INBERITA.COM, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia yang dipengaruhi oleh Siklon Tropis Fengshen.
Berdasarkan informasi yang diterbitkan dalam Buletin Informasi Siklon Tropis pada Senin (20/10), BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bakal mengguyur berbagai daerah, terutama di Kalimantan dan Sumatra.
BMKG mengungkapkan bahwa Siklon Tropis Fengshen, yang kini berada di wilayah perairan Filipina, memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
Siklon ini diperkirakan akan menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, termasuk Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Selama periode tersebut, hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah-wilayah tersebut,” ungkap BMKG dalam keterangannya.
Selain itu, Siklon Tropis Fengshen juga diperkirakan akan menyebabkan gelombang laut dengan kategori sedang (1,25-2,5 meter) di Laut Natuna Utara.
Siklon Tropis Fengshen, yang berada di posisi 18,4 derajat Lintang Utara (LU) dan 114,1 derajat Bujur Timur (BT) pada update terakhir, terpantau sekitar 1.720 kilometer sebelah utara barat Laut Tarakan.
Siklon ini bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 13 knots (25 km/jam) dan kecepatan angin maksimum sekitar 40 knots (75 km/jam).
BMKG memprediksi bahwa pada Rabu (22/10), siklon ini akan terus bergerak menjauhi Indonesia, dengan kecepatan berkurang menjadi 9 knots (16 km/jam).
Siklon Tropis Fengshen sendiri berkembang dari Bibit Siklon Tropis 96W yang muncul pada 14 Oktober 2025 di Laut Filipina, sebelah barat Guam.
Bibit tersebut akhirnya berkembang menjadi siklon tropis pada 18 Oktober 2025, yang kini berpotensi menambah intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Meski begitu, BMKG juga memperingatkan bahwa cuaca panas pada siang hari tetap berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, terutama dalam sepekan ke depan.
“Meskipun hujan diprediksi meningkat di sebagian wilayah Indonesia, cuaca panas pada siang hari masih mungkin terjadi,” ujar BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan untuk periode 21 hingga 27 Oktober 2025.
Selama sepekan terakhir, BMKG mencatat beberapa wilayah di Indonesia bagian selatan mengalami cuaca panas ekstrem.
Misalnya, suhu maksimum tercatat mencapai 36,4 derajat Celsius di Kertajati, Jawa Barat; 37,4 derajat Celsius di Surabaya, Jawa Timur; dan 38,2 derajat Celsius di Karanganyar, Jawa Tengah.
Sementara itu, hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 100 mm/hari tercatat terjadi di beberapa lokasi, seperti di Gunung Sitoli, Sumatera Utara (121,5 mm/hari), Nangapinoh, Kalimantan Barat (110,6 mm/hari), serta Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (157,2 mm/hari).
Dalam sepekan mendatang, BMKG memprediksi peningkatan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil Papua.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor dinamis atmosfer yang saling berkaitan, termasuk aktifnya gelombang atmosfer di beberapa wilayah Indonesia, serta keberadaan siklon tropis dan bibit siklon tropis yang mempengaruhi pola cuaca.
“Faktor dinamika atmosfer yang terjadi di skala global, regional, dan lokal, seperti aktifnya gelombang atmosfer, serta adanya konvergensi dan konfluensi angin, dapat memicu kondisi atmosfer yang relatif labil, yang mendorong terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelas BMKG.
Pada skala global, BMKG menyebutkan bahwa nilai Dipole Mode Index (DMI) saat ini menunjukkan angka negatif sebesar −1.39, yang mengindikasikan peningkatan suplai uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.
Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan di kawasan tersebut. Selain itu, BMKG memperkirakan bahwa gelombang Rossby Ekuator yang bergerak ke arah barat akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur.
Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diperkirakan akan aktif di wilayah-wilayah tertentu seperti Lampung, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Selat Karimata.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, seperti hujan lebat yang disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di beberapa wilayah Indonesia.
Dengan memperhatikan dinamika atmosfer yang terus berkembang, BMKG berharap agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (xpr)







