Berharap Mukjizat, Ayah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Ungkap Chat Terakhir Sebelum Hilang Kontak yang Mengharukan

Pramugari pesawat ATR 42 500 dan proses pencarian korbanPramugari pesawat ATR 42 500 dan proses pencarian korban
Keluarga Pramugari Pesawat ATR 42-500 Terus Menunggu: Ayah Harapkan Mukjizat

INBERITA.COM, Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban.

Salah satu kru pesawat yang hilang adalah Esther Aprilita Sianipar, seorang pramugari yang kini masih dalam pencarian.

Ayah Esther, Adi Saputra, dengan penuh harap mengungkapkan percakapan terakhir dengan sang putri sebelum pesawat hilang kontak.

Chat Terakhir dengan Putri Sebelum Tragedi

Adi Saputra, yang berasal dari Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa ia sempat berkomunikasi dengan putrinya pada Jumat, 16 Januari 2026, melalui WhatsApp.

Dalam percakapan itu, Esther menyampaikan bahwa ia sedang bertugas di Yogyakarta dan Adi pun menyatakan ingin menjemputnya jika ia pulang.

Namun, setelah itu, komunikasi terputus tanpa balasan, dan ponsel Esther tidak aktif lagi.

“Saya WA jam 12 siang karena saya lagi ke Jakarta, mau jemput dia kalau mau pulang. Tapi tidak ada balasan, HP-nya sudah tidak aktif,” kata Adi.

Hari berikutnya, pada Sabtu, 17 Januari 2026, Adi menerima kabar mengejutkan bahwa pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi oleh Esther hilang kontak saat melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Pencarian Korban dan Harapan Mukjizat

Adi Saputra kini berada di Makassar, menunggu perkembangan pencarian yang sedang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Ia dan keluarga juga telah mengikuti prosedur identifikasi dengan memberikan sampel DNA di RS Bhayangkara Makassar sebagai bagian dari upaya identifikasi jenazah korban.

Ibunda Esther, J Siburian, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan Esther terjadi sehari sebelum kecelakaan.

Pada Jumat malam, Esther memberitahukan bahwa ia sedang bertugas di Yogyakarta, tanpa mengetahui bahwa itu akan menjadi percakapan terakhir mereka.

“Saya masih chatting dengan dia malam Jumat, dia bilang dia di Jogja,” ujar J Siburian, yang tampak sangat terpukul dengan kejadian ini.

Pesawat ATR 42-500 dan Kejadian Tragis

Pesawat ATR 42-500 yang mengangkut 7 kru dan 3 penumpang dari Indonesia Air Transport (IAT), disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memantau kegiatan illegal fishing.

Pesawat tersebut jatuh di Gunung Bulusaraung pada Sabtu siang dan hingga kini, tim SAR belum berhasil menemukan semua korban. Esther Aprilita Sianipar adalah salah satu kru yang masih belum ditemukan.

Meski situasi semakin menegangkan, Adi Saputra tetap berharap adanya mukjizat yang membawa putrinya kembali dengan selamat. Ia berharap agar pihak berwenang bisa segera menemukan Esther dan seluruh korban lainnya.

“Kami masih berharap ada mukjizat, kami hanya bisa berdoa,” ujar Adi dengan suara penuh harapan meski hatinya dipenuhi kecemasan.

Pihak keluarga kini masih menunggu hasil pencarian dan berharap dapat bertemu kembali dengan Esther, meski perasaan mereka terbalut duka yang mendalam.

Saat ini, fokus utama keluarga adalah agar pencarian segera membuahkan hasil dan dapat segera menemukan korban yang masih hilang. (**)