Indonesia Siap Kirim 8.000 Tentara TNI ke Gaza, Fokus Misi Kemanusiaan

Indonesia Jadi Negara Pertama Komit Kirim Pasukan ke GazaIndonesia Jadi Negara Pertama Komit Kirim Pasukan ke Gaza
TNI Masuk International Stabilization Force, Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza.

INBERITA.COM, Indonesia bersiap mengirimkan hingga 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza untuk mendukung inisiatif Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Komitmen ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang secara terbuka menyatakan kesiapan mengerahkan pasukan dalam misi perdamaian tersebut.

Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Ia menegaskan bahwa jumlah personel yang akan diberangkatkan masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final.

“(Kami mengerahkan) satu brigade, kemungkinan sekitar 5.000 hingga 8.000 (personel). Tetapi belum ada yang pasti. Jadi, jumlahnya belum final,” jelas Maruli di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026), seperti dikutip Media, Selasa (10/2/2026).

Menurut Maruli, pengiriman pasukan TNI ke Gaza akan difokuskan pada misi kemanusiaan serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan jajaran TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto, yang membahas kesiapan Indonesia dalam mendukung upaya stabilisasi kawasan.

Rencana strategis ini menguat setelah Presiden Prabowo menerima undangan resmi dari pemerintah Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian pada 19 Februari mendatang.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mempertegas peran aktifnya di panggung diplomasi internasional, khususnya terkait konflik Gaza dan masa depan Palestina.

Meski undangan telah diterima, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan belum ada kepastian mengenai kehadiran Presiden dalam agenda tersebut.

Pemerintah masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengumumkan keputusan resmi.

“Belum ada informasi. Kami akan mengumumkan jika ada kepastian (mengenai apakah presiden akan bergabung),” ujar Prasetyo.

Ia menambahkan, Indonesia juga berharap dapat memanfaatkan momentum kunjungan tersebut untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat, sehingga diplomasi politik dan kerja sama ekonomi dapat berjalan beriringan.

Dari sisi kesiapan pasukan, TNI telah memulai proses seleksi sejak November tahun lalu.

Seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan personel yang dikirim memiliki kapabilitas dan pengalaman yang memadai dalam menjalankan misi perdamaian internasional.

Juru bicara TNI Mayor Jenderal Freddy Ardianzah mengungkapkan bahwa prajurit yang diprioritaskan adalah mereka yang memiliki rekam jejak dalam operasi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pengalaman tersebut dinilai krusial mengingat kondisi di Gaza yang membutuhkan pendekatan stabilisasi sekaligus dukungan kemanusiaan secara terintegrasi.

Nantinya, pasukan Indonesia akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF), yakni pasukan penjaga perdamaian multinasional yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keterlibatan ini sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato di Majelis Umum PBB pada September 2025.

Saat itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengerahkan hingga 20.000 personel guna mendukung misi perdamaian internasional.

Walaupun telah resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian sejak 22 Januari 2026, pemerintah menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap berpijak pada prinsip diplomasi yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri apabila arah kebijakan dewan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan dan prinsip nasional.

“(Kami bisa menarik diri) jika itu tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan: Pertama, perdamaian di Gaza dalam jangka pendek; kemudian perdamaian di Palestina secara lebih luas, dan pada akhirnya kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” tegas Sugiono.

Langkah pengiriman 8.000 tentara TNI ke Gaza ini juga terus dikomunikasikan Presiden Prabowo kepada para pemimpin organisasi Islam di Indonesia.

Pemerintah memastikan bahwa keterlibatan TNI tetap berada dalam koridor perjuangan kemerdekaan Palestina serta fokus pada misi kemanusiaan dan stabilisasi.

Dengan komitmen ini, Indonesia menegaskan perannya sebagai aktor penting dalam diplomasi perdamaian global.

Pengiriman pasukan TNI ke Gaza tidak hanya menjadi langkah strategis dalam mendukung stabilitas kawasan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dan kedaulatan Palestina di forum internasional.