INBERITA.COM, Penyanyi legendaris Jepang, Ayumi Hamasaki, mengejutkan penggemar dengan keputusan untuk tetap melaksanakan konsernya di Shanghai, China, meskipun sehari sebelumnya konser tersebut diumumkan batal.
Kejadian ini terjadi pada 29 November 2025, ketika seharusnya Hamasaki tampil di Shanghai Oriental Sports Centre sebagai bagian dari tur dunia I Am Ayu.
Awalnya, penyelenggara konser mengumumkan pembatalan mendadak melalui media sosial pada 28 November 2025, sehari sebelum acara berlangsung.
Mereka tidak memberikan alasan lebih lanjut terkait pembatalan tersebut. Namun, Ayumi Hamasaki sendiri mengonfirmasi hal ini melalui unggahan di Instagram Story, mengungkapkan bahwa timnya menerima permintaan pembatalan dari pihak penyelenggara konser.
“Seperti penampilan sebelumnya, saya dengan kru yang terdiri dari 200 orang bekerja keras siang dan malam, membutuhkan waktu lima hari untuk menyelesaikan persiapan panggung Shanghai hari ini,” tulisnya dalam bahasa Inggris dan Jepang pada unggahan tersebut.
Hamasaki juga menambahkan bahwa meskipun ada permintaan untuk membatalkan konser, ia dan timnya tetap bekerja keras untuk mempersiapkan semuanya.
“Namun, staf kunci dikumpulkan dengan tergesa-gesa di pagi hari dan kami mendapatkan permintaan untuk membatalkan pertunjukan,” katanya.
Meskipun konser dibatalkan dan tidak ada penonton yang hadir, Ayumi Hamasaki tetap melanjutkan penampilannya.
Setelah pembatalan diumumkan, pada akhir pekan, foto-foto mulai bermunculan di media sosial yang menunjukkan Ayumi Hamasaki sedang tampil di atas panggung konser yang kosong.
Gambar-gambar tersebut menjadi viral, memunculkan tanda tanya besar di kalangan penggemar.
Melalui akun Instagram-nya, Ayumi Hamasaki kemudian mengonfirmasi bahwa meskipun tidak ada penonton, ia tetap tampil dari lagu pertama hingga encore.
“Setelah menerima permintaan pembatalan penampilan kemarin, kami tampil dari lagu pertama hingga encore tanpa penonton sebelum meninggalkan tempat konser,” jelasnya.
Penampilan tersebut dikabarkan telah direkam, dan kemungkinan besar rekaman konser tersebut akan dibagikan kepada penggemar pada waktu mendatang.
Pada 30 November 2025, Hamasaki mengunggah sembilan foto dari penampilannya, memperlihatkan dirinya bersama para penari di panggung yang kosong, dengan confetti yang beterbangan di akhir pertunjukan.
“Dengan 14.000 kursi kosong, tetapi merasakan begitu banyak cinta dari para asisten pribadi dari seluruh dunia, ini adalah salah satu pertunjukan paling tak terlupakan bagi saya,” tulis Ayumi Hamasaki dengan penuh emosi.
Keputusan mendadak untuk membatalkan konser Ayumi Hamasaki di Shanghai menambah deretan pembatalan konser artis Jepang di China dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa alasan terkait hal ini muncul setelah komentar dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada 7 November 2025. Takaichi menyatakan bahwa jika Jepang terlibat dalam invasi militer terhadap Taiwan, hal itu dapat menimbulkan krisis eksistensial bagi negara tersebut.
Pernyataan tersebut memicu ketegangan diplomatik antara Jepang dan China. Negara Tiongkok memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang harus disatukan dengan daratan, bahkan dengan kekerasan jika perlu.
Terkait hal ini, kebijakan China terhadap artis-artis Jepang yang melakukan penampilan di China tampaknya terpengaruh oleh situasi politik yang sensitif.
Kabar mengenai pembatalan konser Ayumi Hamasaki menjadi sorotan publik karena ia telah memiliki banyak penggemar di China dan di seluruh dunia.
Konser yang direncanakan di Makau pada 10 Januari 2025 juga menjadi perhatian, dengan banyak penggemar yang khawatir tentang kelangsungannya.
Sejumlah penggemar yang sudah membeli tiket konser tersebut mulai mengungkapkan kekhawatiran mereka di media sosial terkait apakah konser itu akan tetap digelar atau juga dibatalkan.
Setelah kejadian di Shanghai, banyak penggemar yang menyuarakan rasa kecewa mereka atas pembatalan konser tersebut. Namun, mereka juga mengapresiasi keputusan Hamasaki untuk tetap tampil meski tanpa penonton.
Banyak yang menganggap langkah tersebut sebagai bentuk dedikasi dan profesionalisme penyanyi berusia 40 tahun itu terhadap penggemarnya.
Bagi Ayumi Hamasaki, yang dikenal sebagai Ratu J-Pop, penampilan tersebut adalah salah satu yang paling mengesankan baginya, meski tanpa penonton.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan rasa haru kepada tim dan para staf yang telah bekerja keras untuk mewujudkan konser tersebut, meskipun pada akhirnya tidak dapat disaksikan oleh penonton langsung.
Dengan berbagai pembatalan yang terjadi baru-baru ini terhadap konser artis Jepang di China, banyak yang bertanya-tanya tentang masa depan tur internasional bagi artis Jepang lainnya.
Para penggemar berharap agar situasi ini tidak berlarut-larut dan bahwa artis-artis Jepang dapat melanjutkan karier mereka di luar negeri tanpa ada halangan besar.
Hingga kini, Ayumi Hamasaki tetap berharap untuk tampil di Makau pada 10 Januari 2025, meskipun ketidakpastian seputar konser-konser mendatang masih menghantui. (*)







