INBERITA.COM, Pemerintah bersama operator telekomunikasi bekerja keras untuk mempercepat pemulihan akses telekomunikasi di wilayah-wilayah terdampak bencana banjir bandang di Sumatera.
Salah satu langkah penting yang diambil adalah penambahan layanan berbasis satelit guna memastikan konektivitas tetap tersedia meskipun sebagian besar infrastruktur darat belum pulih.
Direktur Utama Bakti Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menambah titik akses internet di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi 14 lokasi.
Sebelumnya, layanan tersebut hanya tersedia di 10 titik. Penambahan titik ini bertujuan untuk memperluas jangkauan konektivitas bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Hari ini kita sudah menyediakan sampai 14 lokasi. Memang ada lokasi yang belum bisa kita tempuh karena ada jalan yang putus. Alhamdulillah, kami dibantu oleh Basarnas, TNI, dan BNPB dalam memobilisasi ke lokasi-lokasi tersebut. Bantuan ini sangat membantu dalam penyediaan akses internet,” kata Fadhilah dalam wawancara di Balai Monitoring Komdigi Medan pada Senin (1/12/2025).
Salah satu solusi yang diandalkan dalam pemulihan ini adalah penggunaan layanan internet satelit dari Starlink, milik SpaceX dan Satria-1.
Fadhilah menjelaskan bahwa Starlink telah menyediakan 32 unit perangkat satelit, yang juga dilengkapi dengan genset untuk memastikan perangkat tersebut dapat berfungsi di lapangan.
Perangkat satelit ini sudah mulai beroperasi di beberapa lokasi, termasuk di Tapanuli Tengah, yang meliputi SMA dan posko-posko BNPB.
“Sekarang sudah mulai on air di beberapa tempat, termasuk di Tapanuli Tengah, di SMA dan juga posko-posko BNPB,” tambahnya.
Selain itu, Fadhilah menyebutkan bahwa permintaan untuk titik akses baru masih terus berkembang. Saat ini, usulan dari BNPB, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatatkan sebanyak 139 lokasi yang membutuhkan layanan internet.
Pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan layanan WiFi dapat dipasang di lokasi-lokasi yang belum terjangkau.
“Selain itu, kami harapkan apabila nanti di lokasi-lokasi penambahan baru, karena per hari ini usulan dari BNPB, Pemda, maupun Kemendagri itu ada 139 lokasi, kami akan koordinasi kembali untuk penyediaan backup berupa WiFi di lokasi-lokasi tersebut,” ungkap Fadhilah, yang akrab disapa Indah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa pengerahan akses internet satelit menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan kelancaran komunikasi di tengah keterbatasan infrastruktur darat.
“Memang saat ini kita sangat mengandalkan Satria dan Starlink untuk memenuhi kebutuhan darurat ini, terutama dalam masa kritis ini, sebagai bagian dari persiapan untuk pemulihan secara keseluruhan,” kata Wayan.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memimpin rapat koordinasi penanganan akses telekomunikasi di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Dalam rapat tersebut, turut hadir pimpinan penyelenggara telekomunikasi, seperti Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung, Director & Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys, serta Market Access Manager Starlink Indonesia Tommy Des Mulianta.
Bantuan akses telekomunikasi berbasis satelit ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendukung pemulihan wilayah yang terdampak, terutama untuk mempermudah koordinasi bantuan kemanusiaan dan memberikan informasi yang diperlukan oleh masyarakat yang terdampak bencana.
Diharapkan, dengan adanya fasilitas ini, pemulihan daerah yang terdampak dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (*)