Jenuh Hidup Santai Setelah Jadi Miliarder, Pengusaha Muda ini Pilih Bekerja Lagi Bangun Bisnis dari Awal

Bosan Hidup Santai Setelah Jual Bisnisnya Rp 8,8 Triliun, Miliarder Pilih Kembali BekerjaBosan Hidup Santai Setelah Jual Bisnisnya Rp 8,8 Triliun, Miliarder Pilih Kembali Bekerja

INBERITA.COM, Pengusaha muda asal Inggris, Tom Grogan, mungkin menjadi salah satu contoh nyata bahwa kesuksesan finansial tidak selalu berarti kebahagiaan sejati.

Setelah menjual bisnisnya senilai 532 juta dolar AS (sekitar Rp 8,8 triliun), Grogan justru merasakan kekosongan yang tak bisa diisi oleh kekayaan.

Meskipun banyak orang mengimpikan kehidupan mewah dan penuh kemudahan setelah mencapai kesuksesan finansial, Grogan merasa hidupnya kehilangan arah.

Setelah tujuh tahun membangun Wingstop UK bersama dua rekannya, Herman Sahota dan Saul Lewin, Grogan dan timnya berhasil meraih kesuksesan besar.

Dimulai dengan ide yang sempat ditolak oleh 50 investor, bisnis mereka berkembang pesat hingga memiliki 57 gerai, sebelum akhirnya dijual dengan nilai fantastis.

Namun, setelah pencapaian tersebut, Grogan malah merasa bahwa menjadi miliarder bukanlah akhir bahagia yang selama ini dibayangkan banyak orang.

“Rasanya seperti, oke, sudah selesai. Lalu bagaimana? Dan uang pun belum tentu mengisi kekosongan itu,” ungkap Grogan kepada Fortune, Minggu (9/11/2025).

Meski telah meraih kekayaan luar biasa, ia merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya.

Kehidupan Pasca Menjadi Miliarder: Bosan Tanpa Tantangan

Pascakeberhasilannya, Grogan mengungkapkan bahwa transisi dari seorang wirausahawan aktif menjadi seorang miliarder yang hanya mengelola kekayaan tidaklah semudah yang dibayangkan.

“Sekarang kita harus mengubah pola pikir kita, dari yang tadinya membangun bisnis menjadi mengelola keuangan, dan keduanya adalah keahlian yang berbeda,” jelasnya, dikutip dari Yahoo! Finance pada Senin (10/11/2025).

Meskipun sudah kaya, Grogan mengaku tidak membeli rumah mewah atau mengubah gaya hidupnya secara drastis. Ia memilih hidup sederhana, tetapi justru merasa semakin jenuh dan kehilangan arah.

“Saya tidak bisa menjalani hidup hanya dengan duduk di pantai. Kita butuh sesuatu untuk menantang diri dan memberi alasan untuk bangun setiap pagi,” katanya.

Menurut Grogan, meskipun uang dapat memberikan kenyamanan, ia menyadari bahwa uang tidak mampu menggantikan rasa pencapaian yang datang dari bekerja keras dan membangun sesuatu dari nol.

“Uang itu tidak menggantikan rasa pencapaian. Itu tidak membuat hidup menjadi lebih memuaskan,” tambahnya.

Mencari Tujuan Hidup yang Lebih Bermakna

Cerita Tom Grogan menggambarkan kenyataan yang dialami oleh banyak pengusaha sukses yang menemukan bahwa pencapaian finansial tidak selalu menjamin kebahagiaan atau kepuasan hidup.

Setelah bertahun-tahun bekerja keras untuk membangun bisnis, banyak orang yang merasa kosong ketika semua target tercapai, dan mereka akhirnya mempertanyakan makna hidup mereka.

Kisah Grogan serupa dengan pengalaman CEO Airbnb, Brian Chesky, yang mengungkapkan bahwa momen IPO perusahaan Airbnb adalah salah satu periode paling menyedihkan dalam hidupnya.

“Di kaki gunung, ada harapan,” kata Chesky.

“Namun ketika Anda mencapai puncak, sering kali Anda berada sendirian di atas sana,” lanjutnya.

Perasaan kesendirian dan kekosongan di puncak kesuksesan itulah yang juga dirasakan oleh Grogan.

Kini, setelah meraih semua yang selama ini diimpikan, Grogan menyadari bahwa hidup tanpa tujuan sama sulitnya dengan membangun bisnis dari awal.

“Sekarang, setelah mencapai titik tersebut, saya harus mencari arah baru,” ujarnya.

Meski memiliki kebebasan finansial, ia kembali bertanya pada dirinya sendiri, apa yang harus dilakukan setelah semua tercapai?

Tujuan Hidup Lebih Penting dari Uang

Tom Grogan kini tengah mencari arah baru dalam hidupnya. Ia menegaskan bahwa uang tidak menjadi alasan utama dalam pencarian tujuan hidupnya.

“Saya sedang mencari makna baru dalam hidup. Ini bukan tentang uang, tetapi tentang tujuan,” ujar Grogan, menegaskan bahwa pencarian tujuan hidup yang lebih bermakna kini menjadi fokus utamanya.

Kisah Grogan dan Chesky mencerminkan sebuah kenyataan pahit yang mungkin tidak banyak orang ketahui. Uang memang memberi kebebasan, tetapi sering kali, kebebasan itu justru menciptakan kebingungan.

Tanpa tujuan yang jelas, kebebasan bisa terasa kosong, dan pencapaian finansial yang semula dianggap sebagai puncak kebahagiaan, justru berubah menjadi beban emosional.

Kini, Grogan berencana untuk kembali terjun ke dunia bisnis. Namun, ia menyatakan bahwa kali ini ia akan memilih sektor yang berbeda dari bisnis makanan dan minuman yang sebelumnya ia jalani.

Fokusnya kini bukan lagi untuk menambah kekayaan, melainkan untuk menemukan tujuan hidup yang lebih berarti dan memberi tantangan baru.

Kesuksesan Finansial Bukanlah Segalanya

Kisah Tom Grogan dan Brian Chesky memberikan pelajaran berharga bahwa kesuksesan finansial bukanlah akhir dari segalanya.

Sering kali, kesuksesan justru membawa kebingungan dan kekosongan emosional, karena pencapaian tersebut tidak selalu mengarah pada kebahagiaan pribadi.

Bagi banyak pengusaha, seperti halnya Grogan, tantangan terbesar bukanlah dalam membangun bisnis dari nol, melainkan dalam mencari makna hidup setelah mencapai semua yang mereka inginkan.

Seperti yang Grogan katakan, “Hidup kita tidak bisa hanya tentang uang atau hidup santai tanpa tantangan. Kita butuh tujuan yang memberi alasan untuk bangun setiap pagi.”

Kisah Grogan mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan, uang dan kesuksesan finansial hanyalah sebagian kecil dari kebahagiaan sejati.

Yang lebih penting adalah menemukan tujuan hidup yang memberi makna dan tantangan untuk terus maju, bahkan setelah kita mencapai puncak kesuksesan. (xpr)