Travel Warning Australia Usai Banjir di Bali, Menpar: Bali Aman dan Tetap Terima Wisatawan

Widiyanti putri wardhana mengunjungi pasar kumbasariWidiyanti putri wardhana mengunjungi pasar kumbasari
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Pasar Kumbasari.

INBERITA.COM, Pemerintah Australia kembali mengeluarkan travel warning bagi warganya yang hendak bepergian ke Bali. Peringatan perjalanan tersebut dikeluarkan menyusul banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata pada Rabu (10/9/2025).

Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa situasi di Bali saat ini sudah berangsur normal dan kondusif untuk kunjungan wisatawan, termasuk dari Australia.

“Sekarang insyaallah sudah berjalan dengan baik dan beroperasi dengan baik. Bisa menerima wisatawan dari Australia dan dari mana pun untuk datang ke Bali, Bali kondusif,” ujar Widiyanti saat meninjau Pasar Kumbasari, Denpasar, Sabtu (13/9/2025).

Travel Warning adalah Prosedur Standar

Widiyanti mengatakan, travel warning merupakan prosedur standar yang dilakukan negara-negara untuk melindungi warganya ketika bepergian ke luar negeri, terutama jika terdapat kondisi darurat di negara tujuan.

Meski demikian, ia memastikan bahwa banjir yang melanda Bali tidak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Seluruh layanan penerbangan, perhotelan, dan aktivitas wisata tetap berjalan seperti biasa.

“Bahkan, sedang penuh sekali, keadaan normal. Maka, hari ini kami hadir untuk memberikan statement publik dan (statement kepada) wisatawan bahwa Bali ini baik-baik saja,” jelasnya.

Pariwisata Bali Tetap Berjalan Normal

Menurut Widiyanti, Bali tetap terbuka dan aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kementerian juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Pemprov Bali dalam proses perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir.

Saat kunjungan ke Pasar Kumbasari, salah satu lokasi terdampak banjir, Menpar menyebutkan bahwa bagian basement dan lantai satu pasar tersebut sempat terendam air. Namun, lantai dua yang menjual produk kerajinan dan seni tidak terdampak.

Selain memantau situasi, pemerintah juga sedang menghitung dampak ekonomi banjir, termasuk kemungkinan adanya bantuan atau ganti rugi bagi para pedagang yang terkena imbas langsung.

Konsulat Australia Minta Warga Tetap Waspada

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Australia di Bali telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tetap waspada dan mematuhi arahan otoritas setempat selama berada di Bali. Warga Australia juga diminta untuk mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas, menyusul bencana banjir yang cukup meluas.

Peringatan ini dipublikasikan melalui kanal resmi pemerintah Australia sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negaranya di luar negeri.

Banjir Landa 120 Titik di Tujuh Kabupaten/Kota

Banjir besar yang terjadi di Bali pada Rabu (10/9/2025) merupakan dampak dari hujan deras sejak Selasa malam (9/9/2025). Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat ada 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota.

Berikut rinciannya:

Denpasar: 81 titik

Gianyar: 14 titik

Badung: 12 titik

Tabanan: 8 titik

Karangasem: 4 titik

Jembrana: 4 titik

Klungkung: 1 titik

Akibat bencana ini, sebanyak 562 orang mengungsi, terdiri dari 327 warga Jembrana dan 235 penduduk Denpasar. Hingga Jumat siang (12/9/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir mencapai 18 orang.

Pemerintah Terus Promosikan Bali Aman untuk Wisata

Kementerian Pariwisata menyatakan akan terus menginformasikan kepada wisatawan mancanegara bahwa Bali tetap destinasi yang aman dan siap menerima kunjungan.

“Kami hadir untuk memberikan statement kepada publik dan wisatawan bahwa Bali ini baik-baik saja,” tegas Widiyanti.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto yang juga meninjau wilayah terdampak banjir di Bali menyampaikan pesan serupa: promosikan Bali ke dunia internasional agar citra pariwisata tetap terjaga meski sempat dilanda bencana alam. (fdr)