INBERITA.COM, Kepungan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau memaksa langit Nusantara lumpuh sementara dan menutup akses bagi ribuan calon penumpang pesawat.
Ribuan orang kini telantar di berbagai bandara karena tujuh bandara utama harus menghentikan seluruh aktivitas penerbangan komersial demi alasan keselamatan navigasi udara. Harapan mobilitas warga yang batal terbang kini mengandalkan jalur lautan sebagai alternatif utama melintasi pulau.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni merespons situasi darurat ini dengan menjamin armada kapal mereka tetap beroperasi normal.
Perusahaan pelat merah ini memperketat pemantauan situasi lapangan secara berkala untuk menggaransi keselamatan nyawa setiap penumpang di tengah cuaca ekstrem. Dan jalur laut kini berubah fungsi menjadi jalan keluar paling diandalkan bagi warga yang terjebak di ibu kota.
“Dalam situasi udara yang tidak menentu seperti saat ini, Pelni berupaya keras memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga melalui jalur transportasi laut,” tegas Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, Senin (7/9)/2026).
Pihak manajemen meminta masyarakat agar tidak panik menghadapi gangguan transportasi massal akibat erupsi gunung berapi tersebut. Penumpang yang gagal terbang dipersilakan mengalihkan rencana perjalanan mereka menuju pelabuhan laut terdekat.
“Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan perjalanan antarkota dari Jakarta untuk mempertimbangkan kapal Pelni sebagai alternatif. Namun, harap terus memperhatikan jadwal dan ketersediaan tiket,” tambahnya.
Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta kini menyiagakan kapal-kapal raksasanya untuk mengangkut gelombang eksodus penumpang.
KM Dorolonda disiapkan khusus untuk melayani rute pelayaran menuju pesisir Sumatera yang mencakup wilayah Batam, Tanjung Balai Karimun, hingga Belawan.
Rute padat menuju Surabaya dan wilayah Indonesia Timur juga mendapatkan tambahan porsi pengaturan jadwal keberangkatan strategis.
Lonjakan perpindahan moda transportasi dari udara ke laut diprediksi membuat ketersediaan kursi menyusut drastis dalam waktu cepat. Manajemen Pelni langsung mengambil langkah antisipasi dengan berkoordinasi secara intensif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait di sektor pelabuhan.
“Pelni terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Bagi masyarakat yang beralih ke kapal laut, kami sangat mengimbau untuk melakukan pengecekan jadwal dan membeli tiket melalui kanal resmi sebelum berangkat menuju pelabuhan,” imbau Ditto.
Calon penumpang dapat memperoleh tiket resmi dengan mudah melalui aplikasi Pelni Mobile di ponsel pintar masing-masing.
Pembelian juga bisa dilakukan lewat situs web resmi perusahaan, menghubungi Contact Center 162, atau mendatangi jaringan mitra pembayaran resmi. Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk memotong rantai percaloan serta mencegah terjadinya antrean panjang di loket pelabuhan.
Total kekuatan penuh saat ini dikerahkan oleh perusahaan untuk melayani lonjakan arus penumpang antarpulau.
Pelni mengoperasikan sebanyak 84 armada kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang reguler, 30 kapal perintis, dan armada kapal tol laut. Ratusan armada tersebut siap bersandar di 357 pelabuhan yang tersebar di seluruh penjuru wilayah nusantara.
Untuk memudahkan warga menyusun ulang rencana perjalanan, berikut adalah daftar jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok:
- KM Gunung Dempo, berangkat 8 September pukul 10.00 WIB dengan tujuan Surabaya dan kota lanjutan.
- KM Nggapulu, berangkat 8 September, 20.00 WIB dengan tujuan Surabaya dan kota lanjutan.
- KM Labobar, berangkat 17 September pukul 13.00 WIB dengan tujuan Surabaya dan kota lanjutan.
- KM Dobonsolo, berangkat 18 September pukul 01.00 WIB dengan tujuan Surabaya dan Indonesia Timur.
Seluruh jadwal keberangkatan tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan jadwal sangat bergantung pada dinamika operasional di lapangan serta instruksi keselamatan pelayaran dari otoritas berwenang.
Warga diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dari perusahaan guna menghindari ketidaknyamanan selama perjalanan laut.







