INBERITA.COM, Kehadiran sejumlah figur publik papan atas di Bali menjelang perayaan Galungan dan Kuningan menarik perhatian publik, terutama karena mereka turut terlibat langsung dalam prosesi pemasangan penjor, salah satu simbol terpenting dalam tradisi umat Hindu Bali.
Pada Selasa (18/11), Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta terlihat berada di Pulau Dewata dan mengikuti rangkaian persiapan menyambut salah satu hari raya besar dalam ajaran Hindu tersebut.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh pengusaha sekaligus tokoh pariwisata Bali, Ajik Krisna, yang dikenal sebagai sosok aktif dalam pelestarian budaya lokal.
Kehadiran para selebritas tersebut tak hanya menarik perhatian wisatawan dan masyarakat setempat, tetapi juga mencuri sorotan warganet setelah momen-momen mereka tersebar melalui berbagai unggahan media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Raffi Ahmad dan rekan-rekannya tidak hanya berkunjung, tetapi turut melihat dari dekat proses pembuatan penjor, sekaligus membantu pemasangannya.
Penjor sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu, menjadi lambang kemenangan Dharma melawan Adharma, serta simbol rasa syukur kepada Sang Hyang Widi Wasa atas kemakmuran dan kesejahteraan.
Keterlibatan para artis ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Bali yang tetap terjaga hingga kini.
Meski tidak berasal dari latar belakang budaya Hindu Bali, antusiasme Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta dalam mengikuti prosesi tradisi tersebut dianggap mencerminkan kepedulian terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Berada di bawah bimbingan Ajik Krisna, mereka tampak mengikuti penjelasan mengenai makna penjor dan cara pemasangannya yang harus dilakukan dengan penuh ketelitian serta penghormatan.
Kegiatan semacam ini sering kali menjadi momen edukatif yang membuka wawasan bagi masyarakat luas tentang bagaimana nilai-nilai tradisi masih hidup dan dilestarikan oleh umat Hindu Bali.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat ketika mereka berinteraksi dengan warga lokal. Beberapa masyarakat yang berada di lokasi menyampaikan apresiasi karena para figur publik tersebut tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi ikut serta dalam kegiatan yang memiliki nilai spiritual kuat bagi umat Hindu.
Bagi banyak orang, kehadiran selebritas bisa memberikan dorongan positif dalam upaya mengenalkan tradisi Indonesia kepada audiens yang lebih luas, apalagi mengingat besarnya pengaruh para figur ini di media sosial.
Melalui sejumlah unggahan, Raffi Ahmad dan rombongan juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Galungan dan Kuningan.
Mereka menyampaikan harapan agar perayaan suci tersebut membawa kedamaian, kebahagiaan, serta memperkuat nilai-nilai dharma dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Unggahan itu kemudian dibanjiri berbagai komentar positif dari pengikut mereka, yang menilai langkah Raffi dan rekan-rekannya sebagai wujud nyata dukungan terhadap keberagaman Indonesia.
Momen ini menambah panjang daftar kehadiran para pesohor yang memilih Bali sebagai tempat untuk berkegiatan, sekaligus menunjukkan bagaimana tradisi lokal terus menjadi daya tarik, tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga bagi publik figur nasional.
Kegiatan pemasangan penjor yang mereka ikuti pada hari itu bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk keterlibatan langsung dalam sebuah tradisi yang memiliki filosofi mendalam.
Penjor yang dipasang di depan rumah, pura, maupun tempat-tempat penting lainnya merupakan simbol keteduhan, pengayoman, dan keseimbangan.
Dengan ikut membantu pemasangan penjor, para selebritas tersebut secara tidak langsung terlibat dalam sebuah prosesi yang mengajarkan nilai-nilai pengabdian dan rasa syukur.
Bagi Bali, pelestarian budaya tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga menjadi identitas yang memperkuat daya tarik pulau tersebut di mata dunia.
Karena itu, setiap upaya memperkenalkan tradisi, termasuk melalui keterlibatan tokoh publik, memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta dalam rangkaian persiapan Galungan dapat dipandang sebagai bagian dari proses memperluas pemahaman tentang budaya Hindu Bali sekaligus memberikan contoh bahwa dukungan terhadap tradisi tidak mengenal batas profesi atau latar belakang.
Dengan semakin tersebarnya dokumentasi kegiatan tersebut di media sosial, perhatian masyarakat pun semakin besar.
Banyak warganet yang mengapresiasi keterlibatan mereka karena dianggap mampu meningkatkan rasa penasaran generasi muda terhadap budaya Nusantara.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan hiburan digital, momen seperti ini memiliki nilai penting sebagai pengingat bahwa tradisi tetap relevan dan layak untuk terus dipelajari serta dilestarikan.
Perayaan Galungan dan Kuningan sendiri selalu menjadi momentum spiritual yang dinanti oleh umat Hindu Bali. Doa, persembahyangan, serta berbagai simbol religius merupakan bagian dari rangkaian yang dipenuhi makna filosofis.
Harapan para selebritas agar perayaan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan pun sejalan dengan tujuan utama Galungan, yakni merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Melalui keikutsertaan mereka, nuansa toleransi dan kebersamaan antarumat beragama juga tampak semakin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa penghormatan terhadap tradisi dapat dilakukan oleh siapa pun.
Kegiatan Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta di Bali menjelang Galungan dan Kuningan itu pun kini menjadi sorotan positif.
Banyak pihak menilai bahwa keterlibatan mereka turut memperkuat pesan bahwa budaya Indonesia perlu terus dijaga, dirayakan, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.
Dalam suasana penuh ketulusan, mereka tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menunjukkan melalui tindakan bahwa dukungan terhadap tradisi dapat dilakukan dengan cara sederhana: hadir, menghargai, dan ikut berpartisipasi. (mms)







