INBERITA.COM, Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kampung Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Kamis (5/2/2026). Seekor macan tutul yang berkeliaran di pemukiman warga dan pasar setempat menggigit tiga orang, menyebabkan mereka mengalami luka serius.
Para korban yang digigit di bagian lengan kanan langsung mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pacet dan menjalani proses jahitan.
Kombes Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, mengungkapkan bahwa informasi mengenai keberadaan macan tutul itu diterima pihak kepolisian pada pagi hari.
Segera setelah itu, petugas dari Polsek Pacet, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran turun tangan untuk melakukan sterilisasi di lokasi. Petugas kemudian mendapati macan tutul terpojok dan terjebak di pagar besi. Dengan menggunakan jaring, macan tutul tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 10.30 WIB.
“Macan tutul ini kemudian dibawa ke Polsek Pacet untuk ditahan sementara di ruang kosong sambil menunggu kedatangan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar,” terang Hendra Rochmawan, Kamis siang.
Menurut Hendra, macan tutul tersebut memiliki panjang sekitar 3 meter dan berat mencapai 50 kilogram.
Selain itu, ia mengonfirmasi bahwa tiga warga yang menjadi korban gigitan macan tutul telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pacet. Mereka kini telah diperbolehkan pulang setelah luka gigitan di lengan kanan mereka berhasil dijahit.
“Ketiga korban sudah mendapatkan pengobatan dan saat ini dalam keadaan stabil,” ujar Hendra.
Kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah rekaman video yang menunjukkan macan tutul berkeliaran di sekitar pemukiman warga dan pasar Maruyung viral di media sosial.
Video tersebut menambah kehebohan, mengingat kejadian langka ini terjadi di kawasan yang biasanya tidak terpapar berita terkait keberadaan satwa liar.
Penyidik kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab mengapa macan tutul tersebut berani memasuki pemukiman warga yang padat.
“Kami masih mendalami mengapa macan tutul ini bisa berada di pemukiman. Penyelidikan lebih lanjut akan kami lakukan,” kata Hendra.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga sekitar mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar di area yang berbatasan langsung dengan alam.
Meskipun macan tutul tersebut telah berhasil dievakuasi, pihak berwenang memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang jika tindakan pencegahan lebih lanjut dilakukan.
Pihak BBKSDA Jabar rencananya akan membawa macan tutul ini untuk dilepaskan kembali ke habitat alaminya setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa jika terjadi.
Macan tutul yang berada di pemukiman warga ini menjadi sorotan penting terkait dengan interaksi antara manusia dan satwa liar.
Kejadian ini diharapkan dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang pengelolaan kawasan konservasi dan pentingnya menjaga jarak antara manusia dan hewan liar, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan atau habitat alami mereka.