Superbank Rencana IPO Desember 2025, BEI dan OJK Berikan Klarifikasi

OJK dan BEI Berikan Klarifikasi Terkait Rencana IPO SuperbankOJK dan BEI Berikan Klarifikasi Terkait Rencana IPO Superbank

INBERITA.COM, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan terkait isu yang ramai beredar mengenai rencana pencatatan saham perdana (IPO) PT Superbank Indonesia, sebuah bank digital yang dikabarkan akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Desember 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia belum menerima informasi terkait IPO Superbank.

“Aduh, enggak ngikutin. Jujur aja belum dapat update-nya,” kata Inarno ketika ditemui di acara Media Gathering Bursa Efek Indonesia di Bali, pada Sabtu (15/11).

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui kabar tentang IPO Superbank melalui media, bukan dari pihak internal terkait.

BEI Belum Bisa Mengungkapkan Informasi Mengenai IPO Superbank

Sementara itu, I Nyoman Gede Yetna, Direktur Penilaian BEI, juga menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai calon emiten yang akan mencatatkan saham di BEI jika informasi tersebut belum layak untuk dipublikasikan.

“Sebagai regulator, kami tentu belum dapat menyampaikan informasi terkait IPO sebelum informasi tersebut memenuhi persyaratan untuk disampaikan kepada publik,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa sumber menyebutkan bahwa Superbank, yang berada di bawah grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), sedang mempersiapkan IPO di BEI.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Superbank berencana menawarkan saham perdana pada pertengahan November hingga akhir tahun 2025.

Kabar tersebut semakin diperkuat dengan adanya laporan yang menyebutkan bahwa Superbank telah menunjuk empat perusahaan sekuritas untuk menangani IPO mereka.

Keempat perusahaan sekuritas tersebut adalah PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas.

CLSA Sekuritas sebelumnya juga diketahui berperan sebagai joint global coordinator dalam rencana IPO tersebut.

Dalam laporan yang beredar, disebutkan bahwa Superbank berencana untuk melepas sekitar 15% saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham yang ditawarkan tidak lebih dari Rp 1.050 per lembar saham.

Target dana yang diharapkan dapat dihimpun dari IPO ini adalah Rp 5,36 triliun.

Klarifikasi Dari Pihak Sucor Sekuritas

Terkait keterlibatan Sucor Sekuritas sebagai salah satu penjamin emisi dalam IPO Superbank, Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, yang dihubungi oleh wartawan memilih untuk tidak mengomentari lebih lanjut.

“Saya tidak bisa mengomentari, tunggu di website e-IPO aja untuk emiten yang akan listing nanti ya,” ujar Bernadus saat dihubungi.

Tanggapan Dari Pihak Superbank

Menanggapi rumor yang berkembang seputar IPO mereka, Superbank melalui Juru Bicaranya mengungkapkan bahwa perusahaan tidak dalam posisi untuk memberikan komentar terkait spekulasi atau rumor pasar.

Manajemen Superbank menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah mempertahankan kinerja yang solid melalui penyediaan solusi keuangan yang inovatif, memperluas basis nasabah, serta berkolaborasi dengan ekosistem yang terpercaya untuk mendorong inklusivitas keuangan di Indonesia.

Tiga Perusahaan yang Berpotensi IPO di BEI Akhir Tahun

Kabar rencana IPO Superbank juga bertepatan dengan pernyataan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, yang menyebutkan bahwa terdapat tiga perusahaan lighthouse yang bersiap untuk melakukan IPO pada akhir tahun 2025.

Perusahaan-perusahaan ini berasal dari sektor finansial, tambang, dan infrastruktur. Istilah lighthouse company merujuk pada perusahaan-perusahaan besar yang ditargetkan untuk mencatatkan sahamnya di BEI setiap tahunnya.

Perusahaan-perusahaan ini memiliki dua karakteristik utama, yaitu memiliki kapitalisasi pasar minimum sebesar Rp 3 triliun dan free float saham minimal 15%.

Hingga saat ini, baik OJK maupun BEI belum dapat memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana IPO Superbank.

Namun, informasi yang beredar mengindikasikan bahwa Superbank, yang berada di bawah grup EMTK, memang sedang mempersiapkan langkah besar untuk melantai di bursa saham.

Meskipun ada banyak spekulasi, baik pihak perusahaan maupun para penjamin emisi memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut, mengingat status informasi yang belum final.

Rencana IPO Superbank ini juga merupakan bagian dari tren semakin banyaknya perusahaan-perusahaan digital dan teknologi yang berusaha memanfaatkan potensi pasar saham Indonesia, yang semakin terbuka untuk perusahaan dengan model bisnis inovatif. (xpr)