INBERITA.COM, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa total penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di tahun 2025, yang mencakup Bansos reguler, penebalan Bansos di bulan Juni-Juli, dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), telah mencapai lebih dari Rp 110 triliun.
Capaian ini menandai komitmen pemerintah untuk mendukung masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan dan yang membutuhkan bantuan sosial lainnya.
“Jadi, Bansos reguler yang kami salurkan, ditambah dengan penebalan Bansos pada Juni-Juli dan BLTS di akhir tahun, sudah lebih dari Rp 110 triliun yang tersalurkan di tahun 2025,” kata Gus Ipul, saat menghadiri acara Doa Awal Tahun di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan validasi data penerima manfaat untuk memastikan akurasi dan keberlanjutan bantuan.
Menurut Gus Ipul, upaya penyaluran Bansos pada 2025 juga dilakukan dengan hati-hati dan transparan. Sebanyak lebih dari 3 juta penerima manfaat Bansos tahun ini dialihkan kepada individu atau keluarga yang lebih memenuhi kriteria.
Selain itu, lebih dari 11 juta penerima manfaat Program Bantuan Iuran (PBI) juga dialihkan untuk diserahkan kepada mereka yang memenuhi syarat lebih tepat.
“Kami sudah mengalihkan lebih dari 3 juta orang yang sebelumnya menerima bantuan ke penerima yang lebih memenuhi kriteria. Demikian juga lebih dari 11 juta penerima PBI, kami pastikan bantuan sampai ke yang tepat,” jelas Gus Ipul.
Penyaluran yang tepat sasaran ini diharapkan dapat mengurangi potensi penyalahgunaan bantuan sosial dan meningkatkan efisiensi distribusi bantuan.
Gus Ipul juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam data penerima manfaat Bansos. Masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam memberikan masukan atau sanggahan jika menemukan data yang belum sesuai atau tidak tepat.
“Kami mengundang masyarakat luas untuk ikut memperbaiki data. Saluran untuk memberikan masukan sudah kami siapkan, dan memang Presiden mengarahkan kami untuk lebih terbuka dalam hal data ini,” ujar Gus Ipul.
Program MBG untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Program Bantuan Makanan Bergizi (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas juga sedang dikaji oleh Kementerian Sosial. Gus Ipul menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan konsolidasi data dan simulasi penyaluran program MBG tersebut.
“Kami akan segera melaksanakan setelah data selesai dikonsolidasikan dan disetujui. Arahan dari Menteri Dalam Negeri, Pak Tito, adalah kami harus secepatnya menuntaskan data ini dan segera menyalurkan bantuan yang diperlukan,” tambahnya.
Kementerian Sosial terus berupaya untuk menjamin bahwa Bansos yang disalurkan akan membawa dampak yang nyata bagi masyarakat, terutama bagi keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal pemberdayaan dan kesejahteraan sosial.
Sebagai bagian dari komitmennya untuk memastikan penyaluran Bansos yang tepat sasaran, Kementerian Sosial juga terus melakukan pengawasan terhadap proses distribusi bantuan.
Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait, diharapkan program ini bisa berjalan dengan transparan dan akuntabel.
“Kami juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan mengenai penyaluran Bansos agar lebih tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.
Sebagai bagian dari mandat Presiden, program Bansos ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan bantuan finansial sesaat, tetapi juga untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat secara berkelanjutan, serta membantu mereka mengatasi masalah sosial yang mereka hadapi.
Kementerian Sosial juga terus melakukan perbaikan infrastruktur untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan sosial. Salah satu langkah penting adalah mempercepat proses pembukaan rekening kolektif penerima Bansos.
Gus Ipul menambahkan, “Kami akan terus memperbaiki sistem dan memastikan bahwa semua penerima manfaat dapat memperoleh bantuan tepat waktu dan tanpa hambatan.”
Hal ini juga terkait dengan upaya pemerintah untuk memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan data dan distribusi Bansos yang lebih efisien.
Dengan adanya penyaluran Bansos yang lebih transparan dan terorganisir, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dengan lebih maksimal.
Kemensos juga memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan akan disalurkan ke tangan yang tepat, dengan mengutamakan keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Gus Ipul mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa Bansos yang disalurkan pada 2025 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap penyaluran Bansos yang lebih tepat sasaran ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Dengan capaian ini, Kemensos berharap program Bansos 2025 tidak hanya dapat memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membawa perubahan dalam kualitas hidup yang lebih baik bagi penerima manfaat secara berkelanjutan. (**)







