INBERITA.COM, Aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok massa di depan kantor firma hukum Hotman Paris & Partner, Kelapa Gading, Jakarta Utara, berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian pada Senin (20/7/2026). Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau kondusif tanpa adanya gangguan terhadap keamanan maupun ketertiban umum.
Pengamanan dipimpin langsung Kepala Unit Intelijen dan Keamanan (Kanit Intelkam) Polsek Kelapa Gading AKP Sugiyono.
Ia mengatakan aparat mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan normal.
“Kami menerjunkan sebanyak 17 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa ini. Fokus kami adalah memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi,” ujar Sugiyono dalam keterangannya.
Menurut kepolisian, aksi dimulai sekitar pukul 14.50 WIB di kawasan Komplek Ruko Kensington Blok A12, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading. Demonstrasi diikuti sekitar 100 orang yang mengatasnamakan kelompok Aktivis Connection.
Sugiyono menjelaskan massa datang menggunakan berbagai kendaraan, terdiri atas satu mobil komando, enam unit mikrolet, dan sekitar sepuluh sepeda motor.
Selain itu, peserta aksi membawa bendera serta spanduk yang memuat berbagai tuntutan untuk disampaikan dalam orasi.
Koordinator lapangan aksi diketahui bernama Maemun. Selama demonstrasi berlangsung, peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian di depan kantor firma hukum tersebut.
Pihak kepolisian tidak merinci isi tuntutan secara spesifik. Namun, aparat menyebut materi orasi berkaitan dengan penolakan terhadap sejumlah narasi yang berkembang di ruang publik serta desakan agar proses penegakan hukum dilakukan secara objektif.
Dalam pelaksanaan pengamanan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas mengingat lokasi aksi berada di salah satu ruas jalan utama kawasan Kelapa Gading yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi pada jam kerja.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Selain menjaga keamanan di sekitar titik aksi, personel kepolisian turut melakukan koordinasi dengan perwakilan peserta demonstrasi agar kegiatan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Selama aksi berlangsung, tidak dilaporkan adanya bentrokan maupun insiden yang mengganggu jalannya demonstrasi. Aktivitas orasi berjalan hingga massa secara bertahap membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya.
“Berkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antara petugas pengamanan dan peserta aksi, kegiatan unjuk rasa dapat berjalan dengan tertib,” kata Sugiyono.
Ia menambahkan, hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Kelapa Gading tetap terkendali.
“Hingga massa membubarkan diri, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Kelapa Gading terpantau aman dan kondusif,” ujarnya.
Pengamanan demonstrasi merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dapat terlaksana dengan tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, dan kepentingan pengguna jalan maupun warga di sekitar lokasi.
Dalam setiap aksi, aparat juga berkewajiban menjaga agar kegiatan berlangsung sesuai peraturan perundang-undangan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Dengan berakhirnya demonstrasi tanpa insiden berarti, aktivitas di kawasan Kelapa Gading kembali berjalan normal. Aparat kepolisian menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan preventif dan persuasif dalam mengawal berbagai kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat agar tetap berlangsung secara damai dan tertib.