Operasi Penertiban Sabung Ayam di Tegal Berujung Tragis, Satu Orang Meninggal Setelah Kabur & Terjun ke Sungai

INBERITA.COM, Peristiwa tragis terjadi di Kota Tegal, Jawa Tengah, ketika seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah terjun ke sungai saat aparat melakukan operasi penertiban sabung ayam.

Kejadian ini mengguncang masyarakat setempat dan menyoroti betapa berbahayanya tindakan panik saat penegakan hukum dilakukan. Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta penting mengenai kejadian tersebut.

Tragedi ini bermula pada Minggu (1/3/2026), ketika aparat Polres Tegal Kota menggelar razia di Jalan Timor Timur RT 06 RW 10, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.

Lokasi ini sebelumnya diketahui menjadi pusat aktivitas sabung ayam yang cukup meresahkan warga. Operasi penertiban dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat yang menginginkan penghapusan praktik perjudian tersebut.

Ketika aparat tiba di lokasi, situasi yang awalnya tenang berubah menjadi panik. Banyak orang yang berada di lokasi razia berusaha melarikan diri untuk menghindari penangkapan.

Keputusan melarikan diri dengan terjun ke sungai menjadi pilihan instan bagi beberapa orang yang merasa ketakutan.

Dalam suasana kacau tersebut, empat orang, termasuk Muhammad Akbar (32), warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dilaporkan terjun ke Sungai Ketiwon yang berada dekat dengan lokasi razia. Keputusan mereka untuk menceburkan diri ke sungai diyakini dilakukan secara spontan karena kepanikan.

Namun, hanya tiga orang yang berhasil selamat setelah melompat ke sungai, sedangkan Muhammad Akbar tidak muncul kembali ke permukaan.

Laporan orang hilang segera diterima oleh aparat, dan tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk mencari keberadaan korban di sepanjang aliran sungai.

Proses pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari polisi, relawan, serta nelayan setempat. Pencarian tidaklah mudah karena kondisi sungai yang memiliki arus deras dan air yang keruh.

Hal ini menyulitkan tim SAR untuk dapat melihat dengan jelas di dalam air. Karena kemungkinan korban terbawa arus hingga ke laut, area pencarian pun diperluas sampai ke wilayah pesisir.

Upaya pencarian yang dilakukan selama lebih dari 24 jam akhirnya membuahkan hasil pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Jasad Muhammad Akbar ditemukan oleh seorang nelayan di perairan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, saat sedang menarik jaring ikan.

Nelayan yang merasakan ada beban tidak biasa di jaringnya segera memeriksa dan menemukan tubuh manusia terjebak di dalamnya.

Penemuan jasad ini segera dilaporkan kepada aparat dan tim SAR yang datang untuk proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan armada Satpolairud Polres Kabupaten Tegal untuk proses identifikasi di Rumah Sakit Mitra Siaga.

Proses evakuasi jenazah Muhammad Akbar berjalan lancar dengan pengamanan dari petugas. Jenazah kemudian dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil identifikasi memastikan bahwa korban adalah Muhammad Akbar, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjun ke sungai dalam operasi razia sabung ayam.

Informasi sementara menunjukkan bahwa Sungai Ketiwon memiliki arus yang cukup deras pada saat kejadian, ditambah dengan kondisi air yang keruh, yang diduga menjadi faktor utama kesulitan korban untuk menyelamatkan diri setelah terjun.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai seluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk kronologi lengkap saat operasi penertiban berlangsung.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan kooperatif saat ada operasi penertiban. Aparat menegaskan bahwa melarikan diri secara gegabah, terutama dengan melompat ke sungai, bisa berakibat fatal.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kepanikan dalam situasi penegakan hukum dapat berujung pada tragedi yang tidak diinginkan.

Keluarga Muhammad Akbar kini tengah berduka atas kepergian korban. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh proses penanganan peristiwa ini dilakukan sesuai prosedur, dan penyelidikan terkait kejadian tersebut masih terus berjalan.