Megawati Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Tidak Hadir ke Istana Negara

Megawati pimpin upacara di lenteng agungMegawati pimpin upacara di lenteng agung
Megawati Soekarnoputri memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam HUT RI ke-81 di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

INBERITA.COM, Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan, memilih untuk memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Keputusan ini menegaskan pilihan simbolik yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ketika banyak tokoh nasional hadir di Istana Negara.

Pagi itu, Megawati tiba pukul 08.55 WIB dengan mengenakan pakaian berwarna merah, warna khas partainya. Ia didampingi Ketua DPP PDIP Puti Guntur Soekarno, menandakan dukungan keluarga dalam peringatan nasional ini.

Kedatangannya disambut oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto serta jajaran pengurus partai seperti Ahmad Basarah dan Romy Soekarno.

Sebelum upacara dimulai, Megawati meninjau pameran bertajuk “Jejak Merdeka Putra Sang Fajar” yang digelar di aula Masjid At-Taufiq.

Pameran ini menyajikan berbagai dokumen dan arsip sejarah, mulai dari detik-detik Proklamasi hingga perjalanan Bung Karno dalam perjuangan bangsa.

Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP, Bonnie Triyana, turut menjelaskan materi pameran kepada Megawati dan rombongan.

Pameran tersebut tidak hanya menampilkan arsip sejarah Proklamasi, tetapi juga rangkaian peristiwa penting seperti pertempuran Surabaya pada 27 Oktober 1945.

Dokumentasi ini mencakup arsip koran, foto, dan surat yang menggambarkan perlawanan rakyat terhadap pasukan Sekutu. Rangkaian pameran ini juga mengangkat tema perpindahan pusat pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Usai meninjau pameran, Megawati menuju lokasi upacara yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Sekretariat DPP PDIP Cornelius Anton bertindak sebagai komandan upacara, menegaskan peran struktural partai dalam acara ini.

Hasto Kristiyanto sebelumnya menyatakan bahwa Megawati ingin merayakan momentum HUT Kemerdekaan RI bersama seluruh kader PDIP, dari pengurus inti hingga satuan tugas.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kesekretariatan PDIP, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, menjelaskan bahwa peserta upacara terdiri atas pengurus inti DPD dan DPC PDIP DKI Jakarta. Mereka meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara partai serta badan dan sayap organisasi, termasuk Satgas PDIP.

Partai juga membuka kesempatan bagi kader di seluruh Indonesia untuk menyaksikan upacara melalui siaran langsung di media sosial.

Setelah upacara, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus, seperti balap karung, makan kerupuk, dan panjat pinang.

“Partai mengundang warga sekitar Lenteng Agung untuk ikut menyaksikan dan berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 ini,” ujar Yoseph.

Acara ini menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.

Kehadiran Megawati di Lenteng Agung, bukan di Istana Negara, mencerminkan pilihan politik dan simbolik yang kuat.

Ia memilih untuk hadir di lingkungan partainya, tepatnya di Sekolah Partai PDIP, untuk menunjukkan komitmen terhadap kader dan konstituen. Langkah ini juga dapat dibaca sebagai upaya untuk memperkuat citra PDIP sebagai partai yang dekat dengan rakyat.

Pilihan lokasi ini juga menegaskan peran PDIP sebagai salah satu pilar demokrasi Indonesia.

Dengan menggelar upacara di tingkat akar rumput, partai ini menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni formal, tetapi juga perayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal ini berpotensi meningkatkan partisipasi publik dalam peringatan nasional.

Megawati Soekarnoputri, dengan segala pengalaman dan pengaruhnya, tetap menjadi sosok yang mampu menggerakkan massa. Kehadirannya di Lenteng Agung bukan sekadar simbol, tetapi juga pengingat akan perjuangan panjang bangsa Indonesia.

Upacara ini menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah sekaligus merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan.