Gerakan Armada Tempur AS Sebelum Serangan Iran Terungkap! Foto Satelit Disebar di Media Sosial

Armada tempur as yang mau serang iran diintip chinaArmada tempur as yang mau serang iran diintip china
Foto Satelit MizarVision Ungkap Gerakan Armada Tempur AS Sebelum Serangan Iran

INBERITA.COM, Iran tampaknya tidak perlu bersusah payah dalam menebak lokasi dan pergerakan armada tempur Amerika Serikat yang berpotensi menyerang.

Semua informasi tersebut telah dipublikasikan melalui unggahan di media sosial oleh MizarVision, sebuah perusahaan intelijen geospasial yang berbasis di Shanghai, China. Hal ini seperti memberikan spoiler bagi rencana militer AS.

MizarVision telah merilis sejumlah foto satelit yang menunjukkan armada tempur AS, mulai dari jet tempur hingga kapal induk, yang kemudian disebar di berbagai platform media sosial.

Menurut laporan dari awak media, pada Kamis (5/3/2026), fasilitas dan aset tempur yang diposting oleh MizarVision tersebut menjadi target rudal dan serangan drone oleh Iran. Apakah ini hanya kebetulan?

Dalam beberapa unggahan terakhir, MizarVision membagikan gambar sejumlah Lockheed Martin F-22 stealth fighter yang terparkir di Lanud Ovda, Israel, serta 7 Boeing E-3 AWACS dan 2 Bombardier E-11 yang berada di Lanud Prince Sultan, Arab Saudi.

“Foto satelit menunjukkan militer AS membawa suplai ke Lanud Ovda dengan C-17. Dalam periode yang sama, 7 unit F-22 parkir di apron dan 4 unit F-22 tampak di landasan,” ungkap MizarVision dalam postingannya pada 27 Februari 2026.

Hanya 24 jam setelah foto-foto tersebut diunggah, Operation Epic Fury diluncurkan oleh AS dan Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Pangkalan Al Udeid di Qatar juga muncul dalam postingan MizarVision dan menjadi target serangan drone serta rudal dari Iran.

MizarVision tidak berhenti di situ; mereka juga memotret kapal induk USS Gerald Ford dan USS Abraham Lincoln.

USS Gerald Ford terlihat pada 26 Februari saat melintasi perairan dekat Creta, membawa Boeing F/A-18E/F Super Hornets dan Northrop Grumman E-2D. Di sisi lain, USS Abraham Lincoln terpantau saat beroperasi di lepas pantai Oman.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi apakah foto-foto yang diunggah oleh MizarVision digunakan oleh Iran sebagai dasar untuk melancarkan serangan rudal dan drone. Namun, satu hal yang pasti, ada kejutan lain yang mengemuka.

Menariknya, MizarVision tidak memiliki satelit mereka sendiri. Mereka menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan alat penginderaan jauh lainnya untuk mengidentifikasi berbagai jenis pesawat tempur dan alutsista lain yang terekam dalam foto satelit tersebut.

MizarVision pun tidak mengungkapkan sumber foto-foto satelit yang mereka publikasi.

Sebuah kelompok akademisi yang dikenal dengan nama The South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), yang terdiri dari mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat China, berpendapat bahwa foto-foto tersebut bukan berasal dari satelit China.

“Itu bukan foto dari satelit China. Dari tabel data koordinat, mudah dinilai kalau foto aslinya dari perusahaan Amerika dan Eropa,” tegas SCSPI.

Dengan berkembangnya situasi ini, banyak yang bertanya-tanya mengenai dampak dari informasi yang dibagikan MizarVision terhadap dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

Dalam konteks ini, penting untuk mencermati pergerakan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik ini dan bagaimana teknologi serta media sosial semakin memengaruhi strategi militer global.

Dari pengungkapan ini, jelas bahwa persaingan dalam penguasaan informasi dan intelijen semakin tajam. MizarVision, dengan pendekatan inovatif mereka, menunjukkan bahwa informasi dapat menjadi senjata yang sangat kuat dalam konflik modern.

Ketika foto-foto ini beredar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Iran dan AS, tetapi juga dapat mengubah cara negara-negara lain dalam merespons situasi militer yang kian kompleks.

Melihat bagaimana teknologi dapat mempengaruhi keputusan strategis, kita harus bersiap menghadapi lebih banyak kejutan di masa depan.

Perkembangan ini menunjukkan betapa pentingnya pemantauan yang cermat terhadap semua informasi yang muncul, terutama yang berkaitan dengan keamanan global.