INBERITA.COM, Pemerintah semakin tegas dalam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2025.
Satu warga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, harus menelan kekecewaan setelah gagal menerima bantuan tersebut akibat rekening yang didaftarkannya terindikasi digunakan untuk transaksi judi online.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap saat proses verifikasi data penerima oleh Kementerian Sosial melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi.
Dari hasil pengecekan itu, ditemukan satu rekening yang pernah digunakan untuk transaksi terkait judi online.
“Di Kendal ada 1 orang, dari rekening salah satu penerima, terdeteksi pernah digunakan untuk transaksi Judol,” ujar Bupati yang akrab disapa Tika saat memberikan sosialisasi penyaluran BLT DBHCHT di Kantor Kecamatan Pegandon, Jumat (10/10/2025).
Setelah temuan tersebut, rekening penerima langsung diblokir oleh pihak kementerian. Tak hanya gagal menerima bantuan, pemilik rekening juga masuk dalam daftar hitam pemerintah pusat.
Status ini membuatnya secara otomatis tidak akan bisa diusulkan kembali sebagai penerima BLT DBHCHT di masa mendatang.
“Kalaupun diusulkan kembali, sudah tidak bisa,” tegas Tika.
Bupati Tika mengaku menyayangkan insiden ini. Ia menilai, bantuan dari dana cukai tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para buruh tani tembakau yang tengah menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga komoditas tembakau yang lesu.
“Padahal kita berharap bantuan ini bisa membantu ekonomi mereka. Semoga tidak terjadi kembali,” katanya.
Kementerian Sosial kini semakin memperketat proses verifikasi dan validasi data rekening penerima untuk memastikan dana bantuan sosial benar-benar sampai kepada pihak yang layak.
Langkah tegas seperti pemblokiran rekening dan blacklist dilakukan guna mencegah penyelewengan, terutama dalam kasus yang melibatkan aktivitas ilegal seperti judi online.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kendal, Muntoha, turut angkat bicara soal kejadian ini.
Ia menolak mengungkap identitas pemilik rekening yang diblokir, namun membenarkan bahwa proses pengecekan oleh kementerian masih terus dilakukan.
“Ini masih terus dicek lagi. Semoga tidak ada kejadian serupa,” ujarnya.
Kebijakan tegas dari pemerintah pusat ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh calon penerima bantuan sosial agar menjaga integritas rekening yang digunakan untuk proses pencairan.
Dengan sistem digital yang semakin canggih, setiap aktivitas transaksi keuangan yang mencurigakan kini lebih mudah terlacak.
Sejak beberapa tahun terakhir, BLT DBHCHT menjadi salah satu bentuk intervensi sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak dari industri hasil tembakau, khususnya para buruh tani dan buruh pabrik rokok.
Program ini diharapkan mampu menopang kebutuhan dasar rumah tangga penerima manfaat.
Namun, dengan adanya penyalahgunaan bantuan oleh sebagian oknum, pemerintah berupaya memastikan bahwa program bantuan ini tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang bertentangan dengan hukum.
Judi online atau judol, yang semakin marak dan merambah berbagai lapisan masyarakat, menjadi salah satu fokus pengawasan dalam seleksi penerima bansos.
Langkah-langkah seperti pemantauan transaksi rekening, pemblokiran akun, hingga blacklist permanen kini menjadi prosedur tetap dalam menyalurkan BLT agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan moral hazard di tengah masyarakat.
Kasus di Kendal ini menjadi contoh nyata bahwa pelanggaran terhadap aturan penggunaan bantuan sosial akan berdampak langsung pada pencabutan hak penerima.
Selain itu, tercatat dalam sistem blacklist pemerintah, warga tersebut juga berisiko kehilangan akses terhadap berbagai bantuan sosial lainnya di masa mendatang.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana bantuan sosial, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemerintah daerah dan pusat terus bersinergi untuk menyaring penerima secara ketat dan memberikan sanksi bagi mereka yang terbukti menyalahgunakan program bantuan negara.
Bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan menggunakan rekening secara bersih serta sesuai peruntukan, bantuan BLT DBHCHT tetap menjadi harapan nyata untuk meringankan beban ekonomi di tengah tantangan ketidakpastian harga komoditas dan kondisi sosial ekonomi yang dinamis. (mms)







