INBERITA.COM, Pada awal November 2025 ini, sesi kelima Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia resmi diluncurkan, melibatkan 26 peserta yang terdiri dari kepala desa dan pemimpin komunitas lainnya.
Program ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman para peserta dengan mempelajari langsung berbagai praktik pembangunan pedesaan yang telah berhasil diterapkan di China, khususnya di Provinsi Shandong, kawasan yang dikenal sebagai pusat inovasi pertanian modern.
Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia ini pertama kali digagas pada 2019 sebagai hasil kerja sama antara Kedutaan Besar China di Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia.
Sejak saat itu, setiap tahun sebanyak 20 hingga 30 kepala desa dari seluruh Indonesia dipilih untuk mengikuti pelatihan serta kunjungan belajar ke China, yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi dan metode baru dalam pengelolaan desa.
Hingga sesi kelima pada November 2025, telah ada lebih dari 100 kepala desa yang ikut berpartisipasi dalam program ini.
Pelatihan ini memberikan mereka kesempatan untuk mempelajari langsung berbagai inovasi di sektor pertanian, pendidikan pedesaan, pelatihan keterampilan, hingga infrastruktur yang telah terbukti sukses di desa-desa China.
Pada 2 November 2025, para peserta mengunjungi Kota Shougouang, yang terkenal sebagai pusat inovasi pertanian modern di Shandong.
Di sana, mereka mempelajari tentang pengembangan teknologi pertanian, termasuk cara manufaktur mesin pertanian yang efisien dan ramah lingkungan, yang dapat meningkatkan hasil pertanian di desa-desa Indonesia.
Selain sektor pertanian, peserta juga terlibat dalam kegiatan sosial dan pendidikan, seperti pada 4 November 2025, ketika mereka berinteraksi dengan anak-anak di taman kanak-kanak di Longkou, sebuah kota di Shandong.
Hal ini memberikan gambaran tentang pendidikan anak usia dini yang diterapkan di China, serta pentingnya pembelajaran sejak usia dini untuk membentuk masyarakat yang lebih produktif dan cerdas.
Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari pelatihan yang diberikan di China, tetapi juga dari implementasi ilmu yang telah diterapkan di desa-desa Indonesia.
Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Hendrik Dwi Martono, Kepala Desa Purwosono di Kabupaten Lumajang, yang merupakan salah satu alumni program ini.
Hendrik mengaku bahwa banyak pengetahuan dan keterampilan yang dia dapatkan di China telah diterapkan dalam pengelolaan desanya, seperti dalam pengembangan peternakan bebek yang semakin berkembang.
Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia ini bertujuan untuk mendukung transformasi desa-desa di Indonesia dengan memperkenalkan mereka pada praktik-praktik pembangunan yang berkelanjutan.
Para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan baru yang bermanfaat untuk mengembangkan sektor pertanian, pendidikan, dan infrastruktur di desa mereka, dengan harapan bahwa ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara menyeluruh.
Meskipun tantangan dalam menerapkan konsep-konsep baru di Indonesia tetap ada, pelatihan ini memberikan kesempatan besar bagi para kepala desa untuk membangun jaringan, memperluas wawasan, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai keberlanjutan pembangunan pedesaan.
Kerja sama antara Indonesia dan China dalam Program Pelatihan Kader Pedesaan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun desa-desa di Indonesia.
Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, Indonesia dapat belajar dari keberhasilan China dalam pengembangan desa, sekaligus mengadaptasi teknologi dan metode yang paling sesuai dengan kondisi lokal.
Program ini juga merupakan contoh nyata bagaimana pemerintah Indonesia berupaya untuk mempercepat pembangunan desa dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan terus melaksanakan pelatihan dan kunjungan seperti ini, diharapkan akan ada lebih banyak desa di Indonesia yang dapat mengadopsi praktik terbaik dari berbagai belahan dunia, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia yang kini memasuki sesi kelima merupakan salah satu langkah strategis dalam membangun desa yang lebih maju dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan China, para kepala desa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari praktik pembangunan pedesaan yang sukses diterapkan di China dan kemudian mengimplementasikannya di Indonesia.
Dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan, program ini diharapkan dapat mendorong transformasi desa-desa Indonesia menuju arah yang lebih progresif dan mandiri. (xpr)







