INBERITA.COM, Indonesia bersiap mencatatkan sejarah baru di sektor transportasi jalan tol dengan rencana pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), yang dirancang menjadi salah satu tol terpanjang di Tanah Air.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan proyek ini akan mulai dibangun pada 2026, setelah melalui proses lelang yang berulang dan evaluasi mendalam. Tol Getaci kini telah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025.
“Targetnya sih kalau bisa 2026 ya 2026,” ujar Dody Hanggodo saat kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat, Rabu (04/11/2025).
Rencana pembangunan tol ini menimbulkan perhatian besar dari investor dan publik, bukan hanya karena panjang jalurnya yang luar biasa, tetapi juga karena kompleksitas teknis yang harus dihadapi.
Namun, Dody menegaskan pemerintah akan memastikan pembangunan berjalan lancar dan tidak terburu-buru.
“Kita tidak mau terlalu buru-buru, kalau buru-buru desain enggak bagus juga,” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan tol yang aman, nyaman, dan sesuai standar kualitas tinggi, meski waktu konstruksi mungkin memerlukan kesabaran.
Pembangunan Tol Getaci Dilakukan Secara Bertahap
Dody Hanggodo menegaskan, meskipun tol Getaci akan menghubungkan Bandung hingga Cilacap, pembangunan akan dilakukan per segmen.
Tahap awal pembangunan fokus pada wilayah Tasikmalaya sebelum dilanjutkan hingga mencapai Cilacap, Jawa Tengah.
“Per segmen, sementara Tasik dulu, tapi (sampai) ke Cilacap,” ujarnya.
Pendekatan bertahap ini dipilih agar proses konstruksi lebih terkendali, meminimalkan risiko teknis, dan memastikan hasil akhir memenuhi standar keamanan serta kenyamanan pengguna tol.
Tol Getaci: Menghubungkan Dua Provinsi Strategis
Tol Getaci dirancang membentang dari Bandung, Jawa Barat, hingga Cilacap, Jawa Tengah, dengan total panjang jalur mencapai 206,65 km.
Rinciannya, tol akan melintasi wilayah Priangan Timur sepanjang 171,40 km di Jawa Barat dan 35,25 km di Jawa Tengah hingga mencapai Cilacap.
Proyek tol ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antarprovinsi, mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional di kedua provinsi.
Dengan akses tol yang lebih cepat, kawasan Priangan Timur dan Cilacap diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas ekonomi, pariwisata, dan investasi.
Selain itu, tol Getaci juga dianggap strategis dalam mengurangi kemacetan di jalur nasional yang selama ini menjadi jalur utama transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Jalan tol ini diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi pengguna.
Investor dan Publik Antusias dengan Tol Getaci
Keberadaan tol ini telah menarik perhatian sejumlah investor karena potensinya yang besar dalam meningkatkan konektivitas dan nilai ekonomi kawasan yang dilintasi.
Kompleksitas teknis yang tinggi, termasuk pembangunan jembatan dan terowongan di beberapa segmen, menjadi tantangan sekaligus daya tarik proyek ini.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kualitas dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan.
Desain tol akan dikaji secara matang untuk menghindari kesalahan konstruksi yang dapat berdampak jangka panjang.
Sejarah Baru Infrastruktur Jalan Tol di Indonesia
Dengan panjang total lebih dari 200 km, Tol Getaci diproyeksikan menjadi salah satu tol terpanjang di Indonesia.
Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga simbol kemajuan konektivitas antarprovinsi dan modernisasi jaringan transportasi nasional.
Tol Getaci diharapkan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur dan Cilacap.
Proyek ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur strategis nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2025.
Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal panjang tol, tetapi juga kualitas dan kesinambungan pembangunan.
Pendekatan per segmen diyakini menjadi strategi tepat untuk memastikan tol ini berfungsi optimal ketika selesai dibangun.
Dengan persiapan matang, tol Getaci diperkirakan akan mengubah wajah transportasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah, membuka peluang ekonomi baru, serta mempermudah mobilitas warga dari Bandung hingga Cilacap.
Pemerintah menargetkan konstruksi dimulai pada 2026, menjadikan proyek ini salah satu tonggak penting dalam sejarah infrastruktur jalan tol Indonesia. (mms)







