Mobil Lexus Hancur Tertimpa Pohon di Pondok Indah, Ternyata Mantan Direktur Danareksa Korbannya!

Lexus tertimpa pohon di jakselLexus tertimpa pohon di jaksel

INBERITA.COM, Kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam pada Minggu siang, 26 Oktober 2025. Sebuah pohon palem raksasa setinggi 15 meter tumbang dan menimpa mobil Lexus yang tengah melintas di Jalan Metro Pondok Indah Raya.

Nahas, insiden itu menewaskan sang pengemudi yang belakangan diketahui sebagai mantan Direktur PT Danareksa (Persero), Harry Nugroho Prasetyo Danardojo.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.59 WIB, ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Pondok Indah.

Dalam hitungan detik, sebuah pohon palem berdiameter sekitar 60 sentimeter roboh ke badan jalan, tepat mengenai mobil Lexus yang dikendarai korban. Mobil berwarna hitam tersebut ringsek parah dan tak lagi berbentuk utuh di bagian depan serta atap.

Kepala Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Muhammad Yohan, membenarkan kejadian tersebut.

“Hujan berintensitas tinggi dan angin kencang menyebabkan pohon palem berdiameter sekitar 60 sentimeter dan tinggi 15 meter tumbang dan menimpa satu unit mobil Lexus,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Akibat kerasnya benturan, atap mobil hingga kursi dalam ikut bengkok. Kap depan hancur total, dan kerusakan parah terlihat hingga ke kabin penumpang.

“Di bagian kap hancur, penyek, parah sampai kursi dalam juga bengkok ke bawah. Atap kena, rata sepintu,” ujar Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito, saat dikonfirmasi Selasa (28/10/2025).

Menurut Harnas, mobil korban menjadi satu-satunya kendaraan yang tertimpa dalam kejadian itu. Lokasi kejadian berada di jalur kiri arah belokan perempatan Pondok Indah, area yang kerap padat saat hujan deras.

“Dia kan di sebelah kiri untuk belok ke kiri yang di perempatan Pondok Indah, biasanya padat merayap. Mungkin lagi antre, kendaraan belok kiri atau gimana kena (pohon) jatuh,” tuturnya.

Polisi telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan aktivitas terakhir korban sebelum kejadian, namun belum diperoleh informasi ke mana tujuan Harry saat itu.

“Kami sudah tanyakan ke pihak keluarga, tapi belum ada yang tahu mau ke mana,” tambah Harnas.

Evakuasi berlangsung dramatis di tengah guyuran hujan yang tak kunjung reda. Petugas gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, PPSU, Satpol PP, serta kepolisian, dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material pohon tumbang.

Proses evakuasi memakan waktu hampir dua jam karena posisi pohon yang menjepit kuat bodi mobil. Setelah upaya keras, jasad korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Satu korban meninggal dunia. Laki-laki usia kurang lebih 50 tahun,” ujar Yohan menegaskan.

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di kawasan Pondok Indah lumpuh total selama proses evakuasi.

Pohon palem besar yang menutupi hampir seluruh badan jalan membuat kendaraan lain tak bisa melintas, memicu kemacetan panjang dari arah Pondok Indah Mall hingga ke Jalan Arteri Pondok Indah. Setelah alat berat dikerahkan, barulah batang pohon berhasil dipotong dan dipindahkan dari lokasi kejadian.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu menyebut, angin bertiup sangat kencang sesaat sebelum pohon tumbang.

“Tiba-tiba angin gede banget, terus denger suara kayak gemuruh, pas lihat ternyata pohon jatuh nimpain mobil,” kata salah satu saksi di lokasi.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kejadian pohon tumbang yang menelan korban jiwa di Jakarta akibat cuaca ekstrem.

Di musim pancaroba seperti sekarang, risiko tersebut memang meningkat tajam, terutama di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon berusia tua dan berukuran besar seperti Pondok Indah, Menteng, atau Kebayoran Baru.

Pihak Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pohon-pohon besar di wilayah rawan, termasuk di area Pondok Indah, untuk memastikan keamanan publik.

Pemeriksaan meliputi kekuatan akar, struktur batang, hingga potensi keretakan akibat usia pohon yang sudah puluhan tahun.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa dan faktor penyebab utama tumbangnya pohon tersebut.

Meski dugaan awal mengarah pada cuaca ekstrem dan tiupan angin kencang, investigasi lanjutan akan menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam perawatan pohon di kawasan tersebut.

Harry Nugroho Prasetyo Danardojo dikenal sebagai mantan Direktur PT Danareksa (Persero) yang pernah aktif di dunia keuangan nasional.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai rencana pemakaman. Namun, berbagai ucapan belasungkawa mengalir di media sosial, terutama dari kalangan profesional di industri keuangan dan pasar modal.

Tragedi yang menimpa Harry menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan pentingnya perawatan dan pemantauan rutin terhadap pohon-pohon besar di ruang publik.

Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

Cuaca yang tidak menentu dan kekuatan alam yang sulit diprediksi memang seringkali membawa risiko tinggi. Namun, dengan sistem pengawasan lingkungan yang lebih ketat dan mitigasi dini, kejadian serupa diharapkan tidak kembali terulang. (xpr)