Aksi Demo Buruh UMP 2026 Berakhir, KSPI Siapkan Aksi Susulan Besok

Said Iqbal selaku Presiden KSPI memberikan keterangan kepada media terkait rencana aksi demo susulan yang akan digelar besok.Said Iqbal selaku Presiden KSPI memberikan keterangan kepada media terkait rencana aksi demo susulan yang akan digelar besok.
Said Iqbal saat memberikan keterangan pers mengenai agenda aksi lanjutan besok, usai demonstrasi UMP 2026 hari ini

INBERITA.COM, Aksi demonstrasi buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 yang digelar di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, berakhir pada Senin (29/12/2025) sore.

Unjuk rasa yang diinisiasi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut berlangsung sejak siang hari dan menjadi sorotan publik karena menyuarakan tuntutan kelayakan upah serta penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan kaum pekerja.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 14.35 WIB. Proses pembubaran berlangsung tertib dan terorganisir. Dari atas mobil komando, koordinator aksi memimpin massa menyanyikan lagu Internasionale dan Mars Partai Buruh sebagai penanda berakhirnya rangkaian demonstrasi hari itu.

Lagu-lagu tersebut menjadi simbol solidaritas dan perlawanan buruh terhadap kebijakan pengupahan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan pekerja. Setelah aksi diakhiri, perwakilan buruh menyampaikan bahwa perjuangan tidak berhenti pada demonstrasi jalanan.

KSPI menegaskan akan melanjutkan langkah perjuangan melalui jalur dialog dengan Dewan Pengupahan. Dialog tersebut dipandang sebagai tindak lanjut penting dari unjuk rasa terkait UMP DKI Jakarta 2026, dengan harapan aspirasi buruh dapat diakomodasi secara lebih substansial dalam proses penetapan kebijakan upah.

Di sisi lain, KSPI juga mengumumkan rencana aksi lanjutan yang melibatkan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat. Rencana tersebut disiapkan sebagai respons atas penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung pada penurunan standar upah sektoral yang selama ini menjadi salah satu penopang kesejahteraan buruh di daerah industri.

Seruan aksi lanjutan disampaikan secara terbuka oleh orator dari atas mobil komando. Dengan suara lantang, ia mengajak buruh untuk bersiap menghadapi agenda perjuangan berikutnya.

“Besok bersiap untuk kedatangan 10.000 kawan-kawan kita dari Jawa Barat, akan menggelar aksi di Jakarta menuntut kelayakan upah dan menolak upah murah,” seru orator tersebut di hadapan massa aksi.

Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa eskalasi aksi akan dilakukan apabila tuntutan buruh dalam negosiasi tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak terkait. Ia menyebutkan bahwa aksi lanjutan telah dipersiapkan secara matang dan berpotensi melibatkan jumlah massa yang lebih besar.

“Besok kalau kami menggunakan datang aksi lagi, rencana kami besok aksi lagi. 10.000 motor, bisa juga berjumlah 20.000 orang akan hadir,” ucap Said Iqbal.

Lebih lanjut, Said Iqbal menjelaskan bahwa buruh dari berbagai daerah penyangga di Jawa Barat akan bergerak menuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi lanjutan tersebut. Mobilisasi massa ini direncanakan melibatkan konvoi kendaraan roda dua sebagai simbol kekuatan dan solidaritas buruh lintas daerah.

“Besok tanggal 30 Desember 10.000 motor dari Jawa Barat akan masuk Jakarta, dari mulai Cirebon, dari mulai Cianjur, dari mulai Bandung Raya, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sukabumi akan masuk ke Jakarta,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu UMP DKI Jakarta 2026 dan penghapusan UMSK di Jawa Barat tidak hanya menjadi persoalan lokal, melainkan telah berkembang menjadi agenda perjuangan buruh lintas wilayah.

KSPI menilai bahwa kebijakan upah murah berpotensi memperlebar kesenjangan kesejahteraan dan mengancam daya beli pekerja, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan oleh kalangan buruh.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi berangsur kembali normal seiring berakhirnya aksi. Arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Selatan kembali lancar setelah barikade polisi dibuka secara bertahap.

Kendaraan yang sempat tertahan dapat kembali melintas menuju arah Jalan MH Thamrin. Aparat kepolisian tetap berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif hingga seluruh massa benar-benar meninggalkan lokasi.

Kemacetan yang sebelumnya terjadi di sejumlah ruas jalan sekitar, seperti Jalan H. Agus Salim dan Jalan Kebon Sirih, juga perlahan terurai. Kepadatan kendaraan berkurang seiring normalnya arus lalu lintas dan berakhirnya konsentrasi massa di titik-titik strategis kawasan pusat kota Jakarta.

Aktivitas masyarakat yang sempat terganggu mulai kembali berjalan seperti biasa.

Di lokasi aksi, petugas kebersihan tampak membersihkan sisa-sisa sampah demonstrasi, mulai dari botol minuman hingga selebaran yang ditinggalkan massa. Upaya pembersihan dilakukan untuk memastikan kawasan sekitar tetap bersih dan nyaman bagi pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di area tersebut.

Adapun kawasan Patung Kuda, yang kerap menjadi titik sentral demonstrasi di Jakarta, terpantau sudah steril dari aktivitas unjuk rasa sejak sekitar pukul 15.15 WIB. Tidak terlihat lagi massa buruh maupun atribut demonstrasi di kawasan tersebut.

Situasi keamanan terjaga, dan aparat memastikan tidak ada gangguan lanjutan pascaaksi. Dengan berakhirnya demonstrasi hari ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan KSPI dan respons pemerintah daerah terkait tuntutan buruh.

Isu penetapan UMP DKI Jakarta 2026 serta kebijakan penghapusan UMSK di Jawa Barat diprediksi masih akan menjadi perbincangan hangat, seiring rencana aksi lanjutan yang melibatkan ribuan buruh dari berbagai daerah.