Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global 2026

INBERITA.COM, Indonesia memasuki tahun 2026 dengan dinamika ekonomi global yang masih sulit diprediksi. Sejumlah gejolak eksternal mulai dari konflik geopolitik, tekanan suku bunga internasional, perlambatan perdagangan dunia, hingga fluktuasi harga komoditas menjadi faktor yang terus membayangi stabilitas ekonomi nasional.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah menegaskan upaya penguatan fundamental ekonomi akan menjadi fokus utama agar Indonesia tetap mampu bertahan dan tumbuh.

Sejumlah indikator dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pondasi ekonomi Indonesia relatif terjaga. Konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama perekonomian, masih stabil.

Pemulihan sektor industri, yang sebelumnya tertekan pandemi, mulai terlihat, terutama di bidang manufaktur, energi, dan teknologi.

Di saat bersamaan, arus investasi domestik di berbagai sektor menunjukkan tren peningkatan, menandakan adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek jangka menengah Indonesia.

Kebijakan fiskal pemerintah juga diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga kelompok rentan dari dampak inflasi. Pengendalian harga pangan dan distribusi bantuan sosial terus digencarkan agar tekanan inflasi tidak melebar.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai risiko eksternal yang dapat memengaruhi struktur ekonomi nasional, terutama mengingat ketergantungan Indonesia terhadap sejumlah komoditas tertentu.

Perubahan harga komoditas global semakin terasa dampaknya pada ketahanan ekonomi dalam negeri. Sektor ekspor, misalnya, sangat sensitif terhadap gejolak pasar internasional.

Gangguan jalur logistik global—mulai dari hambatan pelayaran hingga ketegangan geopolitik—berpotensi memicu kenaikan biaya distribusi dan meningkatkan tekanan inflasi impor.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah kembali menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi serta penguatan rantai pasok dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal.

Salah satu strategi utama pemerintah adalah percepatan hilirisasi industri. Hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk nasional dan memperkuat sektor manufaktur agar tidak hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah.

Pengembangan kawasan industri terpadu di luar Jawa juga menjadi langkah strategis untuk memeratakan pembangunan sekaligus memperluas basis ekonomi nasional.

Investasi yang diarahkan ke daerah-daerah tersebut diharapkan mampu menciptakan sentra-sentra ekonomi baru dan mendorong tumbuhnya lapangan kerja.

Dari sisi kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus utama. Bank sentral meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kebijakan moneter negara maju yang dapat mengguncang pasar keuangan global.

Selain itu, penguatan sektor perbankan dilakukan melalui pengawasan ketat, mitigasi risiko kredit, dan dorongan terhadap perluasan layanan keuangan digital. Upaya ini dimaksudkan untuk memastikan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga meskipun volatilitas pasar global meningkat.

Di tengah lanskap ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangan optimistis mengenai prospek pertumbuhan Indonesia.

Dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam, Prabowo menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan potensi positif dan memberi rasa tenang di tengah ketidakpastian dunia.

“Kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung dinamika geopolitik global yang terus berubah. Ia menyebut bahwa meskipun terdapat tanda-tanda optimistis bahwa konflik berskala besar mulai menunjukkan peluang penyelesaian—termasuk konflik di Gaza—ketegangan lain di sejumlah wilayah dunia justru semakin mencuat.

“Di tengah tanda-tanda optimis bahwa konflik peperangan besar sudah bisa kelihatan ada tanda-tanda dapat diselesaikan, muncul juga kondisi-kondisi ketegangan di tempat-tempat lain,” ujarnya.

Menurut Prabowo, situasi global yang tidak stabil ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain jika ingin tetap tangguh menghadapi gejolak internasional.

“Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain. Indonesia harus bisa mandiri dan berdikari,” tegasnya.

Prabowo menilai bahwa kemandirian ekonomi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui industrialisasi, pertanian modern, penguatan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menghadapi tahun 2026, pemerintah mendorong seluruh pihak—baik pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, maupun lembaga keuangan—untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah.

Ketika kondisi global sulit diprediksi, konsolidasi kebijakan domestik serta penguatan struktur ekonomi nasional disebut sebagai kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh lebih kuat. (***)