Istri Ustaz Riza Muhammad Pasang Badan Hadapi Fitnah Isu Penyuka Sesama

Pendakwah riza dituding penyuka sesamaPendakwah riza dituding penyuka sesama
Ustaz Riza Muhammad tampak fokus menjalani latihan fisik di pusat kebugaran demi menjaga kesehatan tubuh sesuai anjuran agama.

INBERITA.COM, Gelombang hujatan menyerang keluarga Ustaz Riza Muhammad di dunia maya setelah sebuah video aktivitas kebugaran sang pendakwah beredar luas.

Konten tersebut menampilkan perubahan fisik sang ustaz yang menjadi lebih berotot usai rutin berlatih di pusat kebugaran.

Sebagian warganet memberikan kritik tajam terhadap cara sang ustaz memamerkan bentuk tubuh kekar tersebut kepada publik. Situasi ini memicu munculnya berbagai tudingan miring yang menyeret kehidupan pribadi sang pemuka agama.

Isu tidak sedap bahkan mengarah pada tuduhan bahwa Ustaz Riza memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis. Menanggapi fitnah keji tersebut, sang istri Indri Giana langsung pasang badan dan memberikan pembelaan tegas.

Melalui akun TikTok miliknya, Indri meminta masyarakat agar menghentikan kebiasaan menyebarkan tuduhan tanpa dasar. Ia mengingatkan para pengguna internet agar tidak sembarangan melontarkan fitnah yang merugikan orang lain.

Setiap perbuatan manusia tidak pernah luput dari pengawasan Tuhan Yang Maha Esa. Indri lantas menuliskan kalimat peringatan keras kepada pihak-pihak yang gemar menghujat suaminya.

“Sehebat apa pun manusia mencaci maki, menghujat, memfitnah yang luar biasa, ingatlah ada Allah Yang Maha Menyaksikan segalanya,” ujar Indri, Selasa (8/9/2026).

Indri menegaskan bahwa narasi miring yang beredar di berbagai platform digital sudah jauh dari fakta sebenarnya. Berita-berita tersebut dinilai telah dipelintir sedemikian rupa untuk menjatuhkan reputasi suaminya.

“Berita yang digoreng itu FITNAH! Fitnah yang sangat kejam,” tegas Indri.

Sebagai istri, ia mengaku mengenal betul bagaimana perangai asli sang suami di balik layar kaca. Indri bersaksi bahwa Ustaz Riza merupakan sosok pria yang memiliki tingkat kepedulian sosial sangat tinggi.

Perhatian tersebut bahkan kerap ia saksikan sendiri langsung di lingkungan tempat tinggal mereka sehari-hari. Sang suami disebut sangat memikirkan kesejahteraan para pekerja yang menggantungkan nasib di rumah mereka.

“Aku adalah saksi betapa pengasih suamiku, bahkan aku yang sering geleng-geleng ketika suamiku totalitas untuk karyawan-karyawan di rumah,” lanjutnya.

Indri lantas mendoakan agar para penebar fitnah lekas sadar dan menghentikan perbuatan tercela tersebut. Roda kehidupan terus berputar dan tidak ada yang mengetahui nasib seseorang di masa depan.

“Jangan jahat-jahat ya di dunia ini, kita enggak tahu suatu saat nanti akan terjadi apa di kehidupan kalian yang suka memfitnah,” tuturnya.

Kendati merasa sangat dirugikan oleh gelombang fitnah tersebut, keluarga ini memilih untuk mengambil langkah bijak. Indri menyatakan bahwa dirinya dan sang suami sepakat memaafkan seluruh pihak yang telah berprasangka buruk.

“Enggak apa-apa, kami maafkan orang-orang yang memfitnah dan berprasangka buruk kepada suami saya,” pungkasnya.

Sebelum prahara ini membesar, Ustaz Riza sebenarnya sudah lebih dulu memberikan penjelasan kepada awak media terkait aktivitas fisiknya. Transformasi tubuh berotot miliknya berawal dari keinginan kuat untuk memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan.

“Saya berpatokan mengikuti Rasulullah,” ujar Ustaz Riza saat menjadi bintang tamu dalam sebuah program televisi swasta, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Kesehatan serta waktu luang merupakan dua nikmat besar yang harus selalu disyukuri oleh umat manusia. Berdasarkan prinsip tersebut, ia mulai mengatur pola makan sehat, beristirahat cukup, dan kembali giat berolahraga.

Rasa kurang percaya diri sempat menghantui benaknya terkait perubahan bentuk tubuh setelah resmi menikah. Alasan personal inilah yang mendorong sang ustaz untuk serius menekuni rutinitas di pusat kebugaran.

Polemik konten gym ini sempat membuat Indri mengunggah ayat suci Alquran sebagai bentuk ketegaran mental. Ia membagikan pesan tentang kesabaran melalui Surah Al-Baqarah ayat 153 untuk meredam emosi warganet.