INBERITA.COM, Selebriti sekaligus psikolog anak terkenal, Kak Seto, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengalami mild stroke atau stroke ringan.
Kak Seto membagikan pengalaman ini melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (28/10/2025), dengan mengungkapkan bahwa gejala pertama yang ia rasakan adalah pusing yang tidak biasa dan rasa linglung di kepala.
Menurut Kak Seto, gejala tersebut muncul sekitar seminggu sebelum ia melakukan serangkaian pemeriksaan medis.
“Seminggu yang lalu saya merasakan gejala yang tidak seperti biasanya, yaitu pusing di bagian kepala dan seperti linglung,” tulis Kak Seto dalam postingannya.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk MRI (Magnetic Resonance Imaging), EKG (Elektrokardiogram), dan tes darah, dokter menyatakan bahwa Kak Seto terkena stroke ringan yang memengaruhi fungsi kognitifnya, bukan motorik.
“Ternyata saya terdiagnosa ‘Mild Stroke’ (Stroke Ringan) yang menyerang fungsi kognitif, bukan motorik. Saya juga mengalami Aritmia, yaitu kondisi di mana detak jantung tidak beraturan,” ungkapnya.
Lantas, apa itu mild stroke atau stroke ringan? Mengapa kondisi ini perlu diwaspadai, meski gejalanya tampak ringan?
Berikut ulasan lengkap mengenai mild stroke yang juga dialami Kak Seto.
Apa Itu Mild Stroke?
Mild stroke, yang juga dikenal dengan istilah Transient Ischemic Attack (TIA), adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu, tetapi gejalanya relatif ringan dan fungsi neurologis hanya sedikit terganggu.
Walaupun stroke ringan ini tidak menyebabkan kerusakan otak permanen seperti stroke pada umumnya, kondisi ini harus tetap diwaspadai karena dapat menjadi pertanda bahwa seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke parah di masa depan.
Mengutip dari Archive of Physical Medicine and Rehabilitation (ACRM), penderita stroke ringan biasanya akan dirawat di rumah sakit hanya dalam waktu singkat, dan gejalanya bisa mereda setelah beberapa waktu.
Meskipun gejalanya hilang, stroke ringan tetap menjadi peringatan serius bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, karena penderita memiliki kemungkinan besar untuk mengalami stroke yang lebih berat di kemudian hari.
Gejala Stroke Ringan
Gejala stroke ringan seringkali mirip dengan stroke berat, sehingga sangat penting untuk mengenalinya dengan cepat dan segera mencari pertolongan medis.
Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa gejala stroke ringan yang perlu diwaspadai:
- Mati rasa atau kelemahan mendadak di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh. Misalnya, wajah terlihat menurun di satu sisi atau kesulitan menggerakkan salah satu tangan.
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain. Penderita stroke ringan bisa berbicara cadel, melantur, atau tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana.
- Penglihatan kabur atau ganda, bahkan bisa hilang pada salah satu mata.
- Kehilangan keseimbangan dan koordinasi, di mana penderita merasa pusing, limbung, atau sulit berjalan lurus.
- Sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Meskipun lebih sering terjadi pada stroke berat, gejala ini juga bisa muncul pada stroke ringan.
- Kebingungan mendadak atau kesulitan berpikir.
Gejala-gejala ini biasanya berlangsung dalam hitungan menit hingga jam, kemudian menghilang sepenuhnya.
Namun, meski gejalanya hilang, penderita stroke ringan tidak boleh mengabaikan kondisi ini, karena bisa menjadi sinyal bahwa risiko stroke berat semakin meningkat.
Penyebab Stroke Ringan
Stroke ringan terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat sementara, yang menyebabkan bagian otak tertentu tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.
Beberapa penyebab umum stroke ringan antara lain:
- Penyumbatan pembuluh darah akibat gumpalan darah (trombosis), yang bisa terbentuk di otak atau terbawa dari bagian tubuh lain seperti jantung.
- Penumpukan plak di pembuluh darah, seperti kolesterol yang menumpuk di dinding arteri, menyebabkan pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke otak terhambat.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi), yang bisa merusak dinding arteri dan memicu terbentuknya gumpalan darah.
- Penyakit jantung, termasuk gangguan irama jantung (fibrilasi atrium) atau penyakit katup jantung, yang dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.
- Kadar gula darah tinggi (diabetes), yang dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
- Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang berolahraga, pola makan tinggi lemak jenuh, dan konsumsi alkohol berlebihan juga bisa meningkatkan risiko stroke ringan.
Penderita yang telah mengalami stroke ringan memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar untuk mengalami stroke berat dalam waktu satu tahun jika tidak segera melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat.
Cara Mencegah Stroke Ringan
Stroke ringan bisa dicegah dengan mengenali faktor risiko dan menjalani gaya hidup sehat.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar kasus stroke ringan terkait dengan kondisi medis dan pola hidup yang dapat dikendalikan.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengendalikan tekanan darah, dengan rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga agar tetap stabil melalui pola makan rendah garam dan cukup air, serta menghindari stres berlebihan.
- Menjaga kadar gula darah, bagi penderita diabetes, sangat penting untuk mengontrol gula darah dan melakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter.
- Mengontrol kadar kolesterol, dengan membatasi konsumsi makanan berlemak jenuh, serta meningkatkan asupan ikan, buah, dan sayuran.
- Berhenti merokok, karena nikotin dan karbon monoksida dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah.
- Membatasi konsumsi alkohol, karena konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar lemak darah.
- Berolahraga secara rutin, aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, atau yoga selama minimal 30 menit per hari dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
- Mengelola stres dengan baik, dengan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau hobi yang menenangkan.
- Melakukan pemeriksaan medis secara berkala, untuk memantau kesehatan jantung, tekanan darah, dan kadar kolesterol.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat mengurangi risiko stroke hingga 80%.
Oleh karena itu, semakin cepat kita mulai menjaga kesehatan, semakin kecil kemungkinan kita terkena stroke ringan atau berat di kemudian hari. (**)







