Heboh MBG di PAUD Kabupaten Kuburaya, Makanan Tiba Saat Sekolah Sudah Sepi

Wali Murid Kecewa, MBG Baru Datang Setelah Anak anak PAUD PulangWali Murid Kecewa, MBG Baru Datang Setelah Anak anak PAUD Pulang
Siswa Sudah Bubaran, MBG Baru Tiba: Orang Tua Pertanyakan Disiplin Distribusi.

INBERITA.COM, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keterlambatan distribusi MBG di PAUD Kuala Karya, Desa Kuala 2, memicu penolakan dari pihak sekolah dan wali murid setelah makanan datang saat para siswa sudah pulang.

Peristiwa tersebut terjadi di PAUD Kuala Karya, dengan distribusi MBG dilakukan oleh SPPG TNI AU di Kubu Raya.

Hal itu terlihat dari tulisan pada mobil pengantar makanan yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

Insiden diduga terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026. Berdasarkan keterangan yang beredar, anak-anak PAUD telah pulang lebih awal sekitar pukul 09.30 WIB.

Namun, makanan bergizi gratis baru tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB atau hampir dua jam setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Keterlambatan yang dinilai terlalu jauh tersebut membuat pihak sekolah bersama wali murid sepakat untuk menolak makanan yang datang.

Keputusan itu diambil karena makanan dianggap sudah tidak relevan lagi untuk diberikan kepada siswa yang telah kembali ke rumah masing-masing.

Dalam video yang beredar, suasana sekolah terlihat sepi saat kendaraan pengantar MBG tiba.

Kondisi tersebut semakin memicu kekecewaan para orang tua. Mereka menilai program yang seharusnya mendukung kebutuhan gizi anak-anak justru tidak dijalankan dengan disiplin dan ketepatan waktu.

Seorang guru PAUD Kuala Karya menyebut bahwa keterlambatan distribusi MBG bukanlah kejadian pertama.

Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali mengalami persoalan serupa. Selain masalah waktu pengantaran, mereka juga menyoroti kualitas menu yang diterima.

Menurut keterangan guru, setidaknya sudah tiga kali ditemukan ayam dengan kondisi yang dianggap tidak sesuai standar konsumsi anak.

Hal ini menambah daftar kekecewaan pihak sekolah terhadap pelaksanaan program MBG di PAUD tersebut.

Penolakan kali ini disebut sebagai bentuk protes dan kekecewaan karena perbaikan yang sebelumnya dijanjikan oleh dapur produksi MBG tak kunjung terlihat.

Sekolah dan wali murid merasa keluhan yang telah disampaikan sebelumnya belum mendapatkan respons yang memadai.

Dalam video yang viral, salah satu wali murid juga menyampaikan kekesalannya. Ia mengatakan bahwa para murid merasa kasihan karena harus menunggu kedatangan makanan yang tak kunjung tiba.

“Para murid kasian sampai menunggu,” ujar wali murid dalam rekaman tersebut.

Kejadian ini pun menuai reaksi dari netizen. Banyak warganet yang menyayangkan ketidaktepatan waktu distribusi MBG, mengingat program tersebut bertujuan untuk menunjang kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak usia dini.

Keterlambatan distribusi makanan bergizi gratis dinilai menjadi persoalan serius karena menyangkut hak anak untuk mendapatkan asupan yang layak selama kegiatan belajar berlangsung.

Ketika makanan datang setelah jam sekolah usai, manfaat program menjadi tidak optimal.

Kasus di PAUD Kuala Karya ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan manajemen distribusi MBG di lapangan.

Terlebih, sebelumnya pihak sekolah telah menyampaikan adanya temuan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.

Hingga berita ini menjadi perbincangan luas, sorotan terhadap pelaksanaan MBG terus bergulir di media sosial.

Wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga tujuan program untuk meningkatkan gizi anak benar-benar dapat dirasakan secara maksimal oleh siswa.