INBERITA.COM, Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menghadirkan tontonan yang jauh melampaui ekspektasi. Alih-alih sekadar laga hiburan setelah gagal menembus final, duel antara Inggris dan Prancis justru berubah menjadi salah satu pertandingan paling menghibur sepanjang turnamen.
Sebanyak 10 gol tercipta dalam pertandingan yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, dengan Inggris keluar sebagai pemenang lewat skor dramatis 6-4.
Sorotan utama mengarah kepada Bukayo Saka. Penyerang Arsenal tersebut tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol sekaligus atau hattrick yang menjadi pembeda di laga penuh tensi tinggi tersebut.
Penampilannya memastikan Inggris menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan membawa pulang posisi ketiga.
Meski sama-sama melakukan rotasi setelah gagal melangkah ke partai puncak, kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang sejak menit pertama.
Prancis masih mempercayakan lini depan kepada Kylian Mbappe dan Michael Olise yang memiliki peluang memperbaiki catatan individu di daftar pencetak gol maupun assist.
Di sisi lain, Inggris memilih memberi kesempatan kepada sejumlah pemain yang sebelumnya tidak selalu menjadi pilihan utama, sementara Harry Kane dan Jude Bellingham tidak tampil sejak awal.
Strategi Inggris langsung membuahkan hasil. Baru dua menit pertandingan berjalan, Declan Rice sukses membawa timnya unggul setelah merebut bola dari pemain lawan sebelum melepaskan penyelesaian akurat dari luar kotak penalti.
Gol cepat tersebut membuat Inggris bermain semakin percaya diri.
Tekanan terus dilancarkan skuad The Three Lions. Bukayo Saka sempat menjebol gawang Prancis pada menit ke-12, tetapi gol itu dianulir karena posisi offside. Meski demikian, dominasi Inggris tidak berhenti.
Keunggulan bertambah pada menit ke-18 melalui sundulan Ezri Konsa yang memanfaatkan sepak pojok kiriman Declan Rice. Situasi bola mati kembali menjadi senjata efektif Inggris, sementara lini belakang Prancis terlihat kesulitan mengantisipasi duel udara.
Prancis sebenarnya mencoba memberikan respons. Kylian Mbappe memperoleh peluang emas beberapa menit kemudian, namun penyelamatan Dean Henderson membuat skor tidak berubah.
Kiper Inggris tampil sigap dalam beberapa kesempatan penting sehingga menjaga momentum timnya.
Ketika Prancis mulai berusaha mengembangkan permainan, Inggris justru kembali menghukum lewat serangan balik cepat.
Pada menit ke-37, Marcus Rashford menusuk pertahanan lawan sebelum mengirim umpan tarik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Bukayo Saka.
Sebelumnya, Mike Maignan sempat melakukan penyelamatan gemilang saat berhadapan langsung dengan Rashford, tetapi bola kembali dikuasai Inggris hingga berujung gol.
Menjelang turun minum, Saka kembali menunjukkan kualitasnya. Tendangan mendatar dari sisi luar kotak penalti gagal dijangkau Maignan dan membawa Inggris unggul telak 4-0. Skor tersebut bertahan hingga jeda, membuat banyak pihak mengira pertandingan telah selesai lebih cepat.
Namun, babak kedua menghadirkan cerita yang sama sekali berbeda.
Pelatih Didier Deschamps melakukan perubahan besar usai turun minum dengan memasukkan Lucas Digne, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola. Pergantian itu langsung mengubah wajah permainan Prancis yang tampil jauh lebih agresif.
Hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, Michael Olise mengirim umpan terobosan matang yang diselesaikan Mbappe menjadi gol pertama Prancis. Gol tersebut membangkitkan semangat Les Bleus untuk mengejar ketertinggalan.
Tekanan terus meningkat. Pada menit ke-54, giliran Bradley Barcola yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Mbappe. Dengan penyelesaian tenang, Barcola sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-4.
Momentum kemudian benar-benar berpihak kepada Prancis. Mbappe kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat mencetak gol kedua pada menit ke-66.
Kombinasi satu-dua bersama Olise diakhiri dengan tendangan keras ke sudut gawang yang gagal dihentikan Henderson.
Dalam rentang kurang dari 20 menit, Prancis berhasil memangkas defisit empat gol menjadi hanya satu gol. Situasi tersebut membuat pertandingan berubah menjadi terbuka, dengan kedua tim saling menciptakan peluang berbahaya.
Prancis bahkan memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Michael Olise memperoleh dua peluang di dalam kotak penalti Inggris dalam posisi relatif bebas. Namun, kedua penyelesaiannya gagal menemui sasaran sehingga peluang comeback sempurna pun terbuang.
Momen krusial kemudian hadir lima menit sebelum waktu normal berakhir. Bek Prancis Malo Gusto melakukan pelanggaran terhadap Djed Spence di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya mengecoh Mike Maignan sekaligus melengkapi hattrick yang membuat Inggris kembali menjauh dengan keunggulan 5-3.
Meski demikian, Prancis belum menyerah. Memasuki masa injury time, Ousmane Dembele kembali membuka harapan setelah menerima umpan terobosan Dayot Upamecano dan sukses menaklukkan Henderson. Skor berubah menjadi 5-4 dan pertandingan kembali berlangsung menegangkan.
Saat Prancis berupaya mencari gol penyeimbang di detik-detik terakhir, Inggris justru memastikan kemenangan melalui serangan balik cepat.
Jude Bellingham yang masuk sebagai pemain pengganti melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang. Gol tersebut mengakhiri pesta gol sekaligus memastikan kemenangan Inggris 6-4.
Selain menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia 2026, duel ini memperlihatkan dua wajah berbeda dari kedua tim.
Inggris tampil sangat efektif sepanjang babak pertama dengan memanfaatkan transisi cepat dan bola mati, sedangkan Prancis menunjukkan karakter pantang menyerah lewat kebangkitan impresif setelah jeda.
Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi penutup yang positif setelah kegagalan mencapai final. Performa sejumlah pemain muda, terutama Bukayo Saka, memperlihatkan kedalaman skuad yang tetap kompetitif untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya.
Di kubu Prancis, kekalahan ini memang menyakitkan karena sempat membuka peluang comeback luar biasa.
Meski demikian, penampilan Kylian Mbappe yang mencetak dua gol dan terus menjadi ancaman sepanjang pertandingan menunjukkan bahwa lini serang Les Bleus tetap menjadi salah satu yang paling berbahaya di level internasional.
Pertandingan perebutan tempat ketiga sering dianggap sekadar formalitas. Namun laga Inggris kontra Prancis membuktikan sebaliknya.
Intensitas tinggi, pergantian momentum, hingga hujan gol membuat duel ini layak dikenang sebagai salah satu pertandingan paling spektakuler dalam sejarah perebutan posisi ketiga di ajang Piala Dunia.







