INBERITA.COM, Super Air Jet (SAJ) tengah menjadi sorotan tajam setelah sebuah video viral memperlihatkan penumpang yang marah akibat keterlambatan penerbangan hingga 5 jam dalam kondisi kabin yang panas.
Penerbangan rute Jakarta (CGK) menuju Bali (DPS) ini mengalami delay yang tidak biasa, sehingga memicu kemarahan penumpang dan netizen.
Video yang diunggah oleh akun @txtdaribrand menunjukkan penumpang yang sudah berada di dalam pesawat, namun pesawat tidak kunjung lepas landas.
Sebaliknya, pesawat tertahan di landasan pacu dalam waktu yang cukup lama. Hal ini menambah ketidaknyamanan bagi penumpang yang sudah menunggu tanpa kejelasan.
Akun @rzhr dalam unggahannya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kabin yang tidak nyaman.
“5 jam di dalam pesawat dan kepanasan. Kalau cuma marah-marah begini, menurut gue, semua yang di dalam pesawat ini orang-orang dengan tingkat kesabaran di atas rata-rata,” tulisnya.
Ketegangan semakin memuncak saat seorang penumpang pria terekam kamera memprotes kru kabin dengan suara keras.
Ia mengungkapkan rasa iba karena anaknya yang masih bayi terus menangis akibat panas dan durasi penundaan yang terlalu lama. “Kalau punya mulut, ngomong!” teriak pria tersebut dalam video yang beredar luas.
Aksi protes tersebut mendapat dukungan dari netizen lain seperti @remahaneggroll_, yang menyoroti buruknya komunikasi dari kru kabin.
“Customer butuh kejelasan atau sampaikan ke atasan ada kendala biar mereka yang action. Kalau diam-diam bae, ya pasti pada emosi,” cuitnya.
Sejumlah netizen juga mulai membahas kemungkinan penyebab sering terjadinya keterlambatan pada maskapai yang berada di bawah grup ini.
Akun @GemaWahyuPutra1 menyebut bahwa pengaturan jadwal yang terlalu mepet demi efisiensi okupansi menjadi salah satu faktor penyebab keterlambatan.
“Udah tahu enggak bakal penuh dan bikin delay, malah jadwal penerbangan dibikin mepet jarak 1 jam, yang ujung-ujungnya delay karena enggak penuh,” tulisnya.
Kejadian ini menambah kemarahan publik terhadap lemahnya pengawasan dari pemerintah. Beberapa netizen bahkan menganggap maskapai tersebut “kebal hukum” meskipun merugikan konsumen.
Akun @MartoArt menggunakan istilah “penyekapan” untuk menggambarkan situasi tersebut. “Pax sudah onboard dan 5 jam delay? Kata gue DAU atau DKPPU audit SAJ deh, ini ngaco banget,” desaknya.
Namun, ada juga netizen yang mengingatkan agar tidak menyalahkan kru kabin semata, karena mereka pun tidak berada dalam kondisi yang nyaman.
Akun @justch1ls menambahkan bahwa kru kabin sering menjadi korban dari kesalahan manajemen maskapai.
“The crew also don’t want to be stuck on that heaty aircraft. Sebelum pesawat lepas landas mereka itu enggak dibayar sama sekali,” ungkapnya.
Terkait dengan insiden ini, pihak maskapai Super Air Jet telah menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak.
“Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu terkait keterlambatan keberangkatan penerbangan IU-742 rute Jakarta menuju Bali,” kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan resmi.
Super Air Jet menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi akibat pesawat yang dijadwalkan untuk penerbangan tersebut harus menjalani pemeriksaan teknis yang tidak terjadwal.
Proses pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan demi memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar pihak maskapai.
Proses pemeriksaan teknis ini memakan waktu yang tidak singkat, dan berdampak pada rotasi pesawat berikutnya.
“Dalam pelaksanaannya, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya,” tambah mereka.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Super Air Jet juga menyebutkan bahwa mereka telah memberikan kompensasi kepada seluruh penumpang yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Super Air Jet.







