Cakupan Internet Rakyat Jawa–Maluku–Papua, Tapi Pendaftaran Gagal, Apa yang Terjadi?

Cara Registrasi Internet RakyatCara Registrasi Internet Rakyat
Internet Rakyat 100 Mbps Rp100 Ribu: Panduan Registrasi dan Masalah yang Dialami Pengguna

INBERITA.COM, Layanan Internet Rakyat yang diluncurkan pada November 2025 menarik perhatian luas karena menawarkan biaya langganan Rp100.000 per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA).

Minat mendaftar meningkat sejak situs internetrakyat.id dibuka. Proses registrasi yang dijelaskan di halaman tersebut tergolong sederhana. Pendaftar diminta melakukan pra-registrasi, memilih paket Internet Rakyat sesuai kebutuhan, lalu menunggu modem atau router dikirimkan ke alamat yang didaftarkan.

Mekanisme itu dirancang agar calon pengguna bisa mengakses layanan tanpa instalasi kabel maupun biaya awal yang besar.

Namun, setelah formulir dibuka untuk publik, sejumlah warga mulai melaporkan pengalaman yang berbeda dari ekspektasi awal.

Beberapa pendaftar menyebut mereka tidak mendapatkan konfirmasi apa pun setelah mengisi formulir di internetrakyat.id/register.

Status seperti validasi alamat, antrean aktivasi, atau estimasi pengiriman perangkat tidak muncul, sehingga mereka tidak mengetahui apakah pendaftaran sedang diproses atau masih menunggu.

Kendala juga muncul pada tahap verifikasi wilayah. Penyedia menyebut cakupan awal Internet Rakyat mencakup Jawa, Maluku, dan Papua.

Meski demikian, ada pendaftar di wilayah tersebut yang justru gagal melanjutkan proses karena sistem menampilkan pesan bahwa layanan belum tersedia di lokasi yang dimasukkan, atau sistem hanya memberitahukan notifikasi pengguna berhasil terdaftar namun tidak ada keterangan detail proses selanjutnya.

Situasi ini membuat pengalaman pendaftaran tidak seragam antara satu calon pengguna dan lainnya.

Beberapa warga mengaku mencoba mengulang formulir lebih dari sekali, tetapi tetap tidak menerima pembaruan.

Sebagian lainnya menyebut mereka berhasil mengirim data, namun tidak mendapatkan email maupun pesan lanjutan yang menunjukkan bahwa registrasi sudah tercatat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai antrean aktivasi dan kesiapan distribusi perangkat pada tahap awal pengembangan layanan.

Di sisi teknis, Internet Rakyat menggunakan jaringan 5G FWA, yang memungkinkan distribusi layanan internet tanpa bergantung pada kabel fiber. Model ini dinilai lebih mudah diterapkan ke daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan kabel.

Dengan tarif yang lebih murah, layanan ini berpotensi membantu rumah tangga dan pelajar yang membutuhkan koneksi stabil untuk kegiatan belajar atau bekerja.

Tantangan pada fase awal peluncuran membuat sebagian calon pengguna perlu menunggu lebih lama dari yang diperkirakan. Meski demikian, minat terhadap Internet Rakyat tetap tinggi karena harga yang kompetitif dan proses instalasi yang sederhana.

Pengguna juga berharap cakupan wilayah dapat meningkat secara bertahap agar lebih banyak daerah dapat mengakses layanan tersebut.

Internet Rakyat menawarkan opsi baru bagi masyarakat yang mencari koneksi internet rumahan tanpa biaya tinggi.

Pada tahap perkenalan ini, variasi pengalaman pendaftaran—mulai dari berhasil mengirim formulir tanpa balasan, alamat yang ditolak sistem meski berada di kawasan cakupan, hingga permintaan pendaftar yang belum mendapat konfirmasi—menjadi bagian dari dinamika perluasan layanan.

Dengan kecepatan hingga 100 Mbps, biaya tetap Rp100.000 per bulan, dan mekanisme instalasi berbasis 5G, Internet Rakyat menjadi salah satu penawaran yang paling menarik di kelasnya.

Seiring cakupan diperluas dan proses registrasi lebih stabil, layanan ini diperkirakan akan menjadi opsi yang semakin banyak dipertimbangkan oleh keluarga, pelajar, dan pelaku usaha kecil di berbagai wilayah. (*)