INBERITA.COM, Semarang – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk tronton, truk pengangkut paket, dan mobil Avanza terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di depan Pasar Banyumanik, Semarang, Sabtu (tanggal kejadian).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Semarang–Solo tertutup total selama berjam-jam.
Berdasarkan pantauan CCTV Pantausemar yang dikutip dari Media, hingga pukul 23.00 WIB jalan masih belum bisa dilalui kendaraan.
Petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
Terlihat pula sejumlah kendaraan roda dua terparkir di tepi jalan, sementara petugas bersama warga setempat mengarahkan pengendara lain untuk mencari rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan diduga karena truk tronton mengalami rem blong saat melaju dari arah Pudakpayung menuju bawah.
“Siap benar, rem blong tapi nggak ada korban jiwa. Itu nutup dua belah jalan, di depan pasar persis,” ujar Hengky saat dihubungi detikJateng.
Menurut Hengky, posisi kendaraan yang saling bertabrakan menyebabkan jalur di kedua arah tertutup total. “Kecelakaannya menutup dua jalan itu, sehingga macet,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasubnit Gakum Polrestabes Semarang, Iptu Rio Widiyanto, menjelaskan secara rinci kronologi kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan roda empat tersebut.
“Truk tronton muatan rongsok, truk satunya muatan paket, dan Avanza. Korban alhamdulillah nihil, sehat semua,” ungkap Rio.
Ia menambahkan, kecelakaan bermula ketika truk tronton berwarna oranye mengalami rem blong di turunan dari arah Pudakpayung.
Saat berusaha mengendalikan laju kendaraan, sopir tronton membanting setir ke kanan karena jalur kiri ramai dengan sepeda motor.
“Jadi truk oranye rem blong dari Pudakpayung ke bawah. Truk itu yang jalur kiri banyak sepeda motor, ditabrak ke kanan, disundul ke truk hijau. Melompat median jalan, akhirnya truk hijau kena mobil Avanza. Nihil korban,” jelas Rio.
Kerasnya benturan membuat truk tronton dan truk hijau berhenti di posisi melintang di tengah jalan, menutup seluruh lajur arah Semarang dan arah sebaliknya menuju Solo.
Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung. Petugas kepolisian dibantu tim pemadam dan warga berupaya mengevakuasi truk-truk besar yang terlibat kecelakaan menggunakan alat berat.
“Dua arah macet semua, ini lagi nunggu penanganan, nunggu crane sama derek,” kata Rio.
Kecelakaan yang terjadi di jalur utama penghubung Semarang–Solo itu sontak menjadi perhatian para pengguna jalan dan warga sekitar.
Banyak pengendara yang terpaksa memutar arah untuk mencari jalur alternatif menuju tujuan masing-masing.
Sejumlah warga juga terlihat membantu mengatur lalu lintas secara manual sebelum petugas sepenuhnya menguasai lokasi kejadian.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan berat, terutama pada sistem pengereman yang menjadi faktor vital dalam keselamatan berkendara di jalur menurun seperti kawasan Banyumanik dan sekitarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan di depan Pasar Banyumanik tersebut sempat melumpuhkan arus kendaraan hingga larut malam dan menimbulkan kemacetan panjang di jalur nasional Semarang–Solo.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta memeriksa kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur turunan yang rawan kecelakaan.
Polisi juga berjanji akan segera menuntaskan evakuasi agar jalur strategis tersebut dapat kembali dibuka dan dilalui kendaraan seperti biasa. (mms)