Sedang Viral Debat Netizen vs Dokter Jantung! Serangan Jantung vs GERD, Apa Bedanya dan Bagaimana Cara Membedakannya?

Nyeri Dada GERD atau Serangan JantungNyeri Dada GERD atau Serangan Jantung
Nyeri Dada: GERD atau Serangan Jantung? Ini Penjelasannya dari Dokter Spesialis

INBERITA.COM, Baru-baru ini, jagat media sosial diramaikan dengan perdebatan mengenai hubungan antara serangan jantung dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Banyak netizen yang bertanya-tanya apakah kedua kondisi ini saling berhubungan atau justru merupakan dua penyakit yang berbeda.

Perdebatan ini muncul akibat gejala yang sering kali mirip, terutama rasa nyeri dada, yang kerap membuat orang bingung dalam membedakan kedua penyakit tersebut.

Mengenal Serangan Jantung dan GERD: Kenapa Gejalanya Sering Terasa Sama

Serangan jantung terjadi ketika ada gangguan pada pembuluh darah di bagian bawah jantung. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri dada yang cukup parah.

Sementara itu, GERD adalah gangguan pencernaan yang ditandai oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang juga sering menyebabkan rasa sakit pada ulu hati atau heartburn.

Menurut dr. Vito Damay, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, perasaan nyeri di dada bisa terjadi pada keduanya.

Namun, yang sering kali membingungkan adalah rasa sakit yang mirip, yang pada akhirnya membuat orang sulit untuk menentukan apakah mereka sedang mengalami serangan jantung atau hanya gangguan lambung biasa.

“Memang bisa mirip dan justru itu yang sering bikin orang keliru,” ungkap dr. Vito, yang melansir detikHealth pada Minggu (25/1/2026).

Perbedaan Gejala GERD dan Serangan Jantung

Meskipun keduanya bisa menyebabkan nyeri di dada, ada perbedaan signifikan yang perlu Anda ketahui untuk menghindari kebingungan.

Berikut adalah penjelasan rinci mengenai gejala-gejala yang dapat membantu Anda membedakan GERD dan serangan jantung:

  1. Gejala GERD:
    • Sensasi terbakar dari dada hingga leher (heartburn).
    • Perih di ulu hati yang biasanya memburuk saat berbaring atau di malam hari.
    • Sering disertai dengan mual, rasa asam di mulut, dan sesak napas mendadak.
  2. Gejala Serangan Jantung:
    • Nyeri dada yang lebih berat, dengan sensasi tekanan atau rasa tidak nyaman yang lebih intens.
    • Keringat dingin yang muncul bersama rasa nyeri.
    • Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung.
    • Kesulitan bernapas yang lebih serius.

Dr. Vito menambahkan bahwa, meskipun ada kesamaan rasa nyeri di ulu hati pada kedua kondisi ini, gejala serangan jantung sering kali lebih parah dan dapat melibatkan area tubuh yang lebih luas, seperti lengan kiri, leher, atau punggung. Ini adalah ciri khas yang sangat penting untuk diperhatikan.

Bahaya Ketidaktahuan akan Perbedaan Gejala GERD dan Serangan Jantung

Ketidaktahuan tentang perbedaan antara GERD dan serangan jantung bisa sangat berisiko. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami serangan jantung, karena rasa sakit yang mereka rasakan mirip dengan gangguan lambung, seperti GERD.

Oleh karena itu, penting untuk tidak menganggap remeh nyeri dada yang datang secara tiba-tiba.

“Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada yang tajam, tapi kadang terasa mirip seperti GERD atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewatkan, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar dr. Vito.

Karena itu, jika Anda merasakan gejala yang mengarah ke serangan jantung—terutama nyeri dada yang menjalar atau disertai keringat dingin—segera dapatkan pertolongan medis. Jangan menunggu terlalu lama, karena penanganan cepat bisa membuat perbedaan yang sangat besar.

Meskipun gejala GERD dan serangan jantung bisa terlihat atau terasa mirip, penting untuk memperhatikan karakteristik rasa sakit dan tanda-tanda fisik lainnya yang muncul.

Serangan jantung biasanya lebih berat dan disertai dengan gejala lain seperti keringat dingin dan nyeri yang menjalar, sedangkan GERD lebih sering terkait dengan sensasi terbakar atau heartburn yang memburuk pada posisi tertentu.

Jika Anda merasa khawatir atau ragu tentang gejala yang Anda alami, jangan ragu untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis. Mengidentifikasi masalah sejak dini dapat mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut, baik itu GERD ataupun serangan jantung.