INBERITA.COM, Pusat kuliner seafood yang terletak di Kampung Ujung, Labuan Bajo, yang sebelumnya viral karena kasus getok harga kepada rombongan bos ASTINDO (Asosiasi Travel Indonesia) dengan tagihan mencapai Rp 16 juta, kini ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola dan memberikan kesempatan untuk merapikan fasilitas serta meningkatkan pelayanan di kawasan kuliner yang kini menjadi perhatian publik.
Menurut Theresia Primadona Asmon, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Manggarai Barat, penutupan dimulai sejak Senin malam (12/1/2026) hingga Selasa malam (13/1/2026).
“Kampung Ujung ditutup dua malam, dari kemarin malam sampai malam ini. Ini untuk memberikan waktu bagi perbaikan tata kelola, baik secara fisik maupun mental,” ungkap Ney Asmon, sapaan akrabnya.
Selama penutupan sementara, para pedagang di kawasan Kampung Ujung diminta untuk membersihkan lapak-lapak mereka dan merapikan kawasan kuliner tersebut.
“Kami fokus pada pembersihan, merapikan, dan melakukan pemugaran fasilitas yang ada,” tambahnya.
Perbaikan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pusat kuliner tersebut bisa kembali memberikan pengalaman yang lebih baik dan layak bagi para pengunjung.
Kendati demikian, Ney Asmon berharap pihak ketiga dapat segera mengambil alih pengelolaan Kampung Ujung. Saat ini, pengelolaan pusat kuliner tersebut masih dilakukan oleh dinas yang dipimpin oleh Ney Asmon, meskipun pengelolaan ini bersifat sementara.
Pasalnya, aset pusat kuliner tersebut belum sepenuhnya diserahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah setempat.
“Kami berharap ada pihak ketiga yang bisa mengelola pusat kuliner ini dengan baik, karena pengelolaan kami ini hanya sementara,” ujar Ney Asmon.
Bupati Edi Endi Tegaskan Evaluasi Ketat Pelaku UMKM di Kampung Ujung
Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, sempat menyampaikan kekesalannya terhadap tindakan sejumlah pedagang di Kampung Ujung yang dianggap merusak citra pariwisata Labuan Bajo.
Salah satu insiden yang membuat heboh publik adalah kasus getok harga kepada rombongan bos ASTINDO, yang diperkirakan mencapai Rp 16 juta untuk makan seafood. Kasus ini menjadi viral di media sosial dan menambah daftar keluhan terhadap layanan yang tidak sesuai dengan ekspektasi turis.
Menanggapi hal tersebut, Edi Endi mengancam akan mengusir pelaku UMKM yang dinilai merusak citra pariwisata daerah.
“Saya perintahkan untuk mengevaluasi seluruh pelaku UMKM di Kampung Ujung. Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup,” tegas Bupati Endi dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026).
Evaluasi ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa para pelaku UMKM di kawasan tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik dan tidak merugikan pengunjung, baik dari segi kualitas produk maupun harga.
Kasus getok harga yang mencuat ke publik, yang menimpa beberapa anggota ASTINDO, menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai tata kelola pariwisata di Labuan Bajo.
Hal ini tak hanya menyangkut masalah harga yang dianggap tidak wajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bahwa kejadian tersebut bisa merusak citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Apalagi, Labuan Bajo saat ini sedang mendapatkan perhatian dunia sebagai bagian dari Wisata Super Prioritas yang dipromosikan oleh pemerintah Indonesia.
Perbaikan yang tengah dilakukan oleh pemerintah daerah diharapkan dapat memperbaiki citra Kampung Ujung dan Labuan Bajo secara keseluruhan.
Dengan adanya evaluasi terhadap pelaku UMKM dan perbaikan fasilitas yang ada, diharapkan pariwisata di kawasan tersebut bisa kembali berkembang dengan lebih baik dan lebih profesional, sehingga tidak ada lagi masalah seperti kasus getok harga yang merugikan pengunjung.
Ke depan, pihak berwenang di Manggarai Barat berharap bahwa dengan adanya pengelolaan yang lebih baik dan profesional, Kampung Ujung dapat kembali menjadi destinasi kuliner yang ramai dan menyenangkan bagi wisatawan.
Penutupan sementara ini juga diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi pedagang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga hubungan baik dengan pengunjung, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pariwisata di Labuan Bajo.
Penutupan sementara pusat kuliner seafood Kampung Ujung di Labuan Bajo menjadi langkah awal dalam memperbaiki tata kelola dan citra kawasan kuliner tersebut.
Meski ada tantangan besar terkait pengelolaan dan isu harga yang tak wajar, perbaikan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan, menjadikan Kampung Ujung sebagai pilihan yang lebih baik bagi wisatawan, serta membantu menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia. (**)