INBERITA.COM, Spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia akhirnya dibantah langsung oleh sang pelatih.
Nama Shin kembali mencuat ke permukaan setelah publik mendesaknya menggantikan Patrick Kluivert yang kini tengah berada di bawah tekanan besar menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
Desakan terhadap Patrick Kluivert datang dari berbagai kalangan pencinta sepak bola nasional. Banyak yang merasa kecewa dengan performa Timnas Indonesia di bawah asuhannya.
Kritik pun mengalir deras, terutama terkait pendekatan taktik yang dinilai terlalu eksperimental dan tidak tepat sasaran, terutama di laga-laga krusial yang menentukan.
Situasi ini memicu wacana pencopotan Kluivert dari kursi pelatih kepala. Namun hingga saat ini, PSSI belum mengumumkan keputusan resmi.
Masa depan mantan striker timnas Belanda tersebut kabarnya akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) dalam waktu dekat.
Di tengah ketidak pastian, publik mulai berspekulasi soal siapa sosok yang layak menggantikan Kluivert—dan nama Shin Tae-yong kembali masuk bursa terkuat.
Menariknya, peluang Shin Tae-yong kembali menangani Timnas Indonesia dinilai bukan hal yang mustahil. Situasi terkini bahkan semakin memunculkan ruang kemungkinan tersebut.
Pasalnya, Shin juga baru saja resmi berpisah dengan klub asal Korea Selatan, Ulsan HD. Pemutusan kerja sama tersebut disebut-sebut terjadi karena adanya masalah komunikasi antara dirinya dan pihak manajemen klub.
“Saya rasa kegagalan saya disebabkan oleh kurangnya pemahaman saya tentang urusan internal klub,” ujar Shin Tae-yong dalam wawancara bersama KBS, media asal Korea Selatan.
Pernyataan itu sekaligus menjadi klarifikasi Shin terhadap tudingan sebagian publik Korea yang menyalahkan strategi taktiknya sebagai penyebab kegagalan bersama Ulsan HD.
Ia menegaskan bahwa masalahnya lebih bersifat internal, bukan teknis di lapangan.
Sementara itu, di Indonesia, nama Shin Tae-yong masih lekat dalam ingatan publik sebagai sosok pelatih yang memberikan banyak kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
Selama masa kepemimpinannya sejak Desember 2019, Shin berhasil menorehkan sejumlah pencapaian bersejarah bersama Timnas Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut sukses membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia dua edisi berturut-turut melalui jalur kualifikasi.
Tak hanya itu, tiga kelompok usia Timnas—yakni U-19, U-20, dan U-23—juga berhasil dibawanya lolos ke putaran final Piala Asia di masing-masing kategori usia.
Prestasi lainnya yang tak kalah penting adalah keberhasilan Shin membawa Timnas Indonesia melaju hingga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia—sebuah pencapaian yang untuk pertama kalinya diraih sepanjang sejarah sepak bola Tanah Air.
Tak heran, banyak pihak yang berharap agar PSSI mempertimbangkan kembali nama Shin Tae-yong untuk menukangi Timnas Indonesia.
Di tengah kondisi Timnas yang dinilai sedang kehilangan arah, publik percaya kembalinya Shin dapat menghadirkan stabilitas dan arah yang jelas dalam pembangunan tim nasional.
Namun begitu, Shin menegaskan bahwa dirinya belum berpikir untuk kembali ke Timnas Indonesia dalam waktu dekat.
Fokus utamanya saat ini adalah melakukan evaluasi terhadap kariernya dan memperbaiki kekurangan yang ada pasca kegagalannya di Ulsan HD.
Meski demikian, spekulasi seputar masa depan kursi pelatih Timnas Indonesia tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Selama PSSI belum membuat keputusan resmi, nama Shin Tae-yong kemungkinan besar masih akan terus dikaitkan sebagai kandidat terkuat menggantikan Patrick Kluivert. (mms)







