INBERITA.COM, Penawaran umum perdana saham (IPO) PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi dimulai hari ini, 2 Desember 2025. Investor dapat mengikuti penawaran ini dengan dana minimal Rp 16.800 untuk membeli satu lot saham RLCO yang dipatok dengan harga IPO sebesar Rp 168 per lembar saham.
Saham RLCO sendiri dijadwalkan untuk dipasarkan setelah melewati proses peminatan awal yang berlangsung pada 24-26 November 2025. Dengan harga tersebut, perusahaan diperkirakan akan memperoleh dana sekitar Rp 105 miliar dari IPO ini.
Dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan untuk dua tujuan utama, yakni membeli sarang burung walet sebagai modal kerja dan investasi kepada PT Realfood Winta Asia (RWA).
Rinciannya, sekitar 56,33% dana IPO akan digunakan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam pembelian sarang burung walet, sementara 43,67% sisanya akan disalurkan untuk penyertaan modal kepada RWA yang juga berfokus pada sektor yang sama. Abadi Lestari Indonesia menguasai 93,75% saham RWA.
Menurut rekomendasi IPO, RLCO menarik untuk dicermati mengingat perusahaan ini bergerak di sektor consumer non-cyclical, khususnya budidaya sarang burung walet dan pengolahan makanan yang saat ini memiliki prospek cerah.
Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyebut bahwa permintaan sarang burung walet diperkirakan akan terus meningkat, khususnya dari pasar China dan Asia Timur yang merupakan konsumen terbesar komoditas ini.
“Sarung burung walet memiliki margin yang tinggi dan sifat bisnisnya yang berulang (recurring), sehingga potensi pertumbuhannya sangat solid jika perusahaan menjaga kualitas produksi dan akses pasar,” ungkap Ekky, Kamis (27/11/2025).
Ekky juga menilai valuasi IPO RLCO relatif murah jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis di sektor consumer non-cyclical, yang umumnya diperdagangkan pada level premium.
Daya Tarik dan Prospek RLCO
Seiring dengan prospek yang menjanjikan, fundamental perusahaan RLCO juga menunjukkan tren laba yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir, menjadikannya sebagai kandidat IPO yang menarik.
“Daya tarik RLCO semakin besar bagi investor yang ingin memiliki eksposur di subsektor edible bird nest yang langka di pasar publik Indonesia,” ujar Ekky.
Namun, Ekky juga mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan beberapa faktor risiko yang perlu dicermati sebelum memutuskan untuk berinvestasi, antara lain:
- Minat pasar pada masa bookbuilding.
- Rekam jejak operasional perusahaan, apakah konsisten dan efektif dalam pengelolaan bisnisnya.
- Kualitas manajemen dan tata kelola perusahaan.
- Kapabilitas ekspor dan akses pasar luar negeri, terutama mengingat risiko terkait regulasi ekspor dalam industri walet.
Industri sarang burung walet memang memiliki potensi yang besar, tetapi juga penuh dengan tantangan operasional dan regulasi.
Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terkait risiko ini menjadi penting untuk investor yang ingin mengambil bagian dalam IPO RLCO.
Rekomendasi IPO RLCO
Secara keseluruhan, Ekky menilai RLCO sebagai kandidat IPO yang solid dan menarik, terutama mengingat sektor konsumsi defensif yang terus tumbuh dengan stabil.
Dengan valuasi yang relatif murah, kinerja positif dalam tiga tahun terakhir, dan prospek yang menjanjikan di pasar sarang burung walet, Ekky memberikan rekomendasi buy untuk saham RLCO.
“Dengan valuasi yang relatif murah, tren kinerja positif, dan sektor yang defensif, IPO ini berpotensi memberikan return menarik, terutama untuk jangka menengah,” tambah Ekky.
Momentum awal juga menunjukkan respons positif dari investor, sehingga saham RLCO layak direkomendasikan untuk dibeli pada saat IPO.
Investor yang tertarik untuk berpartisipasi dalam IPO RLCO dapat memesan saham dengan harga yang sangat terjangkau dan memanfaatkan potensi pertumbuhan sektor ini yang cukup solid.







