INBERITA.COM, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan sejumlah saham yang mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya “cooling down” untuk menjaga kestabilan pasar dan melindungi kepentingan para investor.
Pihak BEI mengungkapkan bahwa penghentian sementara perdagangan saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) merupakan keputusan yang diambil setelah melihat adanya peningkatan harga kumulatif yang tajam.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) pada tanggal 22 Oktober 2025,” ujar P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Endra Febri Styawan, dalam keterangannya.
Sebelum disuspensi, saham WAPO menunjukkan lonjakan harga yang luar biasa. Pada perdagangan Selasa (21/10), saham WAPO tercatat mengalami lonjakan 24,79% dan ditutup di level Rp292.
Dalam sepekan terakhir, saham WAPO tercatat meroket 79,14%, sementara dalam sebulan terakhir kenaikan harga sahamnya mencapai 81,37%.
Lonjakan harga yang demikian signifikan mendorong BEI untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu guna memberikan perlindungan kepada investor dan menjaga kestabilan pasar modal.
Namun, bukan hanya WAPO yang mengalami lonjakan harga yang ekstrem. BEI juga mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham sejumlah emiten lain yang mengalami kenaikan serupa.
Salah satunya adalah saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) yang mengalami kenaikan 9,65% pada hari perdagangan yang sama, mencapai harga Rp125.
Saham TRUE bahkan tercatat meroket hingga 155,10% dalam sebulan terakhir, sebuah lonjakan yang memicu perhatian BEI.
Selain itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) juga ikut melonjak 25% pada hari yang sama, dan tercatat mengalami kenaikan fantastis sebesar 213,95% dalam sebulan terakhir.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham PT Globe Kita Terang Tbk. (GLOB), yang naik 9,32% menjadi Rp129, dengan kenaikan 19,44% dalam sepekan dan 59,26% dalam sebulan terakhir.
Tak kalah mencolok, saham PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI) juga mencatatkan lonjakan 20,32% ke level Rp450, dengan kenaikan 51,01% dalam sepekan dan 97,37% dalam sebulan terakhir.
Terkait dengan kebijakan penghentian sementara tersebut, Endra Febri Styawan menjelaskan bahwa langkah ini diambil di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Tujuan utama dari suspensi ini adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan dengan cermat informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
“Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Endra.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi yang disampaikan oleh setiap emiten kepada publik.
Keterbukaan informasi yang jelas dan akurat, menurut Endra, adalah salah satu cara untuk memastikan para investor dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan terhindar dari potensi kerugian akibat fluktuasi harga yang tidak wajar.
Dengan penghentian sementara ini, BEI berharap dapat menjaga stabilitas dan integritas pasar modal, khususnya di tengah situasi fluktuasi harga saham yang terlalu ekstrem.
Langkah suspensi ini menjadi bagian dari upaya BEI dalam menjaga pasar modal tetap sehat dan terhindar dari spekulasi yang berlebihan.
Penghentian sementara perdagangan saham yang mengalami lonjakan harga yang drastis memberikan sinyal kepada pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, serta memastikan bahwa informasi yang digunakan sebagai dasar investasi sudah cukup jelas dan transparan.
Sementara itu, langkah BEI untuk menghentikan perdagangan saham yang melonjak tajam merupakan respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh pasar modal Indonesia.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar saham Indonesia mengalami volatilitas yang cukup tinggi, dengan sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan luar biasa dalam waktu singkat.
Langkah “cooling down” seperti ini bertujuan untuk menghindari terjadinya perilaku spekulatif yang dapat merugikan investor, terutama para investor ritel yang lebih rentan terhadap fluktuasi harga yang ekstrem.
Selain itu, BEI juga ingin memastikan bahwa pasar modal Indonesia tetap berfungsi dengan baik, dengan prinsip-prinsip transparansi dan keterbukaan informasi yang diterapkan oleh setiap perusahaan yang terdaftar di bursa.
Dengan penghentian sementara perdagangan saham yang mengalami lonjakan tajam, BEI juga berharap dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa BEI siap untuk mengambil tindakan cepat dan tegas untuk menjaga integritas pasar, agar tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga yang tidak terkendali.
BEI berharap penghentian sementara ini memberi kesempatan bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara matang, serta menjaga transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. (xpr)







