Viral Keluhan Masyarakat Kelangkaan Susu UHT di Minimarket, Program MBG Diduga Penyebabnya

Ilustrasi susu uht langka dipasaranIlustrasi susu uht langka dipasaran
Banjir Permintaan, Susu UHT Langka di Minimarket: Apa yang Terjadi?

INBERITA.COM, Kelangkaan stok susu UHT menjadi sorotan belakangan ini di sejumlah minimarket, dengan banyak konsumen melaporkan kekosongan produk ini di rak-rak ritel. Beberapa gerai bahkan terpaksa membatasi jumlah susu UHT yang bisa dibeli setiap orang, karena tingginya permintaan.

Salah satu alasan yang diduga kuat menyebabkan kelangkaan ini adalah program makan bergizi gratis (MBG) yang kembali digulirkan pada awal Januari 2026, seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

Sejumlah warganet mengungkapkan pengalaman mereka melalui media sosial, di mana banyak dari mereka kesulitan mendapatkan susu UHT kemasan 1 liter, terutama varian full cream.

Salah seorang pengguna Twitter mengungkapkan, “Di supermarket dekat rumah saya tanya kasir kenapa susu UHT plain/full milk 1 liter kosong? Karena habis diborong untuk SPPG,” demikian ujarnya dalam sebuah tweet yang viral pada Kamis (8/1/2026).

Pengalaman serupa juga dibagikan oleh warga lain, yang melaporkan melihat pembelian massal susu UHT di minimarket dekat rumah mereka.

“Tadi di Super**** deket rumah, ada yang ngeborong susu UHT 1 liter, pas dibawa ke parkiran, masuk ke mobil SPPG,” tulisnya.

Menanggapi kelangkaan susu UHT di lapangan, Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengakui bahwa kebutuhan susu memang meningkat seiring dengan berlangsungnya program MBG.

“Memang kebutuhannya banyak, dan untuk mengantisipasi kekosongan stok, pemerintah sedang membangun pabrik-pabrik susu baru,” ujar Nanik dalam wawancara di SMKN 1 Jakarta, Sawah Besar, Kamis (8/1).

Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci apakah ada koordinasi lanjutan dengan pihak produsen atau program SPPG untuk menjaga pasokan susu tetap terjaga.

Sementara itu, pemerintah juga mengumumkan sedang membangun lebih dari 500 peternakan susu baru untuk mendukung kebutuhan nasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasokan susu tidak terganggu, baik untuk konsumsi masyarakat maupun untuk program MBG yang semakin penting.

Di sisi lain, kelangkaan susu UHT ini juga diakui oleh Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Agus Warsito. Ia mengatakan bahwa permintaan susu sapi segar dari industri pengolahan meningkat tajam.

“Hari ini, semua pabrikan meminta tambahan pasokan susu segar, dan kenaikannya cukup signifikan, lebih dari 20 persen,” ungkap Agus, dikutip dari CNN, Jumat (9/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa stok susu UHT varian full cream di beberapa gerai Indomaret di Bekasi telah kosong selama lebih dari seminggu. Seorang kasir di gerai tersebut, Silvia, membenarkan kondisi tersebut.

“Lagi kosong, susu yang putih (susu UHT full cream) sudah semingguan, belum ada pengiriman lagi,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa kekosongan ini disebabkan oleh pembelian massal untuk program MBG.

“Kemarin diborong untuk MBG, setiap kali barang baru masuk pasti diborong,” ungkapnya.

Untuk mencegah pembelian susu dalam jumlah besar yang menyebabkan kelangkaan, beberapa minimarket mulai memberlakukan pembatasan pembelian. Di beberapa tempat, pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal empat kemasan susu UHT per orang.

Namun, kondisi ini tidak terjadi di semua gerai. Di ritel lain seperti Superindo dan Alfamart, stok susu UHT masih tersedia dan pembatasan pembelian belum diterapkan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi penyebab utama dibalik kelangkaan susu UHT di minimarket. Pasokan susu yang diborong dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan program tersebut menyebabkan kesulitan bagi konsumen lainnya untuk mendapatkan produk tersebut.

Program MBG, yang kembali aktif seiring dengan masuknya anak sekolah pada 6 Januari 2026, memberikan konsumsi susu secara gratis kepada pelajar dan keluarga yang membutuhkan.

Selain susu UHT, produk susu lainnya yang menjadi bagian dari program ini juga turut mengalami lonjakan permintaan. Hal ini menyebabkan para pengecer dan produsen susu harus bekerja keras untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya keberlanjutan produksi susu di dalam negeri dan pengelolaan pasokan yang lebih baik. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan pasokan susu tetap stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum, sekaligus mendukung kelancaran program-program seperti MBG.

Dengan adanya kelangkaan susu UHT dan peningkatan permintaan yang signifikan, penting untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna mengatasi masalah pasokan susu di Indonesia.

Apakah itu dengan memperbanyak pabrik susu atau bekerja sama dengan peternak sapi perah, yang jelas, kestabilan pasokan susu harus dijaga untuk menghindari dampak negatif bagi masyarakat. (**)