Turis Asing Semakin Gemar Naik Kereta Api Jarak Jauh, Pencapaian 601.960 Penumpang di 2025

Turis Asing Semakin Gemar Naik Kereta Api Jarak JauhTuris Asing Semakin Gemar Naik Kereta Api Jarak Jauh

INBERITA.COM, Jumlah turis asing yang menggunakan kereta api jarak jauh (KAJJ) di Indonesia semakin meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 601.960 turis asing menggunakan layanan KAJJ, sebuah angka yang menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yang hanya mencatatkan 574.207 penumpang.

Angka ini juga menunjukkan lonjakan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023, di mana jumlah turis asing yang menggunakan kereta api jarak jauh hanya mencapai 497.697 penumpang.

Bahkan pada 2022, Kereta Api Indonesia (KAI) baru melayani 238.609 turis asing. Peningkatan yang konsisten ini menunjukkan betapa menariknya layanan kereta api sebagai pilihan transportasi bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, terutama wisatawan asing.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan terus menjaga kualitas, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan agar para wisatawan merasa puas dan kembali menggunakan kereta api untuk perjalanan mereka,” ujar Anne dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (7/11/2025).

Stasiun-Stasiun Terpopuler untuk Turis Asing

Menurut data yang dikeluarkan KAI, beberapa stasiun besar di Pulau Jawa menjadi titik keberangkatan utama bagi turis asing yang menggunakan kereta api jarak jauh.

Stasiun Yogyakarta tercatat sebagai stasiun dengan volume penumpang turis asing tertinggi, mencapai 114.085 penumpang.

Diikuti oleh Stasiun Gambir yang melayani 98.630 turis asing, serta Stasiun Bandung yang mencatatkan 61.204 turis asing.

Daftar 10 stasiun dengan volume keberangkatan turis asing tertinggi menunjukkan popularitas beberapa kota besar di Indonesia sebagai tujuan wisata utama:

  1. Stasiun Yogyakarta: 114.085 turis asing
  2. Stasiun Gambir: 98.630 turis asing
  3. Stasiun Bandung: 61.204 turis asing
  4. Stasiun Pasarsenen: 33.346 turis asing
  5. Stasiun Surabaya Gubeng: 27.072 turis asing
  6. Stasiun Malang: 23.562 turis asing
  7. Stasiun Semarang Tawang: 19.789 turis asing
  8. Stasiun Probolinggo: 19.326 turis asing
  9. Stasiun Surabaya Pasar Turi: 12.152 turis asing
  10. Stasiun Solo Balapan: 11.618 turis asing

Selain di Pulau Jawa, peningkatan jumlah turis asing yang menggunakan kereta api juga terlihat di wilayah Sumatera.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, sejumlah stasiun di Sumatera mencatatkan angka yang cukup signifikan dalam melayani turis asing.

Stasiun Medan, misalnya, melayani 6.183 turis asing, sementara Stasiun Tebing Tinggi mencatatkan 2.970 turis asing.

Berikut adalah rincian jumlah turis asing yang dilayani oleh beberapa stasiun di Sumatera:

  1. Stasiun Medan: 6.183 turis asing
  2. Stasiun Tebing Tinggi: 2.970 turis asing
  3. Stasiun Rantau: 2.962 turis asing
  4. Stasiun Kisaran: 1.982 turis asing
  5. Stasiun Tanjung Balai: 1.852 turis asing
  6. Stasiun BIM (Bandara Internasional Minangkabau): 1.791 turis asing
  7. Stasiun Padang: 1.289 turis asing

KAI menilai bahwa peningkatan jumlah turis asing yang menggunakan kereta api di Sumatera ini mencerminkan semakin tingginya peran kereta api dalam mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata di pulau tersebut.

Dengan adanya akses kereta api yang semakin luas, wisatawan asing dapat dengan mudah mengunjungi berbagai objek wisata terkenal di Sumatera, seperti Danau Toba, Bukittinggi, dan Padang.

Selain berfungsi sebagai sarana transportasi yang efisien, KAI juga turut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan kereta api.

Kehadiran turis asing yang semakin banyak menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama bukan hanya menguntungkan KAI, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, seperti sektor perhotelan, kuliner, dan sektor ekonomi kreatif lainnya.

Anne Purba menegaskan bahwa KAI berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia.

“Melalui upaya berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan, KAI berharap dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia secara lebih luas,” katanya.

Peningkatan minat turis asing terhadap kereta api menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama untuk bepergian di Indonesia.

Selain faktor kenyamanan dan efisiensi waktu, kereta api juga menawarkan pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan, menjadikannya pilihan yang semakin populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Dengan meningkatnya jumlah turis asing yang menggunakan kereta api, KAI menghadapi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas layanannya, terutama dalam hal kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu.

Ke depan, KAI juga diharapkan dapat memperluas jaringan layanan kereta api ke destinasi-destinasi wisata lainnya di luar Pulau Jawa dan Sumatera, serta terus meningkatkan fasilitas yang dapat menunjang pengalaman perjalanan wisatawan.

Sebagai salah satu operator transportasi terbesar di Indonesia, KAI memegang peranan penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

Semakin banyak turis asing yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama, semakin besar pula kontribusi KAI dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan. (xpr)