INBERITA.COM, Proyek peninggian jalan di ruas Kaligawe, Semarang, telah dimulai pekan ini. Proyek yang menghubungkan kawasan Semarang dengan sejumlah kota di Pantura ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Rencana peninggian jalan Pantura Kaligawe tersebut dipastikan akan dilaksanakan hingga 1 meter untuk memitigasi risiko banjir yang kerap merendam jalan dan menyebabkan kemacetan parah.
Peninggian Jalan Pantura Kaligawe: Antisipasi Banjir dan Pemeliharaan Infrastruktur
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, proyek ini menjadi tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), meskipun DPU Kota Semarang juga terlibat dalam koordinasi wilayah dan utilitas.
Suwarto menjelaskan bahwa seluruh ruas jalan Pantura Kaligawe, mulai dari pertigaan Terboyo hingga terowongan Tol Kaligawe, akan dinaikkan ketinggiannya sekitar satu meter.
“Ditinggikan semua ruas jalan itu satu meter, nanti,” ujar Suwarto pada Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan bahwa bagian sisi kanan sungai akan dipasang seabelt untuk memperkuat struktur jalan, sementara sisi kiri telah mulai dinormalisasi oleh BPJN.
Proses peninggian dilakukan dengan berbagai tahapan. Dimulai dari penimbunan dengan agregat atau sertu (pasir batu) sebagai lapisan bawah, kemudian dilanjutkan dengan pemberian lapisan LPA (Lapisan Penyeimbang Agregat), dan terakhir dilakukan pembetonan.
Betonnya sendiri, kata Suwarto, mengikuti standar nasional dengan ketebalan 30 cm, ditambah dengan beton lantai kerja setebal 10 cm, sehingga total ketebalan beton bisa mencapai 40 cm.
Suwarto juga mengungkapkan bahwa proyek ini akan berfokus pada pengaturan aliran air dan normalisasi sungai.
BPJN telah memulai normalisasi Kali Sringin, termasuk pembangunan sodetan permanen menuju Embung Unisula, yang diharapkan dapat membantu aliran air lebih lancar dan mencegah terjadinya genangan.
Selain itu, pompa air juga sudah dipasang di Tebangsari untuk menarik air dari Padi Raya menuju Kali Tenggang, yang dapat mengurangi potensi banjir di sekitar area tersebut.
“Saat seabelt selesai, pengerukan sedimen akan segera dilakukan, karena sebelumnya pengerukan tidak bisa dilakukan tanpa struktur seabelt yang selesai,” jelas Suwarto.
Dengan adanya normalisasi ini, diharapkan sistem drainase dan pengelolaan air di wilayah tersebut dapat berjalan lebih efektif, meminimalisir terjadinya genangan air yang menghambat arus lalu lintas.
Pekerjaan peninggian jalan sepanjang 1,8 kilometer ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2026. Suwarto menyebutkan bahwa proyek ini akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama fokus pada penimbunan dan pengerasan jalan di sisi kiri jalan menuju arah Demak.
Tahap selanjutnya akan menyentuh pengaturan pedestrian, median jalan, dan konektivitas aliran air sungai.
“2026 ini diharapkan bisa rampung karena panjang hanya 1,8 kilometer,” tambah Suwarto. Pekerjaan ini juga melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk BPJN dan utilitas setempat, untuk memastikan koordinasi berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
DPU Kota Semarang bertugas memastikan bahwa koordinasi antar instansi, seperti BPJN, pihak utilitas, serta warga setempat, tetap berjalan baik.
Hal ini penting untuk kelancaran pelaksanaan proyek, mengingat ruas jalan Kaligawe sering dilalui oleh kendaraan berat yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pihak DPU juga berkoordinasi dengan BPJN untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menyelesaikan masalah banjir, tetapi juga memperbaiki infrastruktur jalan agar dapat bertahan lama.
Suwarto menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada peninggian jalan, tetapi juga pengelolaan air yang lebih baik untuk mencegah banjir lebih lanjut.
Normalisasi sungai, pembangunan sodetan permanen ke Embung Unisula, serta pemasangan pompa air di beberapa titik, menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda Kaligawe.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko terjadinya banjir dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Pembangunan yang terkoordinasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan Pantura Kaligawe dan mempermudah mobilitas warga serta pengendara yang melintas di sana.
Selain itu, setelah seabelt selesai dibangun, proses pengerukan sedimen yang sebelumnya tertunda juga akan dilaksanakan, guna memperlancar aliran air sungai yang ada.
Proyek peninggian jalan di ruas Kaligawe, Semarang, menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah banjir yang sering mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga sekitar.
Dengan peninggian jalan sejauh 1 meter, normalisasi sungai, dan penguatan struktur jalan, diharapkan Kaligawe akan memiliki infrastruktur yang lebih tahan terhadap banjir.
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026 ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi mobilitas di kawasan Pantura dan mencegah terjadinya kerugian akibat banjir yang kerap terjadi di wilayah ini.
Dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan menjalankan proyek secara bertahap, diharapkan pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Semarang dan pengguna jalan Pantura secara keseluruhan. (*)