Operasi SAR Longsor Majenang Cilacap Diperpanjang, 20 Sudah Ditemukan Tewas, 3 Masih Hilang

Operasi SAR Cilacap Diperpanjang, 20 Tewas dan 3 Masih Hilang Akibat LongsorOperasi SAR Cilacap Diperpanjang, 20 Tewas dan 3 Masih Hilang Akibat Longsor
Perpanjangan Operasi SAR Cilacap: Tim Fokus Cari 3 Korban Longsor yang Hilang

INBERITA.COM, Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terkait tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali menemukan dua jenazah pada Rabu, 19 November.

Dengan temuan tersebut, jumlah korban tewas bertambah menjadi 20 orang. Tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Menghadapi situasi ini, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang durasi operasi SAR yang semula direncanakan selama tujuh hari, menjadi sepuluh hari.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan permintaan keluarga korban, jumlah korban hilang yang masih tersisa, serta instruksi langsung dari Kepala BNPB selaku komando penanganan darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya menyampaikan bahwa meskipun sudah ada penambahan korban tewas, beberapa korban masih belum ditemukan di lokasi tanah longsor yang cukup luas.

Menurut Abdul, perpanjangan operasi SAR ini dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk jumlah korban yang masih hilang dan instruksi langsung dari Kepala BNPB.

“Basarnas telah memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan untuk memastikan semua korban ditemukan,” ujar Abdul.

Pencarian berikutnya akan difokuskan pada dua titik lokasi yang diduga masih menyimpan korban.

Menurut tim SAR, pencarian akan dipusatkan pada dua titik lokasi, yakni Worksite A1 dan Worksite B1.

Di Worksite A1, satu korban diperkirakan masih berada di lokasi tersebut. Sementara di Worksite B1, dua korban lainnya diduga masih terperangkap dalam reruntuhan tanah longsor.

Tim SAR yang terdiri dari berbagai unsur seperti Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, terus bekerja keras dengan menggunakan alat berat dan alat deteksi untuk menemukan korban yang masih hilang.

Di tengah upaya pencarian korban, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga mulai menyiapkan hunian sementara (huntara) untuk warga yang terdampak.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten telah menyediakan lahan seluas 3,9 hektare di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, sekitar dua kilometer dari Desa Cibeunying.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Geologi, lokasi relokasi ini dinilai memenuhi standar untuk pembangunan hunian yang aman dan layak huni.

Tim dari Badan Geologi juga telah dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kesesuaian lokasi sebelum pembangunan dilakukan, guna memastikan konsep build back better and safer atau pembangunan yang lebih baik dan aman.

“Pendataan warga terdampak yang akan dipindahkan masih berlangsung. Saat ini, tercatat ada 296 kepala keluarga yang akan direlokasi,” kata Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Proses pembangunan huntara akan dipercepat agar warga yang terdampak bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

Sejumlah warga masih mengungsi di pos-pos pengungsian sementara, seperti di Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, dan Masjid Baeturrohman Wanasari.

Untuk mendukung upaya ini, pemerintah juga menyediakan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan untuk setiap keluarga yang terdampak selama enam bulan.

Dana ini diberikan agar warga bisa menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga sementara waktu sebelum hunian tetap siap.

Sementara itu, BNPB memastikan bahwa kebutuhan dasar bagi para pengungsi, baik yang berada di pos pengungsian maupun yang mengungsi secara mandiri, tetap terpenuhi.

Pengungsi dapat menghubungi petugas di Balai Desa Cibeunying untuk mendapatkan bantuan berupa selimut, matras, sembako, makanan siap saji, serta pakaian untuk anak-anak dan dewasa.

BNPB dan pemerintah daerah akan terus bekerja sama untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar pengungsi dapat dipenuhi selama proses pemulihan pasca-bencana ini. (xpr)