INBERITA.COM, Seorang pria yang mengenakan topeng Spiderman kini menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagi warga Padang, Sumatera Barat.
Dengan penuh dedikasi, pria berusia 29 tahun ini mengantarkan nasi bungkus gratis kepada siapa saja yang membutuhkan.
Aksi sosialnya yang unik ini bukan hanya menyentuh banyak hati, tetapi juga menyebar luas di media sosial, menginspirasi banyak orang untuk membantu sesama.
Pria ini memilih untuk tidak mengungkapkan identitas aslinya dan meminta untuk dipanggil “Peter Parker,” merujuk pada karakter superhero yang ia kagumi.
Setiap harinya, Peter mengantarkan nasi darurat kepada warga yang memesan melalui WhatsApp. Meskipun aksi ini terbilang sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan.
“Saya ingin membantu tanpa harus dikenali. Spiderman adalah sosok yang selalu membantu masyarakat dalam film, dan saya ingin menjadi seperti itu,” ujar Peter dalam wawancara dengan awak media, Rabu (19/11/2025).
Aksi sosial Peter dimulai ketika salah satu temannya mengalami kesulitan keuangan hingga tak mampu membeli makan.
Saat itulah Peter merasa terpanggil untuk membantu. Dengan bantuan uang pribadinya, ia membeli nasi untuk temannya yang membutuhkan.
“Teman saya kehilangan uangnya, jadi saya bantu belikan nasi. Dari situ, saya merasa tergerak untuk membantu lebih banyak orang,” tambah Peter.
Awalnya, ia hanya memberikan dua bungkus nasi, namun seiring berjalannya waktu, permintaan terus meningkat. Saat ini, Peter mengantarkan hingga 30 bungkus nasi setiap harinya.
Nasi yang dibagikan adalah nasi ampera dari rumah makan lokal, lengkap dengan lauk, sambal, dan sayur.
Tentu saja, aksi sosial ini tidak selalu mulus. Peter mengaku beberapa kali menemui kendala, seperti saat orang yang memesan nasi darurat menghilang setelah makanan dikirimkan. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya.
“Kadang-kadang ada orang yang pesan, tapi setelah makanan saya antar, mereka menghilang. Saya anggap itu sebagai cobaan dan tidak mudah terganggu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga pernah mengantar nasi ke orang yang terlihat mampu secara ekonomi. Meski demikian, Peter tetap berpegang pada prinsipnya untuk membantu siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang status sosial.
“Siapa pun yang membutuhkan, saya tetap bantu. Mungkin saja mereka sedang mengalami kesulitan atau musibah,” ujar Peter dengan senyum tulus.
Mayoritas pemesan nasi darurat ini adalah mahasiswa yang mengetahui informasi layanan Peter melalui media sosial. Namun, tidak sedikit pula keluarga dari kalangan kurang mampu yang memesan nasi tersebut, meskipun jumlahnya tidak sebanyak mahasiswa.
“Sistem pemesanan memang melalui WhatsApp, jadi mungkin masyarakat yang kurang mampu kesulitan untuk mengaksesnya. Tetapi saya tetap mengantar jika ada permintaan, meskipun datang melalui tetangga,” kata Peter.
Untuk mendapatkan nasi darurat, pemesan hanya perlu menghubungi nomor WhatsApp yang telah disediakan: 0821-9526-5847. Tidak ada persyaratan tambahan seperti menunjukkan KTP, sehingga memudahkan siapa saja yang membutuhkan.
Peter memulai inisiatif ini seorang diri pada Mei 2025, dengan membeli nasi dari uang pribadinya dan mengantarkan satu per satu. Namun, aksi sosial ini berkembang pesat.
Saat ini, sudah ada puluhan relawan yang ikut terlibat, dan dukungan dari berbagai donatur mulai berdatangan.
“Ini semua berkat dukungan dari banyak orang. Saya terbuka untuk siapa saja yang ingin menjadi relawan atau memberikan donasi. Mari kita bersama-sama membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Peter.
Kini, aksi sosial yang berawal dari hati yang tulus ini telah menjadi sebuah komunitas yang semakin berkembang.
Peter berharap semakin banyak orang yang terinspirasi untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, terlepas dari status atau latar belakang mereka. (xpr)







