INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan langkah strategis dan ambisius dalam merevolusi sistem pendidikan nasional. Dalam pidatonya di Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru dan pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan masa depan Indonesia Emas.
Salah satu poin utama yang disorot Presiden adalah peningkatan gaji guru, khususnya guru non-aparatur sipil negara (non-ASN). Ia menyatakan bahwa pemerintah kini menyalurkan tunjangan guru secara langsung ke rekening penerima.
Kebijakan ini bertujuan menghilangkan praktik pemotongan tidak resmi yang selama ini kerap merugikan para tenaga pendidik.
“Guru harus sejahtera agar mampu menjalankan peran penting dalam revolusi pendidikan Indonesia,” tegas Prabowo dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Langkah ini dianggap sebagai lompatan besar dalam upaya memperbaiki sistem pendidikan, mengingat selama bertahun-tahun kesejahteraan guru menjadi sorotan publik.
Dengan penyaluran tunjangan yang transparan, Prabowo ingin memastikan bahwa hak-hak guru terlindungi dan didistribusikan secara adil tanpa perantara.
Tidak hanya fokus pada kesejahteraan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo juga meluncurkan program pembangunan sekolah unggul secara masif. Dalam rencana yang disampaikan, pemerintah akan membangun 20 Sekolah Unggul Garuda, 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan 20 Politeknik Rakyat di berbagai daerah tertinggal di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas kepada seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang geografis atau ekonomi.
Selain itu, saat ini telah berdiri 165 Sekolah Rakyat, dan pemerintah menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 500 titik dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok negeri.
Tidak berhenti di situ, Prabowo juga mengungkapkan rencananya untuk menghadirkan sekolah unggulan terpadu di setiap kecamatan. Inisiatif ini akan menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas jaringan pendidikan berkualitas, termasuk pengembangan SMA Taruna Nusantara sebagai pusat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme.
“Pendidikan bukan hanya soal jumlah sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran, pemerataan akses, dan pembentukan karakter bangsa,” kata Prabowo dalam pidatonya yang juga menyinggung pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kemajuan bangsa.
Salah satu terobosan lain yang dicanangkan adalah digitalisasi pendidikan. Pemerintah mulai mendistribusikan 330.000 layar digital interaktif ke berbagai sekolah dan pesantren.
Teknologi ini akan memungkinkan pembelajaran jarak jauh bersama guru-guru terbaik, interaksi langsung antara siswa dan pengajar, hingga monitoring kelas secara real-time.
Target pemerintah pada tahun depan adalah agar setiap sekolah memiliki empat unit layar digital. Dengan demikian, diharapkan pemerataan kualitas pendidikan bisa dicapai lebih cepat dan efektif, sekaligus mengatasi keterbatasan jumlah guru berkualitas di sejumlah daerah.
Melalui kombinasi antara peningkatan kesejahteraan guru, pembangunan sekolah unggulan, dan pemanfaatan teknologi digital, Prabowo optimistis dapat mempercepat transformasi sektor pendidikan secara menyeluruh.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan gizi anak-anak, sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang efektif dan pencapaian potensi akademik siswa secara optimal.
“Guru sejahtera, anak bergizi, dan pendidikan modern berbasis teknologi menjadi fondasi Indonesia Emas di masa depan,” tutup Prabowo.
Langkah-langkah yang diambil ini menuai respons positif dari berbagai kalangan, terutama para pelaku pendidikan yang selama ini berharap adanya reformasi konkret dan berkelanjutan.
Dengan visi besar yang telah diumumkan, publik kini menanti realisasi dari janji-janji revolusi pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah.
Jika direalisasikan secara konsisten, program-program ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan kompetitif di tingkat global, sekaligus mencetak generasi muda Indonesia yang tangguh dan berdaya saing tinggi. (fdr)







