Bunga Zainal Ajarkan Anak Balas Jika Dibully, Picu Perdebatan Soal Pola Asuh Tegas

Pernyataan Bunga Zainal Soal Ajarkan Anak Balas Dendam Saat Dibully Jadi SorotanPernyataan Bunga Zainal Soal Ajarkan Anak Balas Dendam Saat Dibully Jadi Sorotan
Kontroversi Parenting Bunga Zainal: Anak Boleh Balas Jika Dibully, Asal Tak Mulai Duluan.

INBERITA.COM, Aktris sekaligus ibu dua anak, Bunga Zainal, tengah menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial usai membagikan pandangannya soal pola asuh atau parenting yang ia terapkan.

Melalui video di akun TikTok pribadinya, @bunga23zainal, Bunga dengan tegas mengaku mengajarkan anak-anaknya untuk tidak tinggal diam jika menjadi korban perundungan atau perlakuan tidak adil.

Dalam video yang viral itu, Bunga menegaskan prinsipnya bahwa anak-anaknya boleh membalas jika disakiti, asalkan bukan mereka yang memulai terlebih dahulu.

“Kalau anak kita dipukul orang, bales. Kalau anak kita dijahilin orang, bales. Kalau anak kita di-bully orang, bales. Tapi jangan anak kita duluan yang mulai,” ujar Bunga, dikutip Kamis (6/11/2025).

Pernyataan tersebut langsung menuai beragam tanggapan publik. Sebagian netizen menilai langkah Bunga sebagai bentuk pendidikan karakter yang tegas, namun tak sedikit pula yang menganggap prinsip itu bisa menormalisasi kekerasan sejak dini.

Isu ini bermula dari cerita Bunga tentang pengalaman salah satu anaknya di sekolah. Ia mengisahkan bagaimana sang anak mengalami tindakan iseng dari teman saat bermain bola.

“Celana anak gue tiba-tiba ditarik ke bawah sama temannya di lapangan. Untung dia pakai celana olahraga dalam yang ketat,” ujarnya.

Merasa dipermalukan, anaknya pun meminta izin kepada sang ibu untuk membalas perlakuan tersebut. Tanpa ragu, Bunga memberikan izin. “Dia nanya, ‘Mami, boleh enggak aku bales?’ Gue jawab, ‘Bales,’” tutur Bunga.

Keesokan harinya, sang anak benar-benar membalas dengan cara yang sama kepada temannya. Aksi itu akhirnya sampai ke pihak sekolah, dan anak Bunga dipanggil guru untuk dimintai penjelasan.

Bunga menceritakan, anaknya menjawab dengan jujur bahwa ia hanya mengikuti pesan ibunya.

“Anak gue bilang, ‘But my mom said, aku harus bales.’ Dan waktu guru telepon, gue bilang aja, ‘Yes, gue yang nyuruh,’” ungkap Bunga tanpa rasa bersalah.

Aktris yang dikenal lewat sejumlah sinetron populer ini menegaskan bahwa apa yang diajarkannya bukan bentuk ajakan untuk berkelahi, melainkan cara agar anak berani melindungi diri sendiri.

Menurutnya, anak-anak perlu memiliki kemampuan bertahan saat menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.

“Orang tua atau guru kan enggak bisa selalu ada di setiap situasi. Anak harus tahu cara membela diri. Kalau enggak, mereka bisa terus jadi korban,” ujar Bunga dalam video yang sama.

Sikap Bunga Zainal ini kemudian memicu diskusi luas di media sosial. Tagar tentang parenting tegas dan self defense anak ramai digunakan oleh warganet untuk menanggapi unggahan tersebut.

Ada yang mendukung penuh, menilai tindakan itu bisa membangun rasa percaya diri anak sejak dini. Namun ada pula yang menganggap cara tersebut bisa memberi contoh negatif jika tidak dibarengi dengan pemahaman batasan.

Sebagian pengguna TikTok menyebut bahwa Bunga hanya berusaha menanamkan nilai keberanian, bukan kekerasan.

Mereka berpendapat anak-anak zaman sekarang memang perlu diajarkan untuk berani berbicara dan bertindak saat dirugikan, terlebih di era perundungan digital yang semakin marak.

Namun, tak sedikit yang menilai bahwa membalas perbuatan buruk dengan tindakan serupa tidak selalu menjadi solusi terbaik.

Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa tindakan itu bisa memperburuk hubungan sosial anak di sekolah dan membuatnya sulit belajar menyelesaikan masalah secara damai.

Meski menuai kontroversi, Bunga Zainal tetap pada pendiriannya. Ia menyebut setiap orang tua memiliki gaya dan prinsip yang berbeda dalam mendidik anak.

“Yang penting buat gue, anak tahu kapan dia harus diam, dan kapan dia harus berdiri untuk dirinya sendiri,” katanya.

Pernyataan Bunga juga memunculkan diskusi di kalangan orang tua muda tentang batas antara pendidikan disiplin dan pendidikan agresif.

Banyak yang mengaitkan pernyataannya dengan pentingnya mengajarkan anak keterampilan sosial dan emosional sejak dini agar mampu menghadapi berbagai situasi tanpa bergantung sepenuhnya pada orang dewasa.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataan Bunga Zainal menjadi refleksi bagi banyak orang tua tentang tantangan dalam mengasuh anak di era modern.

Di tengah maraknya kasus perundungan di sekolah dan media sosial, diskusi tentang bagaimana seharusnya anak diajarkan untuk melindungi diri memang semakin relevan.

Video TikTok tersebut terus dibagikan ulang di berbagai platform, menjadikan nama Bunga Zainal kembali viral dan menempatkannya dalam perbincangan hangat publik.

Meski menuai protes dari sebagian kalangan, tidak sedikit yang menganggap sikapnya sebagai bentuk keberanian untuk jujur menyuarakan pandangan parenting yang berbeda dari kebanyakan selebritas lainnya.

Dengan nada santai namun tegas, Bunga menutup pernyataannya dalam video itu dengan kalimat yang mencerminkan keyakinannya: “Gue enggak ngajarin anak gue untuk berantem, tapi gue ngajarin anak gue buat jangan diinjak.”

Unggahan tersebut bukan hanya menarik perhatian publik, tetapi juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan empati dalam pola asuh anak di masa sekarang. (mms)