Ledakan Saluran Limbah di Teras Malioboro, 3 Wisatawan Alami Luka Bakar

Tiga Wisatawan Terluka Akibat Ledakan SAL di Malioboro, Ini PenyebabnyaTiga Wisatawan Terluka Akibat Ledakan SAL di Malioboro, Ini Penyebabnya
Ledakan di Teras Malioboro Diduga Akibat Gas Metana, 3 Wisatawan Luka.

INBERITA.COM, Ledakan saluran air limbah (SAL) di kawasan Teras Malioboro, Yogyakarta, pada Senin (30/3/2026) pagi mengejutkan pengunjung dan pelaku usaha yang tengah bersiap memulai aktivitas.

Insiden tersebut menyebabkan tiga wisatawan asal Jawa Timur mengalami luka bakar ringan setelah terdampak paparan gas dari bawah tanah.

Peristiwa ledakan SAL di Teras Malioboro ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB, saat kondisi kawasan wisata tersebut masih relatif sepi.

Namun, beberapa pengunjung sudah berada di lokasi. Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu (BLUT) KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut tergolong luar biasa karena terjadi secara tiba-tiba di area publik.

“Meskipun suasana masih agak sepi, terdapat tiga orang pengunjung yang menjadi korban terkait kejadian luar biasa ini,” ujarnya.

Tiga korban yang diketahui merupakan satu keluarga, yakni ZA (60), MI (54), dan O (15), mengalami luka bakar ringan dengan tingkat keparahan sekitar 2 hingga 5 persen.

Mereka sempat mendapatkan perawatan medis di RSUP Dr. Sardjito sebelum akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi dinyatakan membaik.

“Sekarang sudah dirujuk pulang dari rumah sakit dan kondisinya telah pulih,” imbuh Wisnu.

Ledakan saluran limbah di Malioboro ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi gas metana di dalam sistem saluran yang tertutup.

Wisnu menjelaskan, pihak pengelola langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi korban ke rumah sakit serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna melakukan penanganan dan investigasi lebih lanjut.

“Kemungkinan adalah gas metan yang terakumulasi, namun masih dalam proses investigasi mendalam,” jelasnya.

Menurut Wisnu, sistem saluran limbah di kawasan Teras Malioboro sebenarnya rutin dibersihkan sebanyak dua kali dalam sebulan.

Namun, lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan selama periode libur Lebaran diduga menjadi faktor yang meningkatkan volume limbah secara drastis, sehingga memicu potensi penyumbatan.

“Setelah Lebaran, kunjungan per hari bisa mencapai sekitar 20.000 orang,” kata Wisnu.

Lonjakan pengunjung tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan pada sistem saluran limbah, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan akumulasi gas berbahaya seperti metana.

Kondisi tersebut diperparah jika terjadi penyumbatan yang menghambat sirkulasi gas.

Sementara itu, pihak kepolisian juga membenarkan kejadian ledakan SAL di Teras Malioboro tersebut.

PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menyebutkan bahwa ledakan berasal dari saluran limbah yang mengalami penyumbatan.

“Ledakan disebabkan oleh akumulasi gas pada saluran air limbah yang tersumbat atau mampet,” ujarnya.

Anton menjelaskan, tekanan gas dari dalam tanah menyebabkan material lantai konblok di permukaan terangkat dan hancur.

Bahkan, dari hasil awal di lokasi kejadian, ditemukan empat titik saluran limbah yang meledak secara bersamaan.

Ledakan tersebut memicu semburan gas panas dari dalam saluran yang kemudian mengenai para korban yang berada tidak jauh dari titik ledakan.

Beruntung, luka yang dialami korban tidak tergolong parah dan dapat segera ditangani oleh tim medis.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pengelola kawasan wisata Malioboro, terutama dalam hal pengelolaan infrastruktur saluran limbah di tengah tingginya intensitas kunjungan wisatawan.

Investigasi lanjutan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Insiden ledakan saluran limbah di Teras Malioboro ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan rutin terhadap sistem utilitas publik, khususnya di kawasan dengan tingkat kunjungan tinggi, guna menjamin keselamatan pengunjung dan pelaku usaha.