Kemacetan Parah di Garut-Bandung: 5.000 Kendaraan Padati Leles, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Dinamis

Macet parah garutMacet parah garut
Garut-Bandung Macet Horor! 5 Ribu Kendaraan Padati Leles

INBERITA.COM, Kemacetan luar biasa terjadi di jalur arteri Kabupaten Garut menuju Bandung pada Selasa, 24 Maret 2026, akibat puncak arus balik Lebaran yang memunculkan kekacauan di sejumlah titik utama.

Lebih dari 5.000 kendaraan tumpah ruah di sepanjang jalan, memadati kawasan Leles dan sekitarnya, yang mengarah ke Kota Bandung. Arus kendaraan yang mengular panjang menciptakan fenomena kemacetan ekstrem, menyulitkan pengemudi dan memperburuk kondisi lalu lintas.

Menghadapi lonjakan kendaraan yang sangat masif, polisi langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas dinamis, termasuk sistem buka-tutup jalur, untuk mengurai kemacetan di titik-titik krusial.

Salah satu titik yang paling menyiksa pengemudi adalah persimpangan empat Kubang yang semakin padat sejak siang hari.

Kepadatan ini tak hanya melibatkan kendaraan roda empat (mobil), tetapi juga ribuan sepeda motor yang bergabung dalam antrean panjang.

Satria Budi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Garut, mengungkapkan bahwa hingga pukul 13.00 WIB pada hari tersebut, lebih dari 3.000 kendaraan roda empat telah melintas menuju Bandung. Selain itu, data mencatat lebih dari 2.000 sepeda motor juga berdesakan di sepanjang jalur tersebut.

“Faktanya, hingga pukul 13.00 siang tadi, kami sudah mencatat lebih dari 3.000 mobil pribadi (R4) yang sudah merangsek keluar menuju Bandung, dan lebih dari 2.000 motor (R2) melintas di jalur yang sama,” kata Satria Budi, yang mengonfirmasi besarnya volume kendaraan yang melintas di jalur utama arteri Garut-Bandung.

Fenomena puncak arus balik Lebaran kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan analisis dari Dishub Garut, gelombang arus balik terbagi menjadi dua fase yang signifikan.

Gelombang pertama terjadi pada Selasa sore (H+4), sementara gelombang kedua diperkirakan akan terjadi pada 28 Maret 2026. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan waktu libur sekolah dan jadwal masuk kerja yang menyebabkan perbedaan pola pergerakan pemudik.

“Gelombang pertama pergerakan ribuan pemudik ini pecah masif pada hari Selasa sore ini. Namun jangan lengah, gelombang kedua justru diprediksi kembali padat merayap pada tanggal 28 Maret,” tambah Budi, yang menjelaskan mengapa dua fase pergerakan arus balik ini terjadi.

Penyebab dari perbedaan gelombang arus balik tersebut adalah perbedaan waktu libur sekolah anak-anak dan waktu masuk kerja orang tua. Banyak orang tua yang sudah kembali bekerja setelah libur Lebaran, sementara anak-anak masih menikmati waktu liburan mereka.

Petugas kepolisian di Garut berupaya keras mengurai kepadatan yang terjadi di titik-titik krusial. Di kawasan Tutugan Leles dan Jalan Baru Kadungora, yang terkenal dengan kemacetannya, polisi memberikan prioritas lebih besar untuk kendaraan yang mengarah keluar Garut menuju Bandung.

Sistem buka-tutup yang diterapkan bekerja seperti skema tarik-ulur untuk memastikan kendaraan tetap dapat bergerak meskipun dalam kondisi padat.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Dishub bekerja siang malam mengawal jalur arteri ini dengan intensitas tinggi, memastikan agar arus kendaraan tidak terhenti berjam-jam. Mereka juga mengawasi dengan seksama jalur-jalur alternatif yang dilalui oleh pemudik agar tidak terjebak dalam antrean panjang.

Kepala Dishub Garut, Satria Budi, juga mengingatkan bahwa meskipun puncak kemacetan terjadi pada Selasa sore, kepadatan arus lalu lintas diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari dan bahkan sampai dini hari.

Hal ini terjadi karena kendaraan kiriman dari arah Tasikmalaya terus mengalir deras ke Garut, memaksa petugas untuk kembali mengaktifkan sistem satu arah (one way) sewaktu-waktu.

“Limpahan kendaraan dari arah Tasikmalaya terus mengalir tanpa putus. Kami siap menghidupkan skema one way darurat kapan saja jika diperlukan,” ungkap Budi, yang menegaskan kesiapan pihaknya dalam menangani lonjakan kendaraan di jalur tersebut.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan terus memastikan pengamanan yang ketat di jalur arteri Garut hingga 29 Maret 2026.

Semua personel yang terlibat dalam pengamanan jalur mudik tetap bersiaga penuh (standby 24 jam) untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran. Tidak ada penurunan intensitas pengamanan meskipun sudah melewati puncak arus balik.

Dengan diperkirakan dua fase besar pergerakan pemudik, pihak kepolisian dan instansi terkait tidak hanya menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas, tetapi juga akan terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan respons cepat jika diperlukan.

Kemacetan parah yang terjadi di jalur arteri Garut menuju Bandung pada Selasa, 24 Maret 2026, menunjukkan betapa besar volume kendaraan yang melintas saat arus balik Lebaran.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas dan prioritas untuk kendaraan yang mengarah ke Bandung, kepolisian dan instansi terkait bekerja keras untuk mengurai kemacetan dan memastikan keselamatan pemudik.

Meski puncak pergerakan pemudik telah tercapai, gelombang kedua arus balik diperkirakan akan terjadi pada 28 Maret mendatang, sehingga pengamanan akan terus dilaksanakan dengan penuh kewaspadaan.