.

Dampaknya tidak hanya pada sektor otomotif, tetapi juga pada percepatan transisi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Lebih jauh, keberhasilan inovasi seperti ini juga dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam persaingan global pengembangan energi berkelanjutan.

Selama ini, negara-negara besar berlomba menghadirkan teknologi baterai yang lebih efisien, lebih murah, dan memiliki daya tahan lebih lama.

Apabila konsep Serum Battery dapat terwujud sesuai visi pendirinya—yakni mobil listrik yang tidak perlu di-charge—maka Indonesia bisa menjadi salah satu pelopor penting dalam revolusi transportasi masa depan.

Walau masih menunggu perkembangan riset lebih lanjut, publik kini menaruh perhatian besar pada langkah Ikhlas dan timnya.

Setelah Bobibos, kini Serum Battery menjadi inovasi berikutnya yang membuat banyak orang penasaran, bukan hanya karena klaimnya, tetapi juga karena potensi besar yang bisa dihasilkan bagi ekosistem kendaraan listrik nasional. (xpr)