INBERITA.COM, Komedian senior Sule akhirnya angkat bicara mengenai masa sulit yang dialaminya setelah menolak untuk di-roasting oleh Kiky Saputri beberapa tahun lalu.
Dalam pengakuan jujurnya, pria bernama asli Entis Sutisna itu mengungkap bahwa keputusan tersebut berdampak besar terhadap kariernya di dunia hiburan.
Selama hampir tiga tahun, ia mengaku tidak mendapatkan pekerjaan di televisi karena stigma negatif yang melekat setelah pemberitaan soal penolakannya viral.
Dalam sebuah podcast bersama Nanda Persada, Sule berbagi cerita secara blak-blakan tentang bagaimana satu keputusan yang tampak sederhana ternyata membawa konsekuensi besar dalam hidupnya.
“Gua jujur, bukan merasa dirugikan, tapi setelah adanya pemberitaan itu, gua nganggur hampir tiga tahun di TV. Orang gak mau make gua,” ujar Sule.
Menurutnya, penolakan terhadap segmen roasting itu bukan tanpa alasan. Saat itu, ia tengah berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil karena sedang menghadapi masalah rumah tangga serta proses hukum yang menyita energi dan pikiran.
“Gara-gara gua gak mau di-roasting, posisi gua lagi gak stabil karena pasca penggugatan. Cuma orang kan gak mau tau,” jelasnya.
Masalah Pribadi Jadi Konsumsi Publik
Yang membuat Sule semakin kecewa adalah ketika urusan pribadi tersebut justru dipublikasikan secara luas dan menjadi bahan pemberitaan di berbagai media.
Ia merasa hal yang seharusnya bersifat internal berubah menjadi konsumsi publik dan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kenapa harus jadi ke-publish, kenapa harus diomongin,” keluhnya.
Akibat pemberitaan tersebut, Sule tak hanya kehilangan banyak pekerjaan, tetapi juga menghadapi gelombang kritik dari warganet. Ia sempat menjadi sasaran bully dan cibiran yang menudingnya terlalu sensitif atau “baperan”.
“Habis gua di-bully, dibilang baperan lah, dibilang sombong. Ya rusak nama gua,” kenangnya.
Situasi ini membuat reputasi Sule di dunia hiburan sempat menurun drastis. Ia bahkan mengaku dijauhi oleh sejumlah pihak di industri televisi karena dianggap bermasalah.
Dihujat dan Dijauhi Dunia Televisi
Pasca kontroversi tersebut, banyak stasiun televisi dan produser yang enggan bekerja sama dengannya. Selama hampir tiga tahun, wajah Sule jarang terlihat di layar kaca, dan ia memilih untuk menenangkan diri serta mencoba hal-hal baru di luar dunia hiburan.
Meski sempat terpuruk, Sule mengaku tidak menyimpan dendam kepada siapa pun yang terlibat dalam peristiwa itu. Ia memilih menerima kenyataan dengan lapang dada.
“Mau gimana lagi, udah terjadi kok. Ya kita nikmati aja,” ucapnya pasrah.
Penolakan yang Disalahpahami
Kontroversi bermula dari acara Ini Talkshow, di mana seharusnya ada segmen khusus di mana Kiky Saputri akan me-roasting Sule.
Namun, segmen tersebut dibatalkan setelah adanya kesepakatan bersama karena Sule merasa belum siap secara mental untuk menjadi bahan roasting.
Sayangnya, publik justru menilai keputusan itu sebagai bentuk arogansi dan ketidaksportifan, padahal faktanya berbeda.
Beberapa rekan sesama komedian bahkan sempat membela Sule dengan menegaskan bahwa roasting bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan kepada siapa pun.
“Roasting itu kan seni, tapi juga harus tahu kapan seseorang siap untuk di-roasting,” kata seorang komika senior dalam wawancara terpisah.
Bangkit dan Kembali Berkarya
Kini, setelah melewati masa sulit tersebut, Sule perlahan bangkit dan kembali aktif di industri hiburan. Ia mulai muncul di berbagai proyek komedi, acara televisi, hingga konten digital.
Pengalaman pahit itu justru menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih kuat menghadapi opini publik dan menjaga kestabilan mental di tengah tekanan dunia hiburan.
Sebagai seorang ayah, Sule juga berusaha memperkuat hubungan dengan anak-anaknya, termasuk Rizky Febian dan Putri Delina, yang disebutnya menjadi sumber kekuatan saat dirinya berada di titik terendah.
“Keluarga yang bikin gua kuat,” tutur Sule.
Kisah perjalanan hidup Sule menjadi cermin nyata bahwa di balik tawa seorang komedian, tersimpan perjuangan dan luka yang tidak banyak diketahui publik.
Dari pengalaman itu, Sule belajar untuk menerima kritik dengan lebih bijak dan memandang masa depan dengan semangat baru.
Meski sempat tersisih akibat salah paham publik, kini Sule berusaha membuktikan bahwa dirinya tetap mampu eksis dan relevan di dunia hiburan tanah air.
Pengakuannya tentang tiga tahun masa sulit tanpa pekerjaan menjadi pengingat bahwa seorang publik figur juga manusia biasa yang bisa rapuh, namun tetap punya kesempatan untuk bangkit dan menata ulang kariernya.
Dengan semangat baru, Sule kini kembali melangkah di panggung hiburan Indonesia, membawa pelajaran dari masa lalu dan tekad untuk terus menghibur tanpa kehilangan jati dirinya. (mms)







