INBERITA.COM, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengonfirmasi temuan unsur minyak bumi pada sumur bor milik warga di Desa Penyaksaken, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.
Temuan ini setelah dilakukan pengecekan langsung oleh petugas dari SKK Migas bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Temuan pertama kali muncul setelah warga setempat melaporkan bahwa sumur bor mereka mengeluarkan cairan yang menyerupai bahan bakar minyak.
Tindak lanjut segera dilakukan, dengan petugas dari SKK Migas dan Dinas ESDM Jatim mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan keadaan. Dalam pengecekan yang dilaksanakan di Desa Penyaksaken, petugas disertai instansi terkait serta perangkat desa setempat.
Saat tim melakukan pengecekan, sumur bor yang sebelumnya ditutup sementara demi alasan keamanan warga dibuka kembali.
Pada awalnya, hanya air keruh yang keluar dari sumur tersebut. Namun, tak lama setelah itu, cairan hitam pekat mulai muncul, yang diduga mengandung minyak mentah.
Cairan yang muncul dari sumur bor tersebut kemudian diambil sebagai sampel untuk diuji lebih lanjut di laboratorium di Surabaya.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan kandungan zat dalam cairan tersebut, apakah benar mengandung minyak bumi atau gas alam. Sampel ini akan dianalisis secara ilmiah untuk memastikan keabsahan temuan tersebut.
Humas Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Bambang Alibowo, menyampaikan bahwa hasil tes manual di lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa cairan yang keluar mengandung minyak.
Namun, Bambang menegaskan, “Dari hasil tes manual memang dibenarkan ada kandungan minyak. Namun untuk memastikan secara ilmiah, kami tetap menunggu hasil uji laboratorium.”
Proses uji laboratorium diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari. Selama menunggu hasil uji laboratorium, aktivitas pengeboran di lokasi sumur bor ditutup sementara guna menghindari risiko keselamatan dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Pihak berwenang juga mengimbau agar warga sekitar tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi sumur bor selama periode ini.
Jika hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa cairan tersebut memang mengandung minyak mentah atau gas, langkah selanjutnya akan dilakukan berupa survei seismik.
Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kandungan migas di wilayah tersebut serta menganalisis kemungkinan dampak lingkungan yang dapat timbul, baik bagi masyarakat setempat maupun lingkungan sekitar.
Bambang Alibowo menambahkan bahwa jika hasil uji laboratorium positif mengindikasikan keberadaan minyak atau gas, tindak lanjut teknis akan dilaksanakan oleh SKK Migas bersama PHE WMO (Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore).
Survei seismik yang dilakukan nantinya akan memberikan data lebih rinci tentang potensi sumber daya alam yang ada di kawasan tersebut.
“Kami juga akan melibatkan pihak yang berkompeten, yaitu SKK Migas dan PHE WMO, untuk melakukan survei seismik guna mengukur potensi migas yang ada,” ungkap Bambang.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memastikan setiap potensi sumber daya alam yang ditemukan dapat dikelola dengan baik dan aman.
Hingga saat ini, warga setempat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar lokasi sumur bor sampai hasil uji laboratorium diumumkan.
Keputusan lebih lanjut akan ditentukan setelah adanya hasil pengujian resmi dan keputusan dari pihak berwenang.
Pihak berwenang menekankan pentingnya menjaga keselamatan serta tidak melakukan pengeboran lebih lanjut tanpa izin resmi. Semua langkah yang diambil, baik oleh pemerintah maupun pihak terkait, akan bertujuan untuk melindungi warga dan lingkungan dari potensi dampak yang tidak diinginkan.
Temuan unsur minyak bumi di sumur bor Desa Penyaksaken, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan membuka kemungkinan baru mengenai potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama SKK Migas dan Dinas ESDM terus melakukan langkah-langkah untuk memastikan keselamatan warga dan memitigasi dampak lingkungan dari kegiatan pengeboran lebih lanjut.
Pengujian yang sedang dilakukan di laboratorium di Surabaya akan memberikan hasil yang lebih pasti, dan jika terbukti mengandung minyak atau gas, survei seismik akan segera dilakukan untuk menilai potensi migas yang ada di kawasan tersebut.
Sementara itu, warga di sekitar lokasi diminta untuk tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Proses ini akan menjadi bagian penting dari pengelolaan potensi migas di Indonesia yang harus dilakukan dengan hati-hati dan bertanggung jawab. (**)