IKEA Tutup Sejumlah Toko di Amerika Serikat, Ini Alasan di Balik Keputusannya

Ikea tutup gerai di amerikaIkea tutup gerai di amerika
IKEA akan menutup dua gerai Plan & Order Point with Pick-up di Amerika Serikat pada akhir Agustus 2026.

INBERITA.COM, Keputusan IKEA menutup dua gerainya di Amerika Serikat memunculkan pertanyaan mengenai arah baru strategi bisnis perusahaan furnitur asal Swedia tersebut.

Namun, langkah ini bukan berarti IKEA menarik diri dari pasar Amerika, melainkan bagian dari penyesuaian terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital dan belanja daring.

Perusahaan mengumumkan bahwa dua lokasi berformat Plan & Order Point with Pick-up akan menghentikan operasional pada 30 Agustus 2026. Gerai yang terdampak berada di South Charlotte, North Carolina, serta Austin Domain, Texas.

Dengan penutupan tersebut, North Carolina hanya akan memiliki satu toko IKEA yang masih beroperasi.

Dalam pernyataan resminya, IKEA menegaskan bahwa perusahaan terus mengevaluasi berbagai model layanan agar pelanggan dapat mengakses produk dan layanan dengan lebih mudah.

“Kami terus menguji, mengeksplorasi dan mengembangkan cara-cara baru bagi pelanggan untuk bertemu IKEA, sambil berinvestasi dalam pengiriman ke rumah, layanan pengambilan dan pengalaman online kami,” demikian pernyataan perusahaan.

Langkah tersebut mencerminkan perubahan strategi yang kini lebih menitikberatkan pada layanan digital.

Di tengah meningkatnya biaya operasional serta perubahan pola belanja masyarakat, banyak peritel global mulai mengurangi ketergantungan pada toko fisik berukuran besar dan memperkuat kanal penjualan daring.

Berbeda dengan toko IKEA konvensional, konsep Plan & Order Point with Pick-up memang tidak dirancang sebagai pusat perbelanjaan furnitur lengkap.

Lokasi ini berfungsi sebagai pusat konsultasi bagi pelanggan yang ingin merancang kebutuhan interior rumah, berkonsultasi dengan staf IKEA, melakukan pemesanan, mengatur pengiriman, atau mengambil barang yang telah dibeli secara online.

Karena fokusnya pada layanan, gerai tersebut tidak memiliki gudang stok besar, ruang pamer luas, maupun restoran yang selama ini menjadi ciri khas toko IKEA di berbagai negara.

Format ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada awal 2023 sebagai bagian dari strategi mendekatkan layanan kepada konsumen tanpa harus membangun toko berukuran besar di setiap wilayah.

Program tersebut kemudian diperluas pada 2024 dan berkembang menjadi salah satu model bisnis baru IKEA di pasar Amerika.

Saat ini IKEA mengoperasikan sekitar 32 lokasi Plan & Order Point with Pick-up yang tersebar di 14 negara bagian. Secara keseluruhan, jaringan IKEA di Amerika Serikat mencakup lebih dari 90 toko dengan berbagai format operasional.

Meski menutup dua lokasi, perusahaan memastikan pengembangan konsep tersebut tetap berlanjut. Salah satu buktinya adalah pembukaan gerai Plan & Order Point with Pick-up baru di Pleasanton, California, yang mulai beroperasi pada Juni 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa penutupan gerai bukan semata-mata disebabkan oleh penurunan bisnis, melainkan bagian dari evaluasi jaringan dan efisiensi operasional.

IKEA tampaknya memilih memperkuat wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi, sembari meningkatkan investasi pada layanan pengiriman ke rumah, sistem pemesanan digital, dan pengalaman belanja berbasis online.

Perubahan strategi tersebut sejalan dengan tren industri ritel global yang semakin mengintegrasikan toko fisik dengan platform digital.

Bagi perusahaan, pendekatan ini dinilai dapat memberikan fleksibilitas lebih besar sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang kini menginginkan proses belanja yang cepat, praktis, dan terhubung dengan layanan pengiriman.