Rumah Bantuan Pemerintah di Tulungagung Roboh, Kerugian Capai Rp30 Juta

Ditinggal Bekerja, Rumah Program Bedah Rumah di Rejotangan Tulungagung AmbrukDitinggal Bekerja, Rumah Program Bedah Rumah di Rejotangan Tulungagung Ambruk
Diduga Tanpa Tulangan Besi, Rumah Bantuan Pemerintah di Desa Tenggur Roboh.

INBERITA.COM, Sebuah rumah bantuan pemerintah di Dusun Giring, RT 01 RW 01, Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, roboh secara tiba-tiba pada Jumat siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan mengejutkan warga sekitar karena bangunan ambruk saat pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi.

Rumah itu diketahui milik Desmitha Utriza Hapsari (18), warga Desa Tenggur, yang saat kejadian tengah bekerja di luar rumah.

Informasi robohnya rumah tersebut pertama kali diterima aparat kepolisian dari laporan warga setempat.

Petugas dari Polsek Rejotangan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di lapangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerusakan bangunan tergolong parah dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi pemilik rumah.

Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, menjelaskan bahwa robohnya rumah diduga kuat disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak memiliki struktur penyangga yang memadai.

“Diduga akibat kondisi bangunan yang sudah tua,” kata AKP Kasianto saat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Menurutnya, faktor usia bangunan dan kualitas konstruksi menjadi penyebab utama runtuhnya rumah bantuan tersebut.

Lebih lanjut AKP Kasianto memaparkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang dihimpun dari korban dan warga sekitar.

Pada saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang bekerja di sebuah warung makan yang berada di wilayah Desa dan Kecamatan Ngunut.

Rumah dalam kondisi kosong ketika bangunan tersebut roboh. “Saat korban pulang dari bekerja, dia mendapati rumahnya telah roboh,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat korban terkejut karena rumah yang selama ini ditempati sudah tidak dapat digunakan lagi.

Setelah mengetahui rumahnya roboh, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Tenggur.

Perangkat desa selanjutnya meneruskan laporan itu kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas jaga Polsek Rejotangan menerima laporan resmi dan segera melakukan tindak lanjut dengan mendatangi lokasi kejadian.

Proses pendataan dan pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada korban serta untuk mengetahui penyebab pasti runtuhnya bangunan.

“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkap AKP Kasianto.

Meski demikian, kondisi rumah mengalami kerusakan total sehingga tidak lagi layak huni. Beberapa bagian bangunan tampak runtuh ke dalam, dengan material bangunan berserakan di sekitar lokasi rumah.

Dari keterangan Kepala Desa Tenggur yang diterima pihak kepolisian, diketahui bahwa rumah yang roboh tersebut merupakan bangunan hasil program bedah rumah pemerintah pada tahun 2017.

Program tersebut bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki rumah yang layak huni. Namun, dalam kasus ini, struktur bangunan diduga tidak memenuhi standar kekuatan yang memadai.

Sebelum kejadian roboh, warga dan pemilik rumah telah mengetahui adanya tanda-tanda kerusakan pada bangunan.

Disebutkan bahwa tembok di antara ruang tamu dan kamar sebelumnya sudah mengalami retak. Selain itu, bangunan rumah tidak dilengkapi dengan rangka besi atau tulangan sebagai penguat struktur.

Kondisi ini menyebabkan bangunan menjadi kurang kokoh dan rentan roboh, terutama seiring bertambahnya usia bangunan.

Faktor tersebut memperkuat dugaan bahwa penyebab utama ambruknya rumah adalah lemahnya konstruksi.

Akibat kejadian ini, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp30.000.000. Kerugian tersebut mencakup kerusakan seluruh bagian rumah beserta perabotan yang ada di dalamnya.

Saat ini, pemilik rumah harus mencari tempat tinggal sementara karena bangunan yang roboh tidak memungkinkan untuk dihuni kembali.

Pihak Polsek Rejotangan menyatakan telah melakukan pendataan terkait kejadian tersebut serta berkoordinasi dengan perangkat Desa Tenggur dan pihak terkait lainnya.

Koordinasi ini dilakukan guna menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan bantuan atau tindak lanjut dari instansi terkait mengingat rumah tersebut merupakan hasil program pemerintah.

Aparat kepolisian juga mengimbau warga agar lebih waspada terhadap kondisi bangunan rumah, terutama yang sudah berusia tua atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Peristiwa robohnya rumah bantuan pemerintah di Desa Tenggur ini menjadi perhatian warga sekitar dan menjadi pengingat pentingnya kualitas konstruksi bangunan, khususnya rumah bantuan bagi masyarakat.

Dengan tidak adanya korban jiwa, kejadian ini dapat ditangani lebih lanjut melalui koordinasi antara pemerintah desa, kepolisian, dan instansi terkait agar pemilik rumah mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.