INBERITA.COM, Penyanyi pop dunia asal Inggris, Dua Lipa, melayangkan gugatan hukum bernilai fantastis terhadap perusahaan teknologi raksasa asal Korea Selatan, Samsung.
Pelantun lagu Houdini itu menuntut ganti rugi sebesar 15 juta dollar AS atau sekitar Rp263 miliar terkait dugaan penggunaan foto dirinya tanpa izin untuk kepentingan promosi produk televisi di Amerika Serikat.
Gugatan tersebut diajukan Dua Lipa ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Pusat California pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik internasional karena melibatkan salah satu bintang musik terbesar dunia dan perusahaan elektronik global.
Dalam dokumen gugatan, Dua Lipa menuduh Samsung memanfaatkan citra dan popularitasnya untuk mendukung penjualan produk televisi tanpa persetujuan resmi darinya.
“Kemasan Samsung dirancang secara tidak pantas memanfaatkan kesuksesan yang diraih dengan susah payah oleh Dua Lipa untuk mempromosikan dan menjual produk Samsung,” demikian bunyi dokumen gugatan tersebut.
Kasus ini bermula dari penggunaan foto Dua Lipa pada kemasan salah satu produk televisi Samsung yang dipasarkan di Amerika Serikat. Foto tersebut diketahui diambil saat penyanyi berusia 30 tahun itu tampil dalam Festival Austin City Limits tahun 2024.
Dalam berkas pengadilan disebutkan bahwa Dua Lipa memiliki hak cipta atas foto tersebut dan tidak pernah memberikan izin kepada Samsung untuk menggunakan citranya dalam materi promosi maupun kemasan produk.
Tim kuasa hukum Dua Lipa menilai penggunaan foto tersebut menciptakan kesan seolah sang penyanyi memiliki hubungan kerja sama atau menjadi sponsor produk televisi Samsung.
“Kemasan televisi tersebut menyiratkan bahwa ia telah menggunakan citranya yang memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan asosiasi tersirat (palsu) dengan Lipa sebagai sponsor televisi yang dipasarkan secara massal oleh Samsung,” demikian isi berkas gugatan.
Tak hanya menyoal pelanggaran hak cipta, gugatan tersebut juga mencakup tuduhan pelanggaran merek dagang serta penyalahgunaan kemiripan dan citra pribadi Dua Lipa untuk kepentingan komersial.
Di sisi lain, Samsung membantah tuduhan tersebut. Perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu menyatakan penggunaan foto Dua Lipa dilakukan setelah menerima jaminan dari pihak ketiga yang menyediakan materi konten tersebut.
“Foto tersebut hanya digunakan setelah menerima jaminan eksplisit dari mitra konten bahwa izin telah diperoleh,” demikian pernyataan Samsung.
Meski begitu, tim hukum Dua Lipa menyebut Samsung diduga mengabaikan sejumlah permintaan yang sebelumnya telah disampaikan agar perusahaan itu menghentikan penggunaan citra sang penyanyi.
Kasus ini semakin ramai dibicarakan setelah para penggemar Dua Lipa di media sosial menyadari keberadaan foto idolanya pada kemasan televisi Samsung sejak Juni 2025.
Beberapa unggahan penggemar bahkan menyebut produk tersebut dengan istilah “Dua Lipa TV Box”.
Fenomena itu kemudian dijadikan salah satu bagian penting dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan.
Tim hukum Dua Lipa turut menyertakan berbagai komentar warganet di media sosial sebagai bukti bahwa publik memang mengasosiasikan produk tersebut dengan sang penyanyi.
Salah satu komentar di Instagram yang dikutip dalam dokumen gugatan berbunyi bahwa seseorang akan membeli televisi tersebut apabila terdapat Dua Lipa di dalamnya.
Sementara komentar lain menyebut, “Jika Anda perlu menjual sesuatu, cukup pasang gambar Dua Lipa di atasnya”.
Menurut tim hukum penyanyi asal Inggris itu, komentar-komentar tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh citra Dua Lipa terhadap daya tarik produk yang dipasarkan Samsung.
Dua Lipa sendiri dikenal sebagai salah satu artis global dengan nilai komersial tinggi. Selain sukses di industri musik internasional, ia juga memiliki banyak kerja sama dengan merek-merek ternama dunia.
Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa Dua Lipa memiliki kemitraan komersial dengan sejumlah brand besar seperti Puma, Versace, dan Yves Saint Laurent.
Karena itu, penggunaan citranya tanpa izin dinilai dapat memengaruhi nilai bisnis dan eksklusivitas kerja sama yang telah dibangun selama ini.
Kasus gugatan terhadap Samsung ini menambah daftar panjang sengketa hukum terkait penggunaan citra selebritas dalam kepentingan komersial.
Di era media sosial dan pemasaran digital saat ini, popularitas figur publik memang sering dianggap mampu meningkatkan daya tarik produk secara signifikan.
Namun, penggunaan identitas, foto, maupun kemiripan artis tanpa persetujuan resmi tetap menjadi persoalan hukum serius, terutama di Amerika Serikat yang memiliki aturan ketat terkait hak cipta dan hak publisitas.
Hingga kini, proses hukum antara Dua Lipa dan Samsung masih berlangsung di pengadilan California.
Kasus tersebut diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik internasional mengingat besarnya nilai gugatan dan tingginya popularitas kedua pihak yang terlibat.







